Analis Kredit dan Tanggung Jawab Pekerjaannya

Analis kredit adalah salah satu posisi yang menentukan keberhasilan perusahaan leasing atau perusahaan pemberi pinjaman kredit. Posisi ini menilai kualitas nasabah yang akan menggunakan jasa pembiayaan, tepatnya kualitas kondisi keuangan.

Singkatnya, analis kredit adalah seseorang yang mengkalkulasi resiko dan kemungkinkan yang akan terjadi dalam proses pengajuan kredit. Nantinya, selama masa piutang, mereka juga akan memonitor aktivitas kredit dan memastikan bahwa proses piutang berjalan dengan lancar.

Mengingat semakin banyaknya perusahaan leasing yang hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup banyak orang, khususnya dalam hal pemberi pinjaman kredit, mari ketahui lebih lanjut mengenai apa itu analis kredit, tugas dan tanggung jawabnya, serta kemampuan dan keterampilan yang harus dimilikinya.

Apa Itu Analis Kredit?

Mengutip dari laman Investopedia, istilah analis kredit mengacu pada profesional keuangan yang menilai kelayakan kredit sekuritas, individu, atau perusahaan. Penilaian dilakukan dengan meninjau histori keuangan, kredit, hingga kesehatan kondisi keuangan untuk memperkirakan apakah peminjam dapat membayar pinjaman mereka ke depannya.

Analis kredit juga bisa diartikan sebagai sebuah profesi yang bertugas menganalisis data pinjaman dan pernyataan keuangan perorangan atau perusahaan guna menentukan tingkat resiko peminjam yang berkaitan dengan perpanjangan kredit atau peminjaman uang. Dalam hal ini, credit analyst juga bertugas menyiapkan laporan dengan informasi kredit untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.

Adapun bagi perusahaan yang akan memberikan kredit kepada calon debitur memerlukan jasa profesional ini untuk melakukan proses analisis kredit. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa uang yang akan dipinjamkan benar-benar bisa dikembalikan oleh peminjam sesuai jangka waktu yang disepakati.

Baca Juga: Apa Itu Prinsip Pemberian 5C Kredit? Ini Penjelasannya!

Tugas dan Tanggung Jawab Analis Kredit

Berdasarkan pengertiannya, dapat terlihat bahwa seorang analis kredit mengemban beberapa tugas dan tanggung jawab yang meliputi:

1. Menganalisis Data Pinjaman

Tugas pertama seorang analis kredit adalah menganalisis data pinjaman dan pernyataan keuangan perorangan atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat resiko mereka yang berkaitan dengan peminjaman uang maupun perpajangan kredit.

2. Membuat Perbandingan Keuangan

Selanjutnya, credit analyst bertugas dan bertanggung jawab membuat perbandingan keuangan dengan menggunakan program komputer. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keuangan calon peminjam sehingga bisa disimpulkan apakah mereka layak untuk diberikan kredit atau tidak.

3. Memberikan Konsultasi untuk Calon Peminjam

Layaknya seorang konsultan, credit analyst juga harus bisa memberikan konsultasi pada calon peminjam, seperti memberikan solusi apabila mereka mempunyai keluhan keuangan atau dengan memeriksa transaksi keuangan dan kredit mereka.

4. Menyiapkan Laporan

Credit analyst tentunya perlu menyiapkan laporan yang isinya mencakup tingkat resiko yang berkaitan dengan perpanjangan kredit atau peminjaman uang. Data-data yang dicantumkan dalam laporan tersebut berguna apabila terdapat masalah pada debitur di masa mendatang.

5. Membandingkan Catatan Likuiditas, Profitabilitas, dan Kredit Organisasi

Terakhir, seorang credit analyst harus mampu membandingkan catatan mengenai likuiditas, profitabilitas, serta kredit suatu organisasi yang sedang dievaluasi, dengan organisasi serupa dalam industri dan lokasi geografis yang sama.

Baca Juga: Pengertian Rasio Likuiditas, Contoh, dan Macam-Macam Rasionya

Kemampuan dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Pada dasarnya, hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang analis kredit adalah kemampuan dan keterampilan matematis. Namun, selain itu, mereka juga dituntut untuk memiliki beberapa kemampuan lain agar bisa bekerja secara lebih baik, yakni seperti:

1. Ilmu Dasar Akuntansi dan Keuangan

Seorang analis kredit harus menguasai ilmu dasar, prinsip, dan praktik ekonomi serta akuntansi. Mereka pun harus memahami cara kerja pasar keuangan, perbankan, laporan data keuangan, serta analisis yang mencakup analisis resiko, kuantitatif, maupun statistik.

Karena itu, para profesional di bidang ini umumnya memiliki latar belakang akademis di bidang keuangan, akuntansi, dan bidang sejenis yang terkait.

2. Penggunaan Komputer

Seorang credit analyst akan sering bekerja dengan pengolahan angka. Di mana penggunaan tool atau software akan sangat membantu dan mempercepat proses pengerjaan, contohnya seperti SAS/SQL dan Phtyon. Begitu pun tool yang sangat sederhana dari Microsoft Office, yaitu Microsoft Excel yang akan memudahkan proses analisis data dengan cukup baik. Karena itu, penting bagi seorang credit analyst untuk mampu menggunakan komputer dan cepat beradaptasi terhadap penggunaan tool atau software tertentu.

3. Analytical Thinking

Mengingat bahwa kredit adalah hal yang sensitif karena berkaitan dengan uang, kemampuan analytical thinking sangat diperlukan agar perhitungan dapat sesuai dan tidak merugikan kedua belah pihak.

4. Detail-Oriented

Credit analyst harus memeriksa banyak sekali pengajuan kredit dari klien. Umumnya, pengajuan kredit tersebut disertai dengan laporan keuangan klien. Tentunya, pengajuan beserta laporan tersebut harus diperiksa dengan teliti.

Dalam beberapa kasus, credit analyst juga harus datang untuk mengobservasi. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan kemampuan memperhatikan detail yang baik untuk memastikan bahwa data yang didapatkan sesuai, tidak kurang, dan tidak salah.

5. Multitasking

Kemampuan mengerjakan banyak hal secara bersamaan merupakan keterampilan esensial yang wajib dimiliki oleh seorang credit analyst agar pekerjaan mereka dapat berjalan dengan cepat. Pasalnya, mereka harus membuat laporan, memeriksa kelengkapan dokumen, melakuakn survey langsung, hingga menganalisis dokumen keuangan setiap harinya.

6. Pemecahan Masalah

Keterampilan memecahkan masalah atau problem solving sangat dibutuhkan untuk posisi ini. Sebab, credit analyst diharapkan dapat membuat penanggulangan untuk setiap resiko yang telah dianalisis sebelumnya agar proses kredit klien dapat berjalan lancar tanpa merugikan kedua belah pihak.

Baca Juga: Kredit Macet: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa peranan seorang analis kredit sangatlah besar bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Sebab, apabila salah menilai dan mengkalkulasikan resiko, perusahaan berpeluang untuk mengalami kerugian karena kredit yang macet. Karena itu, penting pula bagi perusahaan untuk mengelola keuangannya dengan tepat, yang mana bisa didukung dengan penggunaan aplikasi bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan mempermudah pembukuan secara lebih cepat, akurat, dan otomatis. Fitur yang tersedia di dalamnya juga akan membantu perusahaan dalam banyak hal, seperti melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang, hingga menyelesaikan administrasi perpajakan.

Jika Anda tertarik untuk menggunakannya, klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia