Tertarik Membuka Usaha Ayam Potong? Perhatikan 10 Hal Ini

Ayam potong merupakan salah satu bahan pangan yang bisa diolah kedalam berbagai menu masakan khas nusantara yang begitu enak dan menggoda bukan? Hal inilah yang kemudian menjadikan ayam potong seolah tidak pernah lepas dari bahan pangan wajib yang harus tersedia. Dari sisi bisnis, sebenarnya komoditas ini mampu dilihat sebagai ladang usaha untuk meraih keuntungan yang berlimpah dengan membangun usaha ayam potong.

Namun tentu saja ketika berupaya untuk memulai usaha ayam potong, tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dipahami di dalamnya yang bertujuan untuk membuat bisnis tersebut menjadi lancar dan meminimalisir kerugian.

Nah apa saja kiranya tips, himbauan dan trik usaha ayam potong untuk mencapai keuntungan? Berikut adalah uraiannya!

Kebutuhan Akan Ayam Potong Sebagai Bahan Pangan Masyarakat Indonesia

Sebelum berbicara mengenai bagaimana tips, prosedur, trik dan hal yang harus diperhatikan ketika usaha ayam potong, disini akan dibahas lebih dalam mengenai ayam potong yang sudah menjadi salah satu primadona bahan pangan masyarakat. Pada kehidupan rumah tangga saja misalnya, ada banyak masyarakat yang setiap harinya memasak menu keluarga dari ayam potong.

Kemudian banyak kantor, perusahaan, café, restoran, penyedia catering yang juga menggunakan ayam potong sebagai menu sajiannya. Hal inilah yang kemudian menjadikan ayam potong sudah memiliki target pasar yang potensial sehingga memudahkan pemasaran dan pengembangan bisnis. 

Tertarik Membangun Usaha Ayam Potong? Pahami 10 Hal Berikut!

Bisnis ayam potong sendiri memang memiliki potensi yang menguntungkan, karena sudah memiliki target konsumen tetap dan menjadi bahan pangan favorit Indonesia. Namun sebelum memulai berbisnis bahan makan in apa saja kiranya yang harus dipahami? Berikut ulasannya!

1. Mempersiapkan Modal Pendanaan Awal

Hal yang paling dasar dari memulai usaha ayam potong adalah mampu dan memperhatikan modal pendanaan awal. Modal pada awal bisnis menjadi salah satu hal yang penting sekali dalam berbisnis, karena ini akan mempengaruhi jalannya bisnis kedepannya. Misalnya saja modal pendanaan dari hutang, modal pribadi, jumlah yang besar atau kecil, itu mempengaruhi bisnis.

Contoh real nya saja ketika memulai bisnis dengan modal minim atau kecil mungkin untuk alokasi bibitnya tidak terlalu besar. Namun jika modal yang ada besar maka tentu saja operasional dan jumlah bibitnya akan semakin besar bukan? Apalagi, bisnis modalnya dari hutang, maka tentu saja setiap keuntungannya akan dipakai pembayaran, ini membuat laba yang didapatkan kecil.

Peruntukan modal awal dalam membangun usaha ayam potong adalah untuk:

  •  Pembuatan kandang
  • Gasolek
  • Tabung gas
  • Tempat pakan
  • Bohlam
  • Pipa paralon
  • Sekop
  • Tempat minum
  • Kabel
  • Biaya Operasional Bulanan
  • Bibit atau anak ayam
  • Pakan
  • Obat-obatan dan vaksin

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

2. Memperhatikan Tempat Pengembangannya

Ketika melakukan bisnis ayam potong maka hal yang harus dijadikan perhatian lainnya adalah mengenai tempat pengembangannya.

Dimana maksudnya adalah jangan sampai tidak memperhatikan lokasi budidaya ayam yang ada hingga penempatannya sembarangan. Misalnya saja memilih membuka tempat pengembangan di halaman rumah yang kecil, selain tidak efisien itu akan menghambat pengembangan juga mengganggu lingkungan.

Jadi pastikan ketika akan berbisnis ayam ini sendiri harus siap untuk memiliki tempat pengembangan yang luas dan jauh dari penduduk. Misalnya saja di dekat area persawahan, kebun, ladang atau area non-penduduk yang cocok lainnya.

Hal ini agar pembangunan kandang bisa dilakukan dengan optimal, pengembangan ayam bisa dilakukan berkelanjutan, dan tidak mengganggu orang-orang sekitar akibat bau yang tidak sedap.

Baca juga: Apa Itu SIUP? Berikut Pengertian Lengkap dan Cara Mengurus SIUP

3. Memastikan Bibit Unggulan

Ketika mendirikan usaha ayam potong tentu saja didalamnya harus memperhatikan bibit unggulan yang akan dikembangkan, karena inilah inti produk yang dipasarkan.

Pilihlah bibit yang sudah terjamin keamanan, kualitas dan kesehatannya agar ketika pengembangan tingkat kematiannya semakin rendah. Bibit yang unggul sendiri memang jauh lebih mudah perawatannya dan lebih tinggi kemungkinan sehat dalam pertumbuhannya dibanding bibit kualitas yang biasa.

4. Melakukan Vaksinasi Rutin

Jangan lupa ketika ingin membuka dan bergabung dalam usaha ayam potong, maka harus siap untuk melakukan vaksinasi rutin.

Mengapa demikian? Selain menjaga kesehatan ayam dengan pemilihan bibit unggulan maka tentu saja harus memperhatikan vaksinnya juga. Kegiatan vaksinasi yang dilakukan tentu saja akan membuat kesehatan ayam lebih baik, tidak mudah sakit dan pertumbuhannya akan semakin bagus. Ingatlah, Anda mmbuka usaha dengan makhlik hidup, jadi perhatikan kesehatan mereka.

Baca juga: Mengetahui Secara Lengkap Jenis Perusahaan yang Ada di Indonesia

5. Memastikan Kualitas Makanan

Dalam melakoni usaha ayam potong hal yang harus diperhatikan lainnya adalah memastikan kualitas makanan yang diberikan. Jangan sampai memberikan jenis makanan yang sembarangan dan tidak teruji klinis karena akan membahayakan perkembangan ayam.

Selain itu kualitas ayam setelah dipotong dan nantinya dikonsumsi manusia juga bisa menjadi buruk dan ini akan merugikan konsumen bukan?

usaha ayam potong 2

6. Memilih Jenis Ayam yang Paling Banyak Dikonsumsi

Agar bisnis ayam potong yang dilakoni bisa semakin berkembang maka tentu saja hal yang harus diperhatikan adalah memberikan kebutuhan konsumen.

Pastikan untuk mengembangkan jenis ayam yang paling banyak dikonsumsi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Bagaimanapun pengembangan dan budidaya ayam ini kan nantinya akan dipasarkan kembali, jika tidak sesuai kebutuhan publik maka penjualannya bisa rendah.

Oleh sebab itu pilihlah pengembangan jenis ayam yang paling dibutuhkan biasanya seperti ayam broiler.

Dibandingkan dengan ayam kampung jenis ayam broiler sendiri paling banyak peminatnya karena masa pengembangannya yang relatif sebentar. Atau bisa juga memilih jenis ayam lainnya yang kiranya paling banyak dibutuhkan oleh lingkungan pengembangan.

Baca juga: Ingin Sukses Dalam Berbisnis? Perhatikan 10 Hal Ini Dalam Belajar Bisnis

7. Melakukan Perawatan Ayam dengan Sebaik-baiknya

Nah namanya berbisnis makhluk hidup maka tentu saja perawatannya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar meminimalisir kematian.

Jangan sampai persoalan kandang yang tidak bersih, kebutuhan air minum, vaksin dan juga kebersihan ayam luput di mata pebisnis. Pastikan untuk membuat ayam yang diternakan sebelum pemotongan ini selalu dalam keadaan sehat dan berkualitas. 

8. Memahami Kebutuhan Pasar

Selanjutnya hal yang harus diperhatikan lainnya dari memulai atau melakukan bisnis ayam ini adalah memahami kebutuhan pasar yang ada. Misalnya saja dengan mengetahui jenis ayam yang paling banyak diinginkan konsumen,

Kemudian jumlah yang sekiranya dibutuhkan untuk dikonsumsi. Jangan sampai mengalokasikan jumlah ayam dan melemparnya ke pasaran dengan jumlah yang terlalu banyak dibandingkan konsumennya, ini akan merugikan karena stok yang Anda sediakan lebih tinggi dari permintaan pasar,

Baca juga: Pengertian Bahan Baku Industri, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhinya

9. Memahami Harga Pasar

Ketika melakoni usaha ayam potong maka memahami harga pasar merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan selain point-point diatas.

Hal ini dikarenakan agar ketika melakukan penjualan tidak akan memberikan harga pasaran yang terlalu rendah yang berdampak kerugian atau sebaliknya. Jadi sebagai seorang pelaku bisnis harus sering-sering survey harga pasar untuk kemudian menentukan berapa harga yang akan dibebankan pada konsumennya.

10. Siap Berinovasi

Sebagai seorang usahawan ayam potong maka tentu saja hal yang harus diperhatikan untuk mengembangkan bisnisnya adalah dengan senantiasa berinovasi. Jangan sampai hanya berhenti pada pengelolaan jenis itu saja dan enggan untuk melakukan gerakan lain yang lebih baik lagi.

Lakukan inovasi berkala mulai dari menaikan kualitas produksi ayam potong, melakukan promosi tambahan, membuat kandang terbarukan, mengenal teknologi terbaru dan banyak lainnya.

Salah satunya adalah dengan mengetahui sistem pencatatan pengeluaran dalam usaha ayam potong Anda. Jika pada awalnya Anda melakukan pencatatan manual di buku atau excel, ada baiknya sekarang Anda menggunakan software akuntansi online yang bisa digunakan kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Tidak hanya untuk pencatatan pembukuan saja, software akuntansi online seperti Accurate Online juga dapat dengan mudah melakukan pemantauan stok, pembuatan faktur otomotis, rekonsiliasi transaksi otomatis, multi cabang dan gudang, penghitungan aset, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Jika Anda tertarik untuk mencoba, Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis melalui tautan ini.

Baca juga: Strategi Bisnis: Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Contohnya

Kesimpulan

Nah jadi diatas tadi merupakan berbagai pembahasan dan uraian mengenai apa saja yang harus diperhatikan ketika akan usaha ayam potong. Dimana ternyata bisnis ini sendiri merupakan salah satu bisnis yang cukup menguntungkan karena memang memiliki banyak peminat atau konsumen.

Meski tetap saja ketika mengelolanya harus tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan produk, memperhatikan promosi awal dan terus inovatif, selamat berbisnis!

accurate 3