Perusahaan TBK adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Cara Menjadi Perusahaan TBK

Sederhananya, perusahaan Tbk adalah perusahaan terbuka. Suatu perusahaan PT yang sudah diakhiri dengan kata Tbk adalah perusahaan perseroan terbuka atau perusahaan publik. Nah, pada artikel ini kami akan membahas secara lengkap pengertian dari perusahaan Tbk, karakteristik, perbedaan perusahaan terbuka dan perusahaan tertutup, kelebihan dan kekurangannya.

Perusahaan Tbk Adalah

Dalam dunia bisnis, perusahaan Tbk adalah perusahaan yang bentuk kepemilikannya disalurkan kepada para pemilik saham, yakni masyarakat, dengan perdagangan saham yang tersedia di bursa efek Indonesia atau BEI.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, perusahaan Tbk adalah perusahaan perseroan terbatas dimana kepemilikan sahamnya dimiliki oleh minimal oleh 300 pemilik saham dan mengantongi modal minimal tiga milyar rupiah, sesuai peraturan pemerintah pusat.

Artinya, perusahaan Tbk adalah perusahaan yang mampu menjual saham dan obligasinya kepada masyarakat untuk menghimpun modal, yakni uang tunai guna mengerjakan kegiatan ekspansi bisnis atau proyek lain yang menguntungkan perusahaan.

Namun, banyak pihak menilai bahwa perusahaan Tbk adalah sama dengan perusahaan emiten, padahal sudah jelas kedua hal tersebut berbeda.

Emiten adalah perusahaan, perseorangan, kelompok organisasi atau usaha bersama yang mampu menawarkan efek dengan bentuk saham, surat utang, dll. Sedangkan perusahaan Tbk adalah perusahaan perseroan terbatas yang telah resmi menjadi initial public offering (IPO) yang mana sahamnya sudah dimiliki para investor.

Baca juga: PT (Perseroan Terbatas): Pengertian, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsur-unsur PT

Karakteristik Perusahaan TBK

Terdapat lima karakteristik utama yang membedakan perusahaan terbuka dengan perusahaan lainnya, kelima karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Perusahaan Tbk adalah perusahaan yang memiliki tujuan yang wajib diraih oleh setiap pihak komponen yang terlibat didalamnya, termasuk para investor. Tujuan dari perusahaan Tbk ini sudah ditetapkan dan dibuat dengan jelas sehingga akan lebih mudah dicerna oleh seluruh komponen perusahaan.

2. Menawarkan Dividen Pada Investor

Dividen adalah bentuk pembagian keuntungan atau laba perusahaan yang disalurkan ke para pemegang saham. Tapi, ada masanya bentuk keuntungan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan modal usaha atau mengembangkan usaha sehingga tidak bisa dicairkan.

3. Tidak Mendapat Fasilitas dari Negara

Perusahaan Tbk adalah perusahaan non-pemerintah, sehingga mereka harus bertanggung jawab sendiri atas seluruh kepentingan operasional usaha. Pada umumnya, perusahaan Tbk akan melakukan pengadaan barang inventaris atau kebutuhan lainnya dengan memanfaatkan modal usaha.

4. Investor Tidak Bertanggung Jawab Atas Operasional

Setiap investor atau pemegang saham tidak bertanggung jawab atas operasional perusahaan, termasuk tingkat kelalaian yang ada pada perusahaan tersebut. Lebih dari itu, para investor juga tidak boleh ikut campur dalam mengelola finansial perusahaan, karena hal tersebut adalah tanggung jawab direksi dan jajaran terkait.

5. Keputusan Ditentukan oleh RUPS

Sistem pengambilan keputusan pada perusahaan Tbk adalah ditentukan dengan RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham. Biasanya, rapat ini diselenggarakan untuk menentukan siklus modal dan berbagai faktor utama lain untuk menjalankan operasional perusahaan.

