Akuisisi Bisnis Adalah: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, dan Contohnya 

oleh | Okt 18, 2023

source envato.

Akuisisi Bisnis Adalah: Pengertian, Tujuan, Klasifikasi, dan Contohnya

Akuisisi bisnis adalah istilah yang sering kali terdengar dalam dunia perusahaan dan ekonomi. Bagi perusahaan besar atau investor, akuisisi dapat menjadi strategi pertumbuhan yang kuat.

Sementara bagi perusahaan yang akan diakuisisi bisnisnya, itu bisa menjadi momen penting dalam perjalanan bisnis mereka.

Kita akan memulai dengan menjelaskan pengertian akuisisi bisnis, dan mengapa hal ini menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan dan pengembangan perusahaan.

Kami akan membahas tujuan di balik akuisisi, berbagai klasifikasi yang mungkin terjadi, serta memberikan contoh nyata dari dunia bisnis.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang akuisisi, Anda akan dapat menggali lebih dalam bagaimana konsep ini memengaruhi perusahaan, investor, dan pasar secara keseluruhan.

Pengertian Akuisisi dalam Bisnis

Pengertian Akuisisi dalam Bisnis

ilustrasi akuisisi bisnis. source envato

Dalam dunia bisnis, lazim dilakukan praktik akuisisi. Dikutip dari IDX Channel, Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk ekspansi bisnis dengan menguasai perusahaan atau entitas bisnis lain melalui pembelian saham.

Berbeda dengan merger yang prosesnya menggabungkan dua perusahaan menjadi satu, pada praktik akuisisi bisnis, dua perusahaan tetap berdiri sendiri. Hanya saja, kepemilikan yang berubah dari pemilik lama kepada pemilik baru.

Dengan demikian, pengertian akuisisi bisnis adalah mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan dari perusahaan lain. Pengambilalihan itu dapat berupa kepemilikan saham maupun aset.

Definisi akuisisi ini memiliki benang merah sesuai definisi akuisisi oleh sejumlah pakar.

Sebagai contoh Michael A. Hitt menyebut akuisisi bisnis adalah mendapatkan perusahaan lain lewat cara pembelian saham sebuah perusahaan.

Begitupun Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengartikan akuisisi sebagai cara mengambil alih kepemilikan sebuah perusahaan yang dilakukan oleh pengakuisisi (acquirer).

Hal itu yang membuat berubahnya kendali sebuah perusahaan kepada pemilik yang baru.

Setelah memahami apa definisi akuisisi di atas, apa sebetulnya manfaat atau tujuan akuisisi tersebut? mari kita lanjut pembahasanya di bawah.

Baca juga : Tips Membangun Bisnis Rental Mobil yang Menguntungkan

Tujuan Akuisisi Bisnis

Tujuan Akuisisi Bisnis

ilustrasi akuisisi bisnis. source envato

Pebisnis atau perusahaan selalu melakukan langkah strategis untuk menumbuh-kembangkan perusahaan maupun bisnis yang dimilikinya. Akuisisi merupakan salah satu cara yang sering dilakukan.

Tujuan dilakukannya akuisisi dalam bisnis adalah:

1. Meningkatkan Pangsa Pasar

Jika perusahaan A memiliki pangsa pasar yang cukup besar, kemudian perusahaan B melakukan akuisisi terhadap perusahaan A, maka sama halnya perusahaan B dapat memperluas pangsa pasar secara lebih cepat.

Dibanding misalnya membuat perusahaan baru, langkah akuisisi ini bisa mempercepat tujuan yang diinginkan tersebut.

2. Meningkatkan Keuntungan Perusahaan

Perusahaan yang melakukan akuisisi bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.

Langkah strategis melakukan akuisisi terhadap perusahaan potensial, memungkinkan untuk mewudjukan keinginan tersebut.

3. Menguatkan Dominasi Pasar

Jika perusahaan A dan B memiliki pasar yang sama, kemudian perusahaan A mencaplok perusahaan B melalui jalur akuisisi, maka secara langsung hal ini semakin meneguhkan dominasi pasar perusahaan A.

Jika sebelumnya misal penguasaan pasar perusahaan A hanya 30 persen, dengan adanya akuisisi ini, market share mereka akan meningkat.

4. Menguatkan Bisnis Inti

Umumnya akuisisi bisnis bertujuan untuk menguatkan core business (bisnis utama) perusahaan.

Hal itulah yang menjadi alasan dalam melakukan akuisisi terhadap perusahaan lain, terutama yang memiliki pangsa pasar yang sama.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pasal Pph 23 dan Hubungannya Bagi Bisnis Anda

Klasifikasi Akuisisi dalam bisnis

Klasifikasi Akuisisi dalam bisnis

ilustrasi akuisisi bisnis. source envato

Ada beragam jenis klasifikasi akuisisi bisnis. Berikut ini ragamnya.

A. Berdasar Objek Akuisisi

Ditinjau dari objek akuisisi, berikut ini klasifikasi akuisisi bisnis.

1. Akuisisi Saham

Akuisisi saham merupakan akuisisi melalui pembelian saham perusahaan. Dalam hal ini, pembeli hanya memiliki penguasaan secara saham saja.

2. Akuisisi Aset

Jenis akuisisi lainnya adalah akuisisi aset. Pada akuisisi ini dilakukan pembelian aset perusahaan.

B. Berdasar Jenis Usaha

Dilihat dari perusahaan yang menjadi target akuisisi, klasifikasi sebagai berikut:

1. Akuisisi horizontal.

Akuisisi horizontal adalah melakukan pengambilalihan perusahaan yang memiliki lini bisnis yang sama. Dengan begitu, tujuan akuisisi ini untuk meningkatkan penguasaan pangsa pasar.

2. Akuisisi Vertikal

Akuisisi vertikal merupakan akuisisi untuk mengambil alih perusahaan yang memiliki keterkaitan usaha.

Sebagai contoh, perusahaan A yang bergerak di bidang produksi tekstil mengakuisisi perusahaan B yang bergerak di bidang logistik. Harapannya dengan akuisisi tersebut proses distribusi barang akan lebih lancar.

3. Akuisisi Lain

Akuisisi lainnya adalah yang pengambilalihan yang sama sekali tidak terkait dengan perusahan. Sebagai contoh, perusahaan sepatu mengakuisisi perusahaan kelapa sawit.

Kedua perusahaan tersebut memiliki lingkup bisnis yang berbeda. Tujuan akuisisi ini adalah untuk memperkuat portofolio perusahaan.

Baca juga : Tips Mengajukan Pinjaman Dana ke Bank untuk Kembangkan Bisnis

Contoh Akuisisi bisnis

Contoh Akuisisi bisnis

ilustrasi akuisisi bisnis. source envato

Ada banyak contoh akuisisi bisnis yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri. Di bidang teknologi misalnya, Facebook mengakuisisi Whatsapp pada 2014 lalu dengan nilai USD $19 milyar.

Contoh lainnya adalah Western Digital yang mengakuisisi Sandisk dengan nilai USD $19 milyar. Di dalam negeri, contohnya ada BCA yang sudah resmi mengakuisisi Rabobank pada Desember 2019 lalu.

Salah satu contoh akuisisi bisnis yang terkenal di Indonesia adalah akuisisi oleh PT Unilever Indonesia Tbk. atas PT Ades Alfindo Putrasetia, yang merupakan salah satu produsen air minum dalam kemasan (AMDK) terkemuka di Indonesia. Akuisisi ini terjadi pada tahun 2006.

Pada saat itu, PT Unilever Indonesia Tbk., anak perusahaan dari Unilever, perusahaan konsumen terkemuka dunia, memutuskan untuk memperluas portofolio bisnis mereka dengan mengakuisisi PT Ades Alfindo Putrasetia.

PT Ades Alfindo dikenal atas merek air minum dalam kemasan “Ades,” yang telah menjadi salah satu merek terkemuka di pasar AMDK di Indonesia.

Akuisisi ini memungkinkan Unilever untuk memasuki pasar AMDK yang berkembang pesat di Indonesia dan mendapatkan akses ke merek yang sudah dikenal dengan baik.

Dengan mengintegrasikan bisnis Ades ke dalam operasi Unilever Indonesia, perusahaan dapat memperluas portofolio produknya, termasuk minuman non-karbonasi, dan memanfaatkan infrastruktur distribusi yang sudah ada.

Menarik memang menyaksikan beragam langkah strategis yang dilakukan perusahaan untuk menguatkan maupun memperluas bisnis yang digelutinya.

Baca juga: PT (Perseroan Terbatas): Pengertian PT, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsurnya

Penutup

Perlu diingat bahwa akuisisi bukanlah langkah yang diambil secara sembrono. Sebuah akuisisi yang sukses memerlukan analisis dan perencanaan yang matang, serta pemahaman yang dalam tentang risiko dan manfaat yang terkait.

Semua pihak yang terlibat dalam akuisisi, baik pembeli maupun penjual, harus mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari tindakan tersebut.

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, akuisisi bisnis akan terus menjadi topik yang menarik dan relevan. Ini adalah langkah strategis yang sering digunakan untuk mencapai pertumbuhan yang cepat dan perluasan bisnis.

Dengan memahami konsep ini secara mendalam, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola portofolio mereka, sementara investor dapat menilai peluang investasi dengan lebih baik.

Jika Anda berencana melakukan akuisisi perusahaan atau perusahaan Anda ingin di akuisisi oleh perusahaan besar.

Anda perlu memerhatikan laporan keuangan bisnis Anda. Karena laporan keuangan adalah indikator baik atau tidaknya kesehatan keuangan pada bisnis terkait.

Untuk memudahkan dan meminimalisir kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan, Anda bisa mencoba menggunakan tools yang mudah dioperasikan dan memiliki fitur lengkap seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari ratusan ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

125 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait