Pivot Adalah Strategi Mengembangkan Bisnis yang Efektif, Ini Caranya!

Jika Anda merasa bisnis yang Anda jalani terasi kurang maksimal dalam hal menghasilkan keuntungan padahal sudah mencoba banyak cara, mungkin pivot adalah strategi yang bisa Anda gunakan untuk bisa membangkitkan usaha Anda kembali.

Beberapa bisnis besar di seluruh dunia juga sudah ada yang pernah melakukan strategi ini.  Bahkan, perusahaan besar sekelas starbucks pun pernah mencoba strategi ini dan berhasil. Lantas bagaimana cara melakukannya? Baca terus artikel tentang pivot bisnis ini hingga selesai.

Pengertian Pivot Adalah

Dilansir dari laman forbes  pivot adalah perubahan arah bisnis. Umumnya, strategi ini dilakukan ketika bisnis dirasa kurang berkembang dengan baik karena produknya tidak mampu memenuhi kebutuhan yang ada di pasar. Kondisi bisnis yang seperti ini tentunya tidak bisa berjalan untuk jangka waktu yang lama.

Untuk itu, pivot adalah strategi yang bisa dilakukan untuk bisa menyelamatkan perusahaan Anda. Saat melakukan strategi ini, pada dasarnya Anda harus memulai bisnis Anda dari awal lagi. Namun, banyak bisnis besar yang berhasil melakukan hal ini. Untuk itu, jangan takut untuk melakukannya bila Anda rasa memang perlu.

Contoh perusahaan lain yang berhasil melakukan strategi pivot adalah Slack. Saat ini, Slack adalah alat produktivitas yang sangat terkenal. Padahal, mulanya Slack adalah perusahaan gaming yang memiliki nama Tiny Spec.

Perusahaan Tiny Spec ini mempunyai aplikasi komunikasi internal yang dirasa bisa sangat bermanfaat untuk banyak orang, sehingga bisnisnya memulai arah yang baru sampai mampu mencapai titik saat ini.

Baca juga: Menggunakan Google Sheet? Berikut 31 Tips Penting yang Harus Anda Ketahui

Jenis Strategi Pivot Adalah

Dilansir dari laman cleverism, pivot adalah strategi bisnis yang harus dilakukan dengan hati-hati. Walaupun pivot memang bisa menyelamatkan bisnis dari kerugian yang besar, namun tetap harus direncanakan secara baik

agar bisa menerapkan bisnis ini, maka Anda harus mengetahui jenis pivot yang selama ini ada, sehingga Anda bisa memilih jenis pivot mana yang sesuai untuk Anda jalankan.

1. Customer Problem Pivot

Customer problem pivot adalah suatu strategi yang dilakukan untuk merubah fungsi dari produk yang Anda hasilkan. Jadi, produk yang Anda pasarkan tersebut tetap sama, namun ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan yang berbeda.

2. Market Segment Pivot

jika sebelumnya customer problem pivot adalah strategi yang dilakukan dengan merubah fungsi produk namun tetap dijual pada segmen pasar yang sama, maka market segment pivot adalah strategi memasarkan produk yang sama namun pada segmen pasar yang berbeda. Kenapa? Karena bisa jadi selama ini Anda membidik kelompok yang salah.

3. Technology Pivot

Technology pivot adalah perubahan tujuan dalam suatu platform teknologi. Teknologi yang sebelumnya sudah dibuat lantas dirancang lagi agar bisa dipasarkan dan mampu menyelesaikan masalah yang umumnya terjadi di pasar. Contoh perusahaan yang menerapkan jenis pivot ini adalah Slack, seperti yang sebelumnya sudah kami jelaskan.

4. Product Feature Pivot

Jenis pivot ini dilakukan dengan cara mengurangi ataupun menambahkan fitur produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Daripada memaksakan mereka untuk menggunakan produk tanpa adanya kebutuhan, maka akan lebih baik untuk menyesuaikan produknya dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen Anda.

5. Revenue Model Pivot

Revenue model pivot dilakukan dalam pengaturan harga produk yang Anda hasilkan. Jenis pivot ini umumnya dilakukan oleh perusahaan yang memperoleh keuntungan dari  dari subscription ataupun license dari produknya.

6. Sales Channel Pivot

Salah satu alasan kenapa saat ini bisnis Anda kurang maksimal mungkin karena salah memilih sales channel. Agar bisa memperbaikinya, maka Anda bisa melakukan strategi sales channel pivot.  Caranya adalah dengan melakukan distribusi secara tepat, menggunakan e-commerce, dan mencari strategic partner yang cocok untuk bisnis Anda.

7. Product Vs. Services Pivot

Produk yang Anda jual kemungkinan berbeda ataupun kompleks untuk dijual pada konsumen. Nah, jenis pivot yang bisa Anda lakukan adalah dengan menambahkan support service, dengan demikian produk Anda bisa bermanfaat dan memang dibutuhkan oleh konsumen.

Kapan Suatu Bisnis Harus Melakukan Pivot?

1. Ketika Pertumbuhan Stagnan 

Sebagai pebisnis, Anda bisa menerapkan strategi pivot saat terjebak dalam suatu kondisi yang mana sudah tidak ada lagi ruang yang tersisa untuk berkembang.

2. Core Value Perusahaan Tidak Sejalan dengan Pengguna 

Pivot pun seringkali digunakan saat pendiri perusahaan menyadari bahwa fokus pelanggan mereka tidak lagi sejalan dengan nilai yang mereka miliki.

