Pengertian Lembaga: Pengertian, dan Contoh Lembaga di Indonesia

oleh | Mar 16, 2022

source envato.

Pengertian Lembaga: Pengertian, dan Contoh Lembaga di Indonesia

Sebagian dari kita pasti masih sulit membedakan pengertian lembaga dengan organisasi atau perusahaan. Padahal, kita bisa sangat mudah menemukan banyak lembaga di sekitar kita.

Lalu, apa pengertian lembaga yang sebenarnya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang lembaga di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Lembaga

Pada dasarnya, pengertian lembaga adalah suatu institusi yang mana di dalamnya terdapat seperangkat nilai, norma, dan berbagai keyakinan yang sifatnya nyata dan berpusat pada beragam kebutuhan sosial serta serangkaian tindakan lainnya yang sangat penting dan juga berulang.

Istilah ini cukup sering kita dengar di sekitar kita, dan sering dikaitkan dengan organisasi sosial, masyarakat, formal dan juga informal.

Baca juga: Cara Menghitung SHU (Surat Hasil Usaha) Badan Koperasi

Pengertian Lembaga Menurut Para Ahli

Agar bisa lebih mengerti tentang pengertian lembaga, kita bisa membaca pendapat dari para ahli terkait pengertian lembaga di bawah ini.

1. Macmillan

Macmillan menerangkan bahwa pengertian lembaga adalah seperangkat keyakinan, norma, dan juga nilai nyata yang terpusat pada keperluan sosial dan serangkaian tindakan yang penting untuk dilakukan dan berulang.

2. Hendropuspito

Menurut Hendropuspito, pengertian lembaga adalah wujud lain dari organisasi yang dibuat secara rapi dari berbagai pola kelakuan, relasi dan peranan sebagai suatu cara yang mengikat agar bisa mencapai beragam kebutuhan sosial dasar.

3. Adelman dan Thomas

Berdasarkan Adelman dan Thomas, pengertian lembaga adalah salah satu bentuk interaksi yang dilakukan oleh manusia dan didalamnya terdapat tiga tingkatan, yakni.

  • Tingkat pertama: nilai kultural yang akan menjadi acuan bagi suatu institusi yang tingkatannya lebih rendah.
  • Tingkat kedua: hukum dan peraturan yang mengkhususkan pada aturan main.
  • Tingkat ketiga: peraturan kontraktual yang digunakan  dalam proses transaksi.

4. Schmidt

Pengertian lembaga menurut Schmidt adalah sekelompok orang yang mempunyai hubungan tertarik dengan cara memberikan hak, kewajiban, kepentingan dan tanggung jawab secara bersama-sama.

Baca juga: Crowdsourcing: Ini Pengertian dan Manfaatnya Dalam Bisnis

Unsur-Unsur Kelembagaan

Berdasarkan pengertian lembaga yang sudah dijelaskan diatas, maka unsur-unsur dari lembaga adalah sebagai berikut:

  1. Lembaga menjadi pondasi untuk membangun tingkah laku masyarakat di suatu daerah.
  2. Norma tingkah laku akan mengakar di dalam masyarakat dan akan diterima secara luas agar bisa melayani tujuan bersama yang didalamnya terkandung nilai khusus serta menghasilkan interaksi antar manusia yang lebih terstruktur.
  3. Peraturan dan penegakan hukum atau aturan
  4. Aturan di dalam masyarakat yang mampu memfasilitasi koordinasi serta kerjasama dengan dukungan hak, kewajiban, dan tingkah laku setiap anggota.
  5. Kontrak
  6. Kode etik
  7. Hak milik.
  8. Pasar
  9. Organisasi
  10. Insentif agar bisa mendapatkan tingkah laku yang memang diinginkan.

Baca juga: Business Process Management atau BPM Adalah: Ini Pengertian dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Perbedaan Lembaga dan Organisasi

Sebagian besar orang banyak yang menganggap bahwa lembaga dan organisasi adalah dua hal yang sama. Padahal, keduanya jelas berbeda.

S.B. Hari Lubis menjelaskan bahwa organisasi adalah kesatuan sosial dari kelompok manusia yang saling menjalin interaksi, yang mana seluruh anggotanya mempunyai tugas dan fungsi dengan batasan yang jelas, sehingga bisa secara tegas dipisahkan dengan lingkungannya.

Itu artinya, organisasi bisa bersifat formal dan informal. Organisasi juga mempunyai struktur yang jelas, yang mana setiap anggotanya mempunyai spesialisasi tertentu.

Tentunya hal ini berbeda dengan lembaga. Di dalam lembaga, tidak wajib memiliki spesifikasi dalam memberikan tanggung jawab diantara para anggotanya. Lembaga pun tidak harus mempunyai kantor sebagai suatu tempat berkumpul dan juga bekerja.

Pada umumnya, lembaga juga lebih bersifat non-formal karena tidak bisa memenuhi beberapa syarat sebagai legalisasi dan juga pengakuan dari pihak pemerintah.

Baca juga: Mengenal HACCP dalam Proses Produksi Pangan

Contoh Lembaga dan Organisasi di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa contoh lembaga dan organisasi di Indonesia.

1. Contoh Lembaga

  • Lembaga HAM (Hak Asasi Manusia): peraturan terkait HAM dibuat oleh pemerintah agar bisa mengatur berbagai isu HAM yang ada di Indonesia.
  • Lembaga Perlindungan Anak: peraturan perlindungan anak sudah diatur oleh pihak pemerintah agar bisa memberikan perlindungan pada anak dan juga menjamin kelangsungan akan tumbuh kembangnya di negara Indonesia.

2. Contoh Organisasi

  • KOMNAS HAM: tujuan dibentuknya komnas HAM adalah agar bisa menjalankan peraturan HAM yang sudah dibuat oleh Pemerintah. KOMNAS HAM dikenal sebagai organisasi karena mempunyai struktur yang jelas di beberapa bidang atau divisi.
  • KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia); KPAI adalah organisasi kelembagaan karena didirikan sesuai hukum dan bersifat legal. KPAI juga mempunyai struktur yang rapi agar bisa menjalankan undang-undang perlindungan anak di Indonesia.

Baca juga: Service Blueprint: Definisi, Komponen, dan Manfaatnya dalam Pengembanga

Pelembagaan atau Institusionalisasi

Tidak selamanya pelembagaan memberikan dampak yang baik. Salah satu contoh dari dampak buruk pelembagaan adalah birokrasi yang bisa menyebabkan berbagai isu, seperti layanan yang lambat, inefisiensi, proses yang rumit, serta biaya yang mahal.

Suatu organisasi sangat mungkin menjadi lembaga melalui proses yang institusional, dengan syarat sebagai berikut:

  • Terdapat norma yang mampu dihayati oleh masyarakat sebagai para anggotanya.
  • Memberikan benefit yang besar ke seluruh anggotanya
  • Organisasi mempunyai stabilitas dan kapabilitas dalam memecahkan masalah

Nah, terdapat beberapa tahap yang bisa dilakukan dalam proses pelembagaan suatu organisasi, yaitu:

  • Norma dan juga perilaku yang baru dikembangkan dan disepakati bersama-sama.
  • Norma dan perilaku harus dipublikasikan dan diuji coba kepada masyarakat
  • Bila manfaatnya besar, akan mendapatkan pengakuan dari masyarakat.
  • Pengakuan tersebut akan mengundang penghargaan dari masyarakat. Artinya, terdapat upaya dari masyarakat pada perilaku yang menyimpang dan tindakan pelanggaran, sehingga selalu ditaati secara lebih swakarsa.
  • Norma dan juga perilaku tersebut akan terus dihayati dan akan mendarah daging di tengah kehidupan masyarakat.

Baca juga: Mengenal Behavioral Analytics dalam Proses Pengembangan Produk Digital

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang lembaga. Jadi, lembaga adalah suatu institusi yang mana di dalamnya terdapat seperangkat nilai, norma, dan berbagai keyakinan yang sifatnya nyata dan berpusat pada beragam kebutuhan sosial serta serangkaian tindakan lainnya yang sangat penting dan juga berulang.

Lembaga pun tidak bisa disamakan dengan organisasi ataupun perusahaan, karena terdapat perbedaan dalam unsur dan proses pelaksanaannya.

Tapi, baik itu lembaga ataupun organisasi, akan selalu memerlukan manajemen keuangan yang baik dan laporan yang tepat agar bisa membantu membuat keputusan yang tepat di masa depan.

Untungnya, saat ini sudah ada software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online yang akan membantu Anda dalam membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis. Selain itu, berbagai fitur dan modul di dalamnya juga akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efektif dan efisien.

Penasaran? Ayo klik banner di bawah ini untuk mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait