Memahami Fungsi dan Peran Business Accelerator Bagi Perusahaan Startup

Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh perusahaan agar bisa bertumbuh dan berkembang. Salah satunya dengan mengikuti program akselerator bisnis atau business accelerator.

Business accelerator adalah sebuah program yang mendukung dan mensponsori perusahaan-perusahaan baru. Program ini banyak ditujukan untuk perusahaan rintisan atau startup yang membutuhkan banyak modal dan pendampingan. Terlebih karena banyaknya catatan kematian dini yang dialami oleh perusahaan startup.

Lantas, bagaimana bentuk dukungan yang dilakukan perusahaan akselerator terhadap perusahaan yang mengikuti programnya? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menjelaskan kembali pengertian dari business accelerator beserta beberapa contoh programnya yang ada di Indonesia.

Apa Itu Business Accelerator?

Business accelerator adalah sebuah program yang mendukung perusahaan baru melalui pemberian edukasi, bimbingan, hingga finansial. Program ini diadakan dalam jangka waktu tertentu agar perusahaan memiliki fondasi yang kuat dan bisa berkembang sendiri.

Untuk dapat mengikuti program akselerator ini, bisnis baru harus mendaftar terlebih dahulu. Setelah dipilih, mereka akan dibagi ke dalam beberapa batch dan pihak akselerator akan mulai mendistribusikan semua sumber daya yang dibutuhkan, baik berupa pengarahan, dana, atau tempat untuk bisnis beroperasi.

Perusahaan yang menyediakan program ini dapat disebut sebagai seed accelerator. Selagi membantu mempercepat perkembangan bisnis baru, mereka juga akan mendapat keuntungan karena sekaligus menjadi pemilik saham dari bisnis yang dibantu tersebut.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Jual Makanan Secara Mudah

Fungsi dan Peran Business Accelerator Bagi Perusahaan Startup

Sembilan dari sepuluh perusahaan rintisan atau startup mati dalam jangka waktu singkat sekitar tiga tahun karena tidak memiliki dukungan modal, sumber daya struktural, ataupun pendampingan. Kematian bisnis-bisnis muda ini berdampak buruk bagi pasar dan bahkan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi nasional.

Di sinilah business accelerator berperan sebagai pendukung dan pendamping bagi perusahaan startup. Lengkapnya, berikut ini empat fungsi dan peran dari akselerator bisnis.

1. Memberi Tambahan Modal

Pendirian perusahaan startup membutuhkan dana yang besar agar bisa stabil dan tidak mati dalam waktu singkat. Perusahaan biasanya tidak bisa menyediakan semua modal tersebut sehingga membutuhkan investor untuk mendapat tambahan dana. Di mana jumlah investasi yang diberikan biasanya disesuaikan dengan program yang disepakati bersama.

2. Mendukung dan Mensponsori Program

Business accelerator pada dasarnya sangat mendukung bisnis baru agar dapat berkembang secepat mungkin. Karena itu, mereka sering menjadi sponsor bagi banyak program milik perusahaan rintisan.

Perusahaan rintisan juga biasanya akan menuliskan pihak-pihak yang menjadi akseleratornya melalui program atau promosi. Dengan begitu, mereka akan mendapat lebih banyak perhatian dari audiens dan akselerator pun dapat ikut merasakan benefitnya.

3. Menghasilkan Persaingan yang Ramah dalam Pasar

Dengan mencatut nama perusahaan akselerator, perusahaan baru akan lebih mudah untuk masuk ke dalam pasar. Pelaku usaha akan lebih mudah berbaur dan mendapatkan rekan bisnis sehingga bisa menghasilkan persaingan yang ramah dan bahkan meningkatkan kualitas bisnis.

4. Mempercepat Pertumbuhan Bisnis

Bisnis baru biasanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk dapat bertumbuh dan bersaing di dalam pasar. Dalam hal ini, program akselerator memungkinkan bisnis untuk bertumbuh dan berkembang lebih cepat. Tentunya, hal ini tergantung pada jenis dukungan yang diberikan dan bagaimana perusahaan rintisan dapat menjalankan programnya dengan sebaik mungkin.

Baca juga: Syirkah adalah Akad Kerjasama dalam Bsnis, Ini Penjelasannya!

Contoh Startup Accelerator di Indonesia

Setidaknya, terdapat lima business accelerator yang secara khusus membantu perusahaan startup di awal pendiriannya, yakni seperti:

1. Google Launchpad Accelerator

Google, salah satu perusahaan teknologi terbesar juga meluncurkan program akselerator untuk startup, yakni Google Launchpad Accelerator yang dimulai pada awal tahun 2016 lalu. Beberapa startup yang mengikuti program dari Google ini yaitu Jojonomix, Seekmi, Sirclo, Kurio, dan Kakatu.

2. Jakarta Founder Institute (JFI)

Business accelerator ini telah hadir sejak 2011 dan merupakan perpanjangan dari program The Founder Institute di Indonesia. Karena sepak terjangnya yang sudah sangat lama, telah banyak tercatat startup yang pernah dibimbing oleh JFI.

3. Plug and Play (PNP)

Plug and Play adalah startup accelerator yang berasal dari Amerika Serikat dan mulai dijalankan pada tahun 2017. Beberapa startup yang berhasil mengikuti program akselerasi dari PNP ini meliputi Sayurbox, Wonderlabs, dan Otospector.

4. Grab Ventures Velocity (GVV)

Perusahaan jasa transportasi online ini juga ternyata memiliki program akselerator bisnis yang dinamakan Grab Ventures Velocity. Program ini dikhususkan untuk startup yang sudah masuk ke tahap post-seed dan ingin melakukan scale-up untuk pengembangan lebih lanjut.

5. Shinhan Future’s Lab Indonesia

Shinhan Future’s Lab Indonesia adalah startup accelerator yang resmi hadir di Indonesia pada tahun 2019 akhir dan merupakan perpanjangan dari program akselerator di Korea Selatan. Mereka menjadikan CoHive, startup yang bergerak di penyedia co-working space, sebagai mitra dalam menjalankan programnya.

Baca juga: Disaster Recovery Plan: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Penutup

Business accelerator adalah salah satu bentuk dukungan terbaik, baik dari segi pendanaan, pendampingan, dan percepatan pengembangan sebuah bisnis. Karena itu, program ini banyak ditujukan untuk perusahaan rintisan atau startup yang membutuhkan banyak modal dan pendampingan, serta riskan untuk mati dalam waktu singkat.

Program akselerator akan dijalankan selama jangka waktu tertentu sebelum bisnis benar-benar bisa berkembang secara mandiri. Bisnis harus dipastikan berhasil masuk ke dalam pasar dan cukup stabil dalam finansial. Untuk pengelolaan finansial yang lebih baik, perusahaan bisa mencoba menggunakan Accurate Online yang menyediakan banyak jenis laporan keuangan dan bisnis.

Berbagai fitur di dalam aplikasi bisnis ditujukan untuk mempermudah pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis. Jika Anda tertarik untuk menggunakannya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.