3. Butuh Beradaptasi dengan Pasar 

Sebagai pebisnis, Anda harus lebih gesit dalam melakukan pendekatan ke pasar. Untuk itu, Anda dituntut untuk lebih jeli dalam beradaptasi dengan perubahan, khususnya yang berkaitan dengan pelanggan. Agar bisa mencapai hal tersebut, maka tidak jarang pivot pun dijadikan sebagai salah satu solusinya.

4. Isu Internal Dalam Tim 

Dalam perjalanan di suatu perusahaan, ada kalanya masalah dan argumen dalam satu tim terjadi. Tapi, saat anggota tim mulai kehilangan semangat dengan apa yang sedang mereka bangun, maka ini bisa menjadi tanda lain perusahaan harus melakukan pivot.

Karena, sebaik apapun  performa mereka, tapi jika tidak diimbangi dengan semangat untuk membangunnya, maka perkembangan perusahaan pun akan berdampak serius.

5. Selalu Dikalahkan Oleh Kompetitor

Seperti yang kita ketahui bahwa persaingan bisnis itu sangatlah ketat. Itu artinya ada kemungkinan bisnis Anda dikalahkan oleh perusahaan lain yang berhasil mendominasi. Dalam hal ini, kerap kali perusahaan harus melakukan strategi pivot untuk mengubah produk, layanan ataupun mengubah strategi penjualan agar bisa mengalahkan pesaing.

6. Lakukan Pivot di Market yang Sudah Ada

Saat Anda sudah berhasil melakukan pivot dalam target pasar yang lama, ada kemungkinan strategi tersebut tidak berhasil karena Anda hanya bergerak dalam ruang lingkup yang sama tanpa disertai dengan adanya pembaruan informasi ataupun memperluas segmen pasar.

Dalam kondisi ini, maka Anda harus melakukan pivot kembali agar bisa menerapkan pivot lagi agar bisa menemukan segmen pasar yang baru untuk digarap dan juga dikembangkan.

7. Reposition Product

Terkadang, ada salah satu elemen yang terdapat di dalam produk yang mempunyai potensi untuk memperoleh target pasar yang lebih besar. Saat menghadapi kondisi ini, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk menentukan strategi bisnis yang baru.

Pertama adalah dengan meluncurkan produk ataupun layanan baru dengan tetap mempertahankan bisnis yang lama. Kedua, memulai dan memperkenalkan bisnis yang benar-benar baru, lalu menutup bisnis yang lama secara resmi.

Kedua pilihan ini bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kas bisnis Anda. Bila bisnis yang lama masih dirasa menguntungkan dan jumlah pelanggan terus berkembang secara konsisten, maka Anda bisa menjaganya untuk tetap beroperasi.

Tips Melakukan Strategi Bisnis Pivot

1. Cari Jalan Keluar dari Masalah yang Sedang Dihadapi

Sebelum benar-benar melakukan pivot, tentunya Anda harus bisa mengetahui masalah besar apa yang sedang Anda hadapi. Anda harus mengetahui bahwa tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan yang sama. Jadi, Anda perlu melakukan riset secara berkala agar bisa memahami apa yang sedang mereka inginkan.

Saat Anda bisa memahami produk apa yang mereka butuhkan, maka proses pivoting pun bisa berhasil Anda lakukan dan membawa keuntungan yang maksimal.

2. Pilih Segmentasi Pasar yang Tepat

Hal selanjutnya yang harus Anda lakukan agar bisa berhasil menerapkan pivot adalah dengan memilih segmentasi pasar yang tepat. Terdapat beberapa alasan kenapa produk Anda busa kurang laku. Selain memang karena tidak sesuai dengan keinginan pelanggan, bisa saja produk yang Anda jual ke pasar ternyata salah.

Menurut laman  business,  bila terjadi kesalahan dalam memilih segmentasi pasar, maka Anda tidak harus mengubah produk. Tapi, Anda tinggal mencari tahu segmen pelanggan yang tepat agar bisa menjual produk tersebut.

3. Ciptakan Produk yang Lebih Baik dari Kompetitor

Membuat produk yang lebih unggul dari kompetitor memang bukanlah hal yang mudah. Tapi percayalah bahwa produk yang terbaik dalam industrinya akan lebih menjual. Sebaik apapun tingkat pelayanan untuk pelanggan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, namun jika produk tersebut kurang baik, pasti akan tetap membuat mereka merasa kecewa.

Itulah kenapa dalam proses pivoting ini dibutuhkan tingkat pemahaman yang mendalam pada produk yang dimilikinya. Bila produk yang Anda buat mempunyai kualitas yang kurang baik, maka proses pivoting pun tidak bisa berjalan sesuai dengan keinginan.

Baca juga: 6 Skill Bisnis yang Anda Butuhkan dan Cara Meningkatkannya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang strategi bisnis pivoting. Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pivot adalah perubahan arah bisnis yang bisa dilakukan untuk bisa menyelamatkan perusahaan Anda perkembangan bisnis dirasa stagnan dan tidak mengalami perkembangan apapun.

Terdapat beberapa jenis pivot yang bisa Anda terapkan. Namun, terlepas dari banyaknya jenis pivot yang bisa Anda pilih, perubahan yang Anda lakukan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda pada saat ini. Untuk itu, diperlukan adanya pengelolaan uang yang tepat dan harus tercatat di dalam keuangan bisnis Anda secara rapi.

Nah, agar lebih mudah, tepat dan akurat dalam mencatat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda hanya harus memasukan beberapa data keuangan perusahaan Anda saat ini, dan accurate online akan langsung menyediakan lebih dari 20 jenis laporan keuangan yang akurat.

Anda bisa langsung mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate1