Eksposur dalam Pemasaran Digital, Apakah Menguntungkan Bagi Bisnis?

Kemunculan influencer dalam beberapa tahun terakhir membawa pengaruh besar bagi dunia pemasaran. Hal ini dibuktikan melalui riset Nielsen yang menunjukkan bahwa 92% pelanggan lebih memilih influencer dibanding media tradisional. Hingga akhirnya, muncul beragam strategi baru, salah satunya berupa barter eksposur.

Singkatnya, bentuk barter ini dilakukan dengan influencer yang menggunakan barang atau jasa suatu bisnis dan membayarnya melalui promosi di media sosialnya. Dari sudut pandang bisnis, hal ini memungkinkan bisnis untuk meningkatkan brand awareness melalui kredibilitas influencer guna menjangkau lebih banyak pelanggan secara cepat.

Namun, bisnis juga perlu mempertimbangkan apakah bentuk timbal balik ini benar-benar akan menguntungkan mereka. Maka dari itu, artikel berikut ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum bisnis menerima tawaran eksposur, beserta manfaat yang akan didapatkan dari bentuk barter tersebut. Namun sebelum itu, mari ketahui lebih lanjut tentang apa itu eksposur dalam dunia pemasaran digital.

Apa Itu Eksposur dalam Pemasaran Digital?

Dikutip dari Wikipedia, eksposur atau dalam bahasa Inggris disebut exposure adalah atensi yang didapatkan karena tersebarnya informasi mengenai suatu hal di berbagai media massa. Jadi bisa dikatakan bahwa exposure bisnis adalah atensi yang didapatkan oleh perusahaan atau brand dari informasi yang tersebar di media.

Bentuk atensi ini umumnya didapatkan dari seseorang yang memiliki pengaruh seperti influencer. Di mana biasanya, pebisnis akan memberikan produk atau jasanya kepada mereka, untuk kemudian diunggah dan dipromosikan di media sosial atau platform lain milik influencer tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan brand awareness dan popularitas produk atau jasa melalui engagement di media sosial.

Meski begitu, tawaran kerja sama ini tidak selalu datang dari pebisnis, melainkan juga bisa dari influencer. Hal ini sesuai dengan awal kemunculan istilah exposure yang datang dari unggahan seorang influencer dan sempat menggegerkan dunia maya. Saat itu, ia hendak menyelenggarakan acara. Ia dikabarkan ingin membayar produk atau jasa yang ingin digunakannya dalam acara tersebut dengan uang, melainkan membayarnya dengan popularitas atau eksposur di media sosialnya.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di berbagai media sosial, khususnya Twitter. Banyak orang yang bekerja di bidang yang sama merasa tersinggung, kerja keras mereka seolah hanya dihargai dengan popularitas di media sosial saja.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran Digital dan Bermacam Strateginya

Manfaat Eksposur Bagi Bisnis

Meski sempat menimbulkan kontroversi di dunia maya, eksposur sebenarnya bisa memberikan banyak manfaat bagi bisnis, seperti:

1. Meningkatkan Brand Awareness

Brand awareness adalah pondasi bagi semua upaya marketing, mulai dari media sosial hingga search engine optimization (SEO). Exposure adalah strategi marketing yang tepat untuk meningkatkan brand awareness dengan cara yang sederhana namun berdampak. Ketika influencer mengunggah konten mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan, follower dari influencer tersebut yang sebelumnya belum tahu menjadi kenal akan brand Anda.

2. Meningkatkan Potensi Pelanggan Baru

Jika exposure dilakukan dengan menyasar audiens yang tepat, yang memang merupakan target segmentasi pasar bisnis Anda, maka Anda berpotensi mendapatkan pelanggan baru. Terutama apabila influencer yang mempromosikan bisnis Anda mampu memengaruhi followers-nya dengan baik agar membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

3. Meningkatkan Penjualan

Meningkatnya jumlah pelanggan baru akan meningkatkan pula penjualan bisnis Anda. Hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah terus memaksimalkan kualitas produk ataupun jasa yang Anda tawarkan, dan pelayanan terhadap pelanggan.

Baca Juga: Brand Awareness: Pengertian, Fungsi, Strategi, dan Contohnya

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerima Eksposur

Untuk mendapatkan manfaat dari exposure di atas, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terlebih dahulu, tepatnya yang berkaitan dengan portofolio, audiens, dan kualitas konten dari influencer yang akan Anda ajak kerja sama.

1. Portofolio

Followers yang banyak, tidak menandakan bahwa influencer memiliki audiens yang banyak pula. Anda sebagai pemilik usaha harus jeli dalam melihat followers dari influencer tersebut, apakah pengguna asli atau tidak. Anda juga bisa melihat dari jumlah like yang didapatkan dari konten yang diunggahnya, apakah sebanding dengan jumlah pengikutnya atau tidak.

Hal seperti ini dinamakan engaged followers, yang artinya followers influencer tersebut sering menanggapi konten-konten yang diunggahnya. Di mana semakin ramai like dan comments pada kontennya, maka semakin aktif followers yang dimilikinya.

Jika ingin melakukan riset portofolio lebih jauh, Anda juga bisa meminta langsung ke influencer tersebut terkait statistik engagement media sosialnya.

2. Audiens

Selain portofolio, Anda juga harus melakukan riset audiens. Anda harus tahu apakah audiens yang dimiliki influencer sesuai dengan target pasar Anda. Sebab jika tidak, barter eksposur Anda akan sia-sia. Misalnya, usaha Anda bergerak di bidang fashion, sedangkan influencer yang mempromosikan bisnis Anda bergerak di bidang kuliner.

Exposure yang dilakukan kemungkinan besar tidak akan maksimal. Sebab, followers yang dimiliki influencer tersebut tertarik dengan bidang kuliner, bukan fashion.

3. Kualitas Konten

Hal vital terakhir yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha adalah kualitas konten yang diunggah influencer. Pastikan bahwa konten berkualitas tinggi karena akan membentuk image produk yang dipromosikan. Jika konten yang dihasilkan tidak memuaskan, bisa dipastikan bahwa tidak akan menarik minat audiens.

Dalam hal ini, pemilik bisnis memiliki hak penuh untuk menilai konten yang dihasilkan oleh influencer. Apabila memang telah terjalin kerja sama namun hasilnya kurang, maka pemilik bisnis bisa meminta untuk memaksimalkan kembali konten yang dibuatnya atau bahkan memproduksi ulang.

Baca Juga: 8 Jenis Strategi Pemasaran yang Harus Anda Coba di Tahun 2022

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa eksposur dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi bisnis, mulai dari peningkatan brand awareness, pelanggan baru, hingga penjualan. Tentunya, hal ini baru bisa didapatkan ketika exposure dilakukan dengan tepat, yakni dengan memerhatikan portofolio, audiens, dan kualitas konten milik influencer.

Pemilik bisnis tidak boleh menganggap remeh masalah pembayaran dengan exposure ini. Semua produk atau jasa yang Anda berikan kepada influencer sebagai bayaran harus diperhitungkan sebagai uang karena memang merupakan hasil jerih payah dari bisnis Anda. Jangan sampai usaha Anda justru berujung sia-sia dan merugikan bisnis Anda.

Anda sebagai pemilik bisnis juga harus memerhatikan pengelolaan keuangan agar tercipta kondisi keuangan yang sehat. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis.

Aplikasi bisnis ini juga menyediakan beragam fitur yang bisa digunakan untuk mengurus pajak, buku besar, pembelian, penjualan, hingga aset tetap. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Accurate Online pun telah digunakan oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia yang membantunya dalam mencapai kesuksesan finansial.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, segera klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.