Apa Itu Aggregate Supply? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Dalam kegiatan ekonomi, setiap perusahaan yang memproduksi barang dan jasa akan memenuhi kebutuhan pasar. Kegiatan tersebut tidak lepas dari hukum permintaan dan penawaran. Tingkat permintaan ini harus dipenuhi degan produksi barang dan jasa yang cukup. Untuk itu, setiap produsen berusaha untuk menjaga agar total barang yang diproduksi bisa mencapai aggregate supply atau penawaran agregat.

Lantas, apa itu aggregate supply? Mari kita bahas secara mendalam pada artikel tentang aggregate supply di bawah ini.

Apa itu Aggregate Supply?

Aggregate supply atau penawaran agregat adalah total penawaran barang dan jasa yang dibuat dalam suatu perekonomian dengan tingkat harga tertentu serta dalam periode waktu tertentu.

Umumnya, aggregate supply ini akan digambarkan dalam bentuk kurva yang mencerminkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah produk yang disediakan atau tersedia di dalam suatu perusahaan. Koneksi antara variabel tingkat harga dengan jumlah output pada kurva penawaran agregat ini umumnya positif.

Pergerakan kurva penawaran agregat akan menggambarkan dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah produk. Saat tingkat harga mengalami peningkatan, maka hal tersebut akan menggambarkan bahwa perusahaan harus bisa memperluas produksi demi memenuhi tingginya aggregate supply.

Sedangkan bila tingkat permintaan semakin tinggi tapi tingkat penawaran konstan, maka pelanggan harus bisa bersaing agar bisa memperoleh persediaan barang yang tersedia, atau harus rela membayar dengan harga yang lebih mahal.

Dinamika tersebut mendorong perusahaan untuk bisa meningkatkan produksinya agar bisa menjual lebih banyak barang. Meningkatnya jumlah pasokan ini membuat harga tetap normal dan produk tetap meningkat.

Baca juga: Aggregate Demand: Pengertian, Komponen, dan Faktor yang Mempengaruhinya

Penyebab Utama Pergeseran Penawaran Agregat

Aggregate supply tidak akan bisa lepas dari kurva yang menggambarkan dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang ditawarkan. Terdapat banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran penawaran agregat, yang pada akhirnya akan merubah tingkat harga dan jumlah pasokan persediaan ataupun penawaran.

Terdapat banyak sekali variabel yang menyebabkan pergeseran aggregate supply, seperti perubahan kualitas dan ukuran tenaga kerja, kenaikan upah dan biaya produksi, inovasi teknologi, subsidi, inflasi, dan pajak produsen.

Dampak yang bisa ditimbulkan oleh berbagai variasi tersebut pun berbeda-beda, ada yang memberikan dampak positif, ada juga yang memberikan dampak negatif.

Berikut ini adalah berbagai faktor yang turut menyebabkan terjadinya pergeseran aggregate supply di berbagai sektor ekonomi:

  • Biaya pengiriman barang, seperti upah dan pajak pekerjaan. Dalam variabel atau faktor ini, biaya tenaga kerja satuan dipengaruhi dengan tingkat produktivitas tenaga kerja tersebut.
  • Biaya input lain, seperti bahan mentah. Harga produk impor utama bisa dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang yang berbeda di setiap negara.
  • Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan beban pajak lingkungan yang mampu mempengaruhi biaya produksi.
  • Perubahan biaya tenaga kerja unit.
  • Harga komoditas.
  • Perubahan biaya produksi.
  • Perubahan pada nilai tukar mata uang.
  • Perpajakan dan subsidi dari pemerintah pusat.

Baca juga: Krisis Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menyikapinya

Penawaran agregat jangka pendek dan panjang

Sebagai upaya dalam memenuhi tingkat permintaan, maka perusahaan yang bertindak sebagai produsen akan berusaha untuk memproduksi barang agar bisa menghasilkan pasokan barang dan jasa yang cukup. Berdasarkan produksi barang dan jasa, aggregate supply terbagi menjadi dua, yakni aggregate supply jangka panjang dan jangka pendek.

1. Penawaran agregat jangka pendek

Harus kita akui bahwa permintaan pelanggan sangatlah dinamis, bisa rendah, fluktuatif, atau bahkan bisa tinggi. Saat permintaan meningkat dan harga tinggi, maka perusahaan akan merespon dengan memberikan penawaran agregat jangka pendek, yang diterapkan melalui peningkatan proses produksi dengan cara memanfaatkan input yang terjadi saat ini.

Dalam jangka waktu yang pendek, perusahaan pun tidak bisa memperkenalkan teknologi baru atau mendirikan pabrik baru untuk bisa meningkatkan efisiensi produksi.

Sebagai gantinya, perusahaan bisa meningkatkan pasokan dengan cara memanfaatkan berbagai faktor yang ada, seperti dengan menerapkan jam kerja yang lebih lama atau meningkatkan penggunaan teknologi.

2. Penawaran agregat jangka panjang

Perubahan yang terjadi pada peningkatan harga tidak serta merta mempengaruhi penawaran agregat. Dalam jangka waktu yang panjang, penawaran agregat ini didorong oleh peningkatan efisiensi dan produktivitas. Hal tersebut mencakup peningkatan keterampilan dan juga pendidikan pekerja, modal dan perkembangan teknologi.

Tapi berdasarkan teori Keynesian, penawaran agregat jangka panjang masih elastis pada kenaikan harga sampai suatu titik tertentu. Saat titik tersebut bisa dicapai, maka penawaran akan menjadi tidak sensitif pada perubahan harga.

Baca juga: Ekonomi Maritim Adalah: Pengertian dan Contoh Kebijakan Ekonomi Maritim di Indonesia

Penutup

Jadi, aggregate supply atau penawaran agregat ini ditentukan oleh kebijakan pemerintah dalam hal penawaran. Hal tersebut dimaksudkan agar bisa mencapai peningkatan efisiensi produktif dan juga output nasional.

Kebijakan pemerintah dalam sisi penawaran ini mencakup penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, penurunan pajak untuk bisnis, program untuk UMKM, reformasi tenaga kerja baru agar bisa mengurangi friksi yang bisa menghambat output, dan investasi dalam hal infrastruktur.

Selain itu, dalam hal ini juga diperlukan analisa internal yang mendalam, termasuk analisis laporan keuangan. Untuk itu, perusahaan harus bisa membuat laporan keuangan secara tepat dan akurat. Kabar baiknya, hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan menyajikan laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan penjualan secara akurat.

Di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan fitur bisnis yang mampu membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efektif dan efisien. Sehingga Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan bisnis.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia