Digital Engagement: Pengertian dan Cara Meningkatkannya

Salah satu pencapaian terbesar bisnis adalah ketika berhasil membangun hubungan emosional dengan pelanggan. Hal ini bisa dilakukan melalui banyak cara, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk membangun keterikatan digital atau digital engagement.

Digital engagement dianggap sebagai sebuah fondasi untuk meraih keterikatan pelanggan atau customer engagement. Di mana ketika hal tersebut dilakukan secara maksimal, bisnis bisa mendapat pelanggan yang loyal dan meningkatkan peluang penjualan.

Untuk itu, artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut mengenai apa itu digital engagement dan bagaimana cara meningkatkannya.

Apa Itu Digital Engagement?

Digital engagement atau keterikatan digital adalah pemanfaatan teknologi digital agar seseorang dapat terhubung dengan orang lain. Dalam hal ini, teknologi diartikan sebagai sebuah platform yang bisa mengantarkan emosi yang ingin disampaikan kepada orang-orang atau relasi yang ingin dibangun.

Hal ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Helsper & Eynon (2013) dalam jurnal berjudul Distinct Skill Pathways to Digital Engagement, di mana penggunaan digital engagement merujuk pada cara seseorang untuk menggunakan dan berpartisipasi dalam aktivitas konten dan platform internet, yang mana penggunaan teknologi saat ini memang sudah terintregrasi ke dalam kehidupan sehari-hari.

Keterikatan digital juga bisa didefinisikan sebagai seberapa banyak atau seberapa intens frekuensi seseorang dalam melakukan suatu aktivitas online. Samsudin & Hasan (2017) membagi level konstruksi pada digital engagement ini menjadi tiga bagian, yakni basic, intermediate, dan advanced.

Basic digital engagement adalah level engagement yang paling sering ditemui. Pada level ini, seseorang menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat, bermain video game, serta mengunggah foto atau video ke media sosial.

Pada level intermediate, seseorang menggunakan teknologi untuk melakukan pembelanjaan secara daring, transaksi online banking, hingga penjelajahan website atau situs-situs resmi.  Sementara, pada level advanced, seseorang menggunakan teknologi untuk membaca berita daring, membuat grup untuk berdiskusi mengenai suatu isu, serta melakukan kegiatan sosial.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa digital engagement adalah penguasaan teknologi digital yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari, baik dalam hal bersosialisasi, berbisnis, maupun berperan dalam masyarakat luas.

Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, pemanfaatan teknologi dapat menjadi awal yang baik untuk membangun relasi yang lebih baik lagi dengan pelanggan potensial. Di mana untuk dapat membangun keterikatan digital ini, Anda bisa terlebih dahulu mendalami siapa audiens Anda, bagaimana karakteristiknya, dan apa yang mereka butuhkan.

Baca juga: CPL Adalah Penetapan Biaya Iklan Berbasis Kinerja, Bagaimana Cara Menghitungnya?

Cara Meningkatkan Digital Engagement

Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, digital engagement adalah awal yang baik untuk membangun relasi dan kedekatan emosional dengan pelanggan, bahkan membuka peluang penjualan yang lebih besar.

Namun, agar dapat berjalan lancar, Anda harus terlebih dulu menetapkan tujuan dan memahami audiens Anda dengan baik. Buatlah pula konten yang menarik di berbagai sarana penyebarluasan konten untuk sekaligus memperluas ruang pengaruh Anda.

1. Tetapkan Tujuan

Tetapkan tujuan yang ingin Anda capai dari pemanfaatan teknologi digital ini. Entah berupa membangun kesadaran merek (brand awareness), membangun kedekatan emosional dengan pelanggan, memberi informasi atau pengetahuan, memengaruhi pelanggan untuk melakukan sesuatu, atau meraih kepercayaan, kredibilitas, dan kesetiaan pelanggan.

Penetapan tujuan ini akan membantu Anda dalam menyiapkan strategi terbaik dan menjaga fokus dari apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak perlu dilakukan.

2. Pahami Apa yang Dilakukan Oleh Audiens di Internet

Pemahaman mengenai audiens mencakup tentang apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka lakukan di internet, seperti apakah untuk mencari konten, menikmati konten, membuat konten, berbagi konten, atau hanya sekedar berinteraksi dengan orang lain.

Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat menentukan konten apa yang paling tepat untuk Anda bagikan dengan audiens, apakah foto, video, artikel, atau bahkan email promosi.

3. Maksimalkan Sarana Penyebarluasan Konten

Kini, sarana untuk menyebarluaskan konten semakin banyak dan mudah untuk digunakan. Anda bisa mulai mempelajari penggunaan dan karakteristik penggunanya, untuk kemudian mengkreasikan fungsinya agar konten yang Anda bagikan lebih menarik. Akan menjadi nilai plus pula bagi Anda apabila bisa menyediakan atau memenuhi apa yang audiens cari ketika mereka menemukan konten Anda.

Beberapa ruang digital yang bisa Anda gunakan dalam hal ini seperti blog, media sosial, website, aplikasi, hingga email marketing.

4. Perluas Ruang Pengaruh Anda

Selanjutnya, Anda bisa memperluas ruang pengaruh Anda agar dapat meraih perhatian pelanggan. Caranya bisa berupa konsisten dalam membuat konten menarik, aktif berpartisipasi dalam percakapan yang relevan dengan bisnis Anda, hingga mendukung komunitas yang sejalan dan sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

Anda juga bisa melakukan pendekatan dengan tulus mempedulikan audiens dan memelihara kedekatan emosional. Contohnya, apabila bisnis Anda bergerak di bidang penjualan sepeda, Anda bisa menginfokan tempat-tempat yang asik untuk bersepeda ataupun memberikan tips memilih sepeda yang tepat sesuai kebutuhan.

Baca juga: Branded Content Adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaat Penggunaannya

Penutup

Digital engagement adalah suatu pemanfaatan teknologi yang dilakukan agar bisa terhubung dengan audiens. Bisnis bisa menerapkan strategi seperti yang telah disebutkan di atas ataupun memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan. Intinya, fokus dan maksimalkan setiap strategi yang telah dibuat agar bisa meraih tujuan dan keuntungan yang lebih besar.

Tentunya, setiap keuntungan yang bisnis Anda raih harus selalu dicatat dalam laporan laba rugi. Sebab, laporan ini membantu Anda mengetahui tingkat keuntungan yang diraih dan membantu menentukan keputusan bisnis yang tepat.

Untuk mempemudah proses pencatatan dan pembuatan laporan ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Anda pun akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu lama dan bisa fokus dalam mengembangkan bisnis.

Jika Anda tertarik untuk menggunakannya, klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.