Perbedaan Perusahaan TBK Dengan Perusahaan Tertutup

Perbedaan utama perusahaan tertutup dengan perusahaan Tbk adalah pada sumber modalnya. Sebagian modal pada perusahaan Tbk adalah berasal dari masyarakat, sedangkan pada perusahaan tertutup modal yang didapat biasanya didapat dari kalangan tertentu saja.

Perbedaan lainnya adalah sistem kepemilikan pada perusahaan tertutup hanya dimiliki oleh pihak tertentu saja, sedangkan kepemilikan pada perusahaan Tbk adalah masyarakat umum. Hal ini dikarenakan saham perusahaan Tbk bisa dibeli oleh masyarakat umum di bursa efek.

Perusahaan Tbk juga bisa mengumpulkan modal dalam bentuk uang tunai yang didapat dari penjualan saham atau obligasinya, sedangkan perusahaan tertutup tidak bisa melakukan hal tersebut. Selain itu, perusahaan Tbk juga harus melapor pada BAPEPAM atau Badan Pengawas Pasar Modal, sedangkan perusahaan tertutup tidak memiliki kewajiban tersebut.

Baca juga: Ingin Memulai Bisnis Tanpa Modal? Berikut Tipsnya

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Perusahaan Tbk

Walaupun ada banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan perusahaan saat menjadi perusahaan Tbk, namun ada saja beberapa kekurangan atau risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan Tbk. Salah satunya adalah adanya keterbukaan informasi dan keputusan pengembangan bisnis yang harus disebarkan pada para pemegang saham.

Untuk itu, sebelum Anda memutuskan untuk membawa perusahaan Anda ke lantai bursa, di sarankan agar Anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

1. Kelebihan

Kelebihan pertama yang pastinya dirasakan adalah rasa bangga. Dengan adanya gelar Tbk ini, maka perusahaan Anda menjadi lebih meyakinkan karena sahamnya bisa dimiliki oleh banyak investor.

Perusahaan juga berpeluang besar untuk melakukan ekspansi Dalam hal finansial, perusahaan Tbk juga mendapatkan fasilitas insentif pajak penghasilan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.56 Tahun 2015.

Selain itu, perusahaan Tbk juga bisa meningkatkan likuiditas dan para pendiri perusahaan bisa menikmati hasil usahanya menjadi perusahaan Tbk, karena semakin banyak investor yang membeli saham perusahaannya, maka akan semakin banyak pula modal yang bisa mereka dapatkan. Perusahaan Tbk juga bisa melakukan diversifikasi bisnis untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.

Lebih dari itu, perusahaan Tbk juga lebih mudah untuk melakukan merger atau negosiasi dengan perusahaan lain hanya dengan memanfaatkan sahamnya. Kemudian, hal tersebut akan mampu meningkatkan potensi pasar dalam meningkatkan penjualannya.

2. Kekurangan

Dengan menjadi perusahaan Tbk, maka Anda juga harus siap menghadapi segala jenis kekurangan, risiko atau kerugian. Risiko delisting atau pencoretan nama perusahaan dari papan penjualan adalah salah satunya. Tapi, risiko ini bisa diminimalisir dengan tidak melakukan kecurangan yang mampu mempengaruhi pergerakan saham. Hal ini biasanya disebut dengan goreng saham

Beberapa kekurangan lainnya adalah perusahaan Tbk harus melakukan pelaporan wajib kepada BEI. Laporan tersebut mencakup laporan keuangan, kegiatan korporasi per kuartal, per semester, sampai per tahun. Proses pembuatan laporan keuangan yang lengkap tersebut biasanya memerlukan biaya yang banyak.

Selain itu, perusahaan Tbk juga harus transparan pada para investor, sehingga seluruh bisnis, data, hingga manajemen perusahaan bisa saja terlihat oleh investornya. Perusahaan Tbk juga menjadi terbatas dalam hal kekuasaan kepemilikan, karena sahamnya sudah dibagikan kepada para investor.

Sehingga, setiap perusahaan Tbk harus menjaga hubungannya dengan para investor karena hal tersebut akan berdampak pada pergerakan saham perusahaan. Sebagai contoh, ada banyak investor yang merasa bahwa perusahaannya tidak transparan atau tidak pernah membagikan dividennya, hal tersebut akan membuat para investor menjual sahamnya.

Jika para investor menjual sahamnya atas perusahaan yang sama secara berbarengan, maka saham dari perusahaan tersebut akan menurun drastis, bahkan menjadi tidak ada nilainya.

Cara Menjadi Perusahaan Tbk

Untuk mengembangkan atau melakukan ekspansi bisnis, setiap pengusaha harus mencari modal yang bisa diperoleh dengan banyak cara. Salah satunya adalah melakukan pinjaman modal di bank. Tapi, pinjaman modal di bank harus disertakan dengan aset sebagai jaminan. Belum lagi, bunga kredit yang terus meningkat dan bisa membebani perusahaan.

Nah, cara lain untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan mengumpulkan dana dari masyarakat selaku investor di lantai bursa. Untuk bisa mengumpulkan dana tersebut pun ada berbagai cara. Salah satu yang paling terkenal adalah dengan menerbitkan surat utang, atau obligasi atau bonds. Cara kedua adalah dengan menjadi perusahaan Tbk.

Proses pengurusan perusahaan untuk berubah menjadi perusahaan Tbk sangat mudah. Anda hanya harus memilih perusahaan sekuritas terbaik yang berfungsi sebagai penjamin emisi efek. Lalu, perusahaan sekuritas tersebut akan membantu dan memberikan arahan pada Anda untuk bisa menjadi perusahaan Tbk.

Jika proses menuju Bursa Efek Indonesia atau BEI berjalan lancar dan sudah lolos seleksi, Anda harus memenuhi tiga kriteria utama.

Pertama, Anda harus memastikan struktur perusahaan Anda dengan jelas pada mereka yang sudah berkompeten, dan juga harus melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti laporan keuangan.

Kedua, perusahan wajib memiliki untung. Untuk itu, pastikanlah agar laba perusahaan sudah tercatat dalam laporan keuangan. Tapi, jika perusahaan belum untung, perusahaan bisa saja menjadi perusahaan Tbk, tapi akan menjadi kurang terkenal karena hanya akan tertulis di papan pengembangan, bukan pada papan utama.

Terakhir, perusahaan harus memiliki aset nyata. Artinya, perusahaan Anda harus mempunyai potensi untuk bisa berkembang dan maju. Setidaknya, Anda harus mengantongi aset sebanyak Rp 100 miliar agar bisa tercatat pada papan utama dan Rp 5 miliar untuk bisa tercatat pada papan pengembangan.

Baca juga: Arti Vendor: Fungsi Tugas dan Cara Mendapatkannya

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas, kita bisa tarik beberapa kesimpulan tentang perusahaan Tbk. Pertama, perusahaan Tbk adalah perusahaan yang seluruh sahamnya bisa dibeli oleh masyarakat. Kedua, perusahaan Tbk akan meluncurkan saham dengan cara IPO atau menjual sahamnya pada minimal satu bursa saham.

Ketiga, biasanya, perusahan yang berubah menjadi perusahaan Tbk adalah perusahaan swasta dengan tujuan menambah modal usahanya. Terakhir, banyak perusahaan Tbk yang menjadi kurang mendapatkan kendali atas kekuasaan dan pengambilan kebijakannya karena sudah dipengaruhi oleh banyak pemegang saham.

Namun, jika Anda ingin mendaftarkan perusahaan Anda menjadi perusahaan Tbk, maka Anda bisa mengikuti cara yang sudah kita bahas bersama di atas. Jangan lupa juga untuk melengkapi dokumen laporan keuangan Anda secara tepat. Nah, untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan yang  tepat, maka Anda bisa menggunakan  software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time.  Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1