Mengetahui Penyebab Terjadinya Perusahaan Pailit dan Cara Menghadapinya

Bagi para pebisnis, perusahan pailit adalah suatu tragedi yang sangat besar. Terlebih lagi ada banyak sekali penyebab perusahaan mengalami pailit.

Di sisi lain, kebangkrutan pada usaha kecil bisa menjadi suatu hal yang traumatis, harus di bayar mahal dan bisa merusak finansial. Nah, terdapat beberapa cara untuk bisa mengurangi risiko perusahaan pailit.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami sudah merangkum berbagai penyebab terjadinya perusahaan pailit dan cara menghadapinya.

Apa itu Kepailitan?

Berdasarkan laman Wikipedia, kepailitan atau pailit mengacu pada proses hukum yang berkaitan dengan orang yang sudah tidak lagi mampu memenuhi kewajiban keuangan atau tidak mempunyai prospek untuk membayar kembali iuran di masa depan saat sudah jatuh tempo.

Bentuk permohonan tersebut dimulai saat permohonan diajukan oleh debitur atau kreditur di hadapan pengadilan atau pejabat yang berwenang dengan cara mengajukan permohonan, yang aman orang tersebut menyatakan dirinya pailit.

Hasilnya sendiri bergantung pada keputusan pengadilan untuk menerima atau menolak permohonan tersebut. Dalam penerimaan petisi, pihak pengadilan akan memutuskan untuk merampas aset pribadi orang yang bankrut di antara kreditur atau bank yang berbeda.

Untuk itu, jika ada pebisnis yang ingin mengajukan permohonan kepailitan, dirinya harus terlebih dahulu melunasi utangnya yang dimintakan bantuan pada pengadilan.

Tahap tersebut menjadi tahap akhir dari kepailitan dan memberikan kesempatan baru pada orang yang sudah tidak lagi mampu untuk memulainya dari awal, yakni membebaskan individu ataupun perusahaan dari seluruh utang dan kerugian lain dari kepailitan.

Dalam proses ini, kekayaan debitur akan diukur dan dievaluasi dan digunakan untuk proses pembayaran utang, orang atau badan yang berutang pada krediturnya. Hal tersebut terjadi saat kepailitan ditentukan oleh pihak pengadilan dan perintah hukum diberikan untuk proses penyelesaiannya.

Namun, mengajukan perusahaan pailit bukanlah suatu hal mudah, Anda harus mempertimbangkan berbagai kelebihan dan kekurangn dari efek jangka panjang pada utang dan juga kredit Anda.

Tapi, mengajukan perusahaan pailit bisa menjadi pilihan terbaik jika Anda tidak bisa melunasi utang dalam kurun waktu lima tahun, jumlah utang Anda lebih besar 40% dari penghasilan Anda, Anda sudah berusahaa membayar utang tapi tidak ada perkembangan, proses pembayaran utang menghambat Anda untuk bisa memenuhi tujuan keuangan lain.

Baca juga: Mengenal Key Activities dalam Bisnis Beserta Kategorinya

Penyebab Perusahaan Pailit

1. Kondisi Pasar yang Sulit

Kondisi yang buruk dalam segi perekonomian secara menyeluruh dan pasar tertentu menjadi penyebab umum terjadinya perusahaan pailit. Perekonomian negara akan cenderung mengikuti siklus Boom dan bust dari ekspansi yang disertai dengan resesi.

Selama terjadi periode bust, kepercayaan konsumen dan pengeluaran mereka akan menurun, hal tersebut bisa menyebabkan pendapatan yang rendah bagi perusahaan. Perusahaan yang terlibat di dalam ceruk pasar tertentu pun akan sangat rentan terkena pergeseran preferensi pelanggan.

Contohnya, saat ini bisnis CD atau DVD musik yang menjual piringan hitam serta toko CD sudah mulai tutup karena banyaknya konsumen yang beralih ke musik digital. Persaingan yang terjadi pada perusahaan besar menjadi faktor lain kenapa pendapatan perusahaan kecil semakin menurun dan menimbulkan pailit.

2. Arus Kas yang Buruk

Masalah utama yang banyak dirasakan oleh UMKM adalah buruknya arus kas. Arus kas ini mengacu pada waktu Anda dalam memperoleh uang dan membayar tagihan. Contohnya, Anda memperoleh pesanan seharga 100 ribu rupiah, dan modalnya adalah 70 ribu rupiah. Dalam hal ini anda bisa memperoleh keuntungan sebesar 30 ribu rupiah.

Tapi, jika supplier Anda mewajibkan anda untuk melakukan pembayaran dalam kurun waktu 30 hari dan klien Anda baru melunasinya dalam waktu 60 hari, maka Anda tidak bisa membayar tagihan.

3. Kesulitan Menemukan Pembiayaan

Salah satu tantangan yang sering dihadapi pebisnis adalah mendapatkan modal usaha. Banyak pebisnis yang memilih untuk mengajukan pinjaman untuk membantu membiayai operasional bisnisnya. Jika selanjutnya bisnis mengalami kesulitan keuangan, pihak kreditur kemungkinan besar tidak ingin memberikan dana tambahan, dan hal tersebut akan menyebabkan kebangkrutan.

4. Pengambilan Keputusan yang Buruk

Penyebab perusahaan pailit yang terakhir adalah minimnya perencanaan dan pemikiran yang tepat, sehingga membuat pebisnis harus tergesa-gesa dalam membuat keputusan dan berakhir pailit.

Contohnya, perusahaan lebih memilih menghabiskan waktu dan uangnya untuk mengembangkan produk yang diyakininya dengan tanpa melakukan survei pelanggan dan mempelajari biaya produksi untuk menilai potensi keuntungan dari produk tersebut.

Baca juga: Apa itu Harga Pasar? Dapatkan Pengertian Lengkapnya di Sini!

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang penyebab perusahaan pailit. Dengan mengetahuinya, maka Anda akan bisa membuat perencanan bisnis yang tepat agar bisa terhindar dari pailit.

Salah satu penyebab utama dari perusahaan pailit adalah buruknya perusahaan dalam mengelola arus kas keuangannya. Terlebih lagi pada bisnis kecil, mereka seringkali mengabaikan pembukuan dan melacak keuangan karena mereka menganggap hal tersebut memakan waktu yang lama dan juga sulit untuk dilakukan.

Nah untuk mengatasi hal tersebut, #lebihbaik Anda menggunakan aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Aplikasi ini akan membantu Anda untuk mengelola bisnis dan mengembangkan bisnis secara menyeluruh.

Di dalamnya, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan memudahkan Anda dalam mengelola arus kas bisnis.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis lain yang akan membantu Anda untuk melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Bagaimana, tertarik dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.