Pengertian Merger Horizontal dan 7 Manfaat Besarnya Bagi Bisnis

oleh | Jan 11, 2024

source envato.

Pengertian Merger Horizontal dan 7 Manfaat Besarnya Bagi Bisnis

Dalam era globalisasi yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan sering kali menghadapi tantangan besar dalam upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing mereka. Salah satu strategi yang semakin populer dalam dunia bisnis adalah merger horizontal atau horizontal merger.

Merger horizontal mengacu pada penggabungan dua perusahaan yang beroperasi dalam industri yang sama atau sejenis. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam konteks strategi bisnis, karena memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur industri, pertumbuhan perusahaan, dan persaingan pasar.

Pada dasarnya, horizontal merger menciptakan sinergi antara dua entitas bisnis yang sebelumnya bersaing. Sebagai contoh, perusahaan A yang berfokus pada produksi barang tertentu dapat menggabungkan kekuatannya dengan perusahaan B yang memiliki keahlian dalam distribusi produk serupa.

Kolaborasi ini dapat menciptakan efisiensi operasional, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan pangsa pasar bersama.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa merger horizontal bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Pengambilan keputusan ini memerlukan analisis mendalam tentang dampaknya terhadap pasar, konsumen, dan pesaing. Selain itu, regulasi dan aspek hukum juga menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang konsep merger horizontal, strategi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan hasilnya, serta risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan yang memutuskan untuk mengadopsi strategi ini.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang horizontal merger, perusahaan dapat membuat keputusan yang cerdas dan strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.

Pengertian Merger Horizontal

Pengertian Merger Horizontal

ilustrasi horizontal merger. source envato

Merger horizontal atau horizontal merger adalah jenis penggabungan dua perusahaan atau lebih yang beroperasi dalam industri yang sama atau sejenis, seperti yang dijelaskan dalam laman Investopedia. Dalam konteks ini, perusahaan-perusahaan yang bergabung umumnya memiliki kegiatan bisnis atau lini produk yang saling terkait atau serupa.

Tujuan utama dari horizontal merger adalah untuk menciptakan sinergi dan menggabungkan kekuatan kedua entitas tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperkuat posisi pasar bersama.

Beberapa alasan umum di balik keputusan untuk melakukan horizontal merger antara perusahaan-perusahaan termasuk:

1. Peningkatan Skala Operasional

Dengan menggabungkan dua entitas bisnis yang serupa, perusahaan dapat mencapai skala operasional yang lebih besar. Ini dapat mengakibatkan efisiensi produksi, distribusi, dan manajemen yang lebih baik.

2. Diversifikasi Produk atau Layanan

Melalui horizontal merger, perusahaan dapat diversifikasi produk atau layanan yang mereka tawarkan. Hal ini dapat meningkatkan portofolio produk perusahaan dan memungkinkan mereka merespons lebih baik terhadap perubahan permintaan pasar.

3. Peningkatan Posisi Tawar Bersama

Dengan menggabungkan kekuatan dua pesaing, perusahaan dapat meningkatkan posisi tawar bersama mereka di pasar. Ini dapat mencakup negosiasi harga yang lebih baik dengan pemasok atau peningkatan daya tawar terhadap pesaing lain.

4. Efisiensi Operasional

Menggabungkan operasi bisnis yang serupa dapat menghasilkan efisiensi dalam berbagai aspek, termasuk manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi, dan rantai pasokan.

5. Peningkatan Pangsa Pasar

Merger horizontal dapat membantu perusahaan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar atau memperkuat kehadirannya di pasar tertentu.

Meskipun horizontal merger dapat memberikan berbagai keuntungan, keberhasilan implementasinya sering kali bergantung pada integrasi yang baik antara dua perusahaan tersebut.

Selain itu, perusahaan juga perlu memperhatikan aspek hukum dan regulasi yang terkait dengan penggabungan, karena beberapa negara memiliki aturan yang mengawasi atau membatasi tindakan tersebut untuk mencegah terjadinya monopoli atau oligopoli yang merugikan persaingan pasar.

Baca juga: Pengertian Merger Vertikal dan Bedanya dengan Merger Horizontal

Manfaat Merger Horizontal

Manfaat Merger Horizontal

ilustrasi horizontal merger. source envato

Merger horizontal dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan yang terlibat, asalkan penggabungan tersebut direncanakan dan diimplementasikan dengan baik. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari horizontal merger:

1. Efisiensi Operasional

Melalui penggabungan operasional, perusahaan dapat mencapai efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, produksi, dan distribusi. Kombinasi kekuatan kedua perusahaan dapat menghasilkan proses yang lebih efisien, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan marjin keuntungan.

2. Skala Operasional Lebih Besar

Merger horizontal dapat memberikan skala operasional yang lebih besar kepada perusahaan gabungan. Dengan skala yang lebih besar, perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari ekonomi skala, seperti harga yang lebih baik dari pemasok dan biaya distribusi yang lebih rendah.

3. Diversifikasi Portofolio Produk atau Layanan

Melalui horizontal merger, perusahaan dapat memperluas dan mendiversifikasi portofolio produk atau layanan mereka. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk atau layanan tertentu, sehingga perusahaan menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi pasar.

4. Peningkatan Pangsa Pasar

Merger horizontal dapat memberikan perusahaan akses langsung ke pangsa pasar yang lebih besar atau dapat memperkuat posisi mereka di pasar yang sudah ada. Ini dapat meningkatkan daya tawar perusahaan di pasar dan memungkinkan mereka untuk bersaing lebih baik.

5. Inovasi dan R&D Bersama

Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian riset dan pengembangan (R&D) dari dua perusahaan, horizontal merger dapat meningkatkan kapasitas inovasi. Kolaborasi ini dapat menghasilkan produk atau teknologi baru yang lebih canggih dan dapat memperkuat daya saing perusahaan.

6. Manfaat Pajak

Merger horizontal juga dapat memberikan manfaat pajak, tergantung pada struktur keuangan dan hukum pajak yang berlaku. Beberapa negara memiliki insentif pajak untuk mendorong penggabungan perusahaan.

7. Manfaat Keuangan

Dengan kombinasi kekuatan keuangan kedua perusahaan, perusahaan gabungan dapat memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya keuangan, termasuk pendanaan dan kredit. Ini dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko keuangan dan melaksanakan proyek-proyek strategis.

Namun, penting untuk diingat bahwa keberhasilan merger horizontal tidak selalu dijamin, dan implementasi yang kurang hati-hati dapat menghasilkan tantangan dan risiko. Oleh karena itu, analisis yang cermat dan perencanaan yang baik sangat penting dalam meraih manfaat yang diinginkan dari horizontal merger.

Baca juga: Pengertian Merger Perusahaan dan Alasan Kenapa Perusahaan Melakukan Merger

Contoh Merger Horizontal

Contoh Merger Horizontal

ilustrasi horizontal merger. source envato

Contoh horizontal merger dapat ditemukan dalam berbagai industri dan sektor ekonomi. Salah satu contoh yang terkenal adalah merger antara dua perusahaan farmasi, Pfizer dan Warner-Lambert, yang terjadi pada tahun 2000. Berikut adalah gambaran singkat tentang merger ini:

Pfizer dan Warner-Lambert:

Industri: Farmasi

Tahun Merger: 2000

Latar Belakang: Pfizer, perusahaan farmasi global, mengakuisisi Warner-Lambert, perusahaan farmasi lain yang terkenal, melalui sebuah kesepakatan yang bernilai miliaran dolar.

Alasan Merger: Warner-Lambert memiliki hak pengembangan dan pemasaran untuk Lipitor, obat kolesterol terlaris saat itu. Pfizer, yang memiliki kepentingan besar di pasar obat kolesterol, melihat potensi besar dalam menggabungkan portofolio produk mereka dengan Lipitor.

Manfaat yang Diharapkan: Merger ini diharapkan meningkatkan pangsa pasar Pfizer di bidang kolesterol dan membawa keuntungan finansial melalui penjualan obat terlaris.

Integrasi: Setelah merger, Pfizer berhasil mengintegrasikan operasi dan pemasaran Lipitor, yang kemudian menjadi salah satu obat terlaris dalam sejarah industri farmasi.

Horizontal merger seperti ini menciptakan sinergi karena kedua perusahaan berada dalam industri farmasi dan memiliki lini produk yang bersifat komplementer. Penggabungan ini memberikan Pfizer akses eksklusif ke teknologi dan hak atas obat yang sangat sukses.

Selain itu, dalam dunia teknologi, dapat diambil contoh merger antara Microsoft dan LinkedIn yang terjadi pada tahun 2016. Microsoft mengakuisisi LinkedIn dengan nilai transaksi yang mencapai miliaran dolar.

Dalam kasus ini, perusahaan teknologi (Microsoft) menggabungkan kekuatannya dengan platform jejaring sosial bisnis (LinkedIn) untuk menciptakan sinergi di antara produk dan layanan mereka.

Baca juga: Apa itu Konsep Bisnis? Ini Pengertian dan Fungsinya!

Penutup

Merger horizontal merupakan strategi bisnis yang melibatkan penggabungan dua perusahaan atau lebih yang beroperasi dalam industri yang sama atau sejenis.

Kesimpulannya, merger horizontal dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan, termasuk efisiensi operasional, skala operasional yang lebih besar, diversifikasi portofolio produk, peningkatan pangsa pasar, inovasi bersama, manfaat pajak, dan manfaat keuangan.

Namun, kesuksesan merger horizontal tidak dapat dijamin, dan implementasinya memerlukan perencanaan yang hati-hati. Proses integrasi yang baik dan analisis mendalam terhadap dampak pasar, keuangan, dan operasional sangat penting.

Oleh karena itu, perusahaan yang mempertimbangkan merger horizontal harus memahami dengan cermat tujuan strategis, potensi risiko, dan manfaat jangka panjang yang ingin dicapai.

Selaint itu, Anda juga bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Aplikasi bisnis yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini mampu membantu Anda dalam mencapai kesuksesan merger yang sudah disebutkan di atas.

Accurate Online mampu membantu Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang, mengelola arus kas, melakukan rekonsiliasi bisnis, hingga membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses dimana saja secara real-time.

Lebih dari itu, aplikasi ini juga bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu sekitar 200 ribuan saja per bulannya. Bahkan, Anda bisa lebih dulu mencobanya selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait