Autodebet Adalah: Ini Pengertian dan Berbagai Kelebihan Serta Kekurangannya

oleh | Des 7, 2021

source envato.

Autodebet Adalah: Ini Pengertian dan Berbagai Kelebihan Serta Kekurangannya

Perkembangan teknologi yang sangat masif pada saat ini membuat berbagai hal yang sebelumnya rumit menjadi lebih praktis dan mudah. Hal tersebut pun berpengaruh pada sistem pembayaran. Saat ini, sudah banyak metode pembayaran yang serba otomatis, contohnya adalah autodebet. Autodebet adalah suatu sistem yang mana uang di dalam rekening Anda akan terpotong secara otomatis dan rutin.

Sebelumnya, mungkin Anda harus melakukan pengaturan untuk pembayaran secara otomatis ini, seperti jumlah uang dan tanggal. Namun dengan kehadiran autodebet, maka konsumen harus lebih berhati-hati lagi karena saat ini sudah banyak sekali merchant yang mempunyai hak untuk melakukan debet tagihan tanpa harus meminta izin dari Anda.

Lantas, apa itu autodebet? Apa saja kelebihan dan kekurangan yang ada di dalamnya? Penasaran? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang autodebet di bawah ini hingga selesai.

Apa Itu Auto Debit?

Autodebet adalah suatu sistem pembayaran yang mana saldo rekening bank Anda nantinya akan berkurang secara otomatis oleh pihak merchant atau bank karena Anda mempunyai transaksi finansial tertentu.

Transaksi finansial ini bisa berbentuk pembayaran kartu kredit, pinjaman dari pihak bank atau fintech, autodebet ke BPJS, dan berbagai jenis tagihan yang lainnya.

Bentuk pemotongan uang yang ada di rekening di dalam sistem autodebet ini dibuat dengan berdasarkan kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat oleh kedua belah pihak, yakni nasabah sebagai konsumen, dan pihak bank sebagai pihak merchant.

Bila Anda memanfaatkan sistem pembayaran yang otomatis seperti ini, nantinya Anda akan memperoleh notifikasi atau pemberitahuan informasi dalam bentuk digital, seperti email. Mobile banking, ataupun SMS. Namun, Anda juga harus bisa memantaunya dalam bentuk rekening koran Anda.

Setiap bulan pada tanggal yang sudah disepakati sebelumnya, sebagai nasabah Anda akan memperoleh pemberitahuan via SMS banking ataupun email agar bisa mengetahui nominal autodebet Anda, seperti misalnya tagihan pembayaran asuransi kesehatan yang akan terdebet secara otomatis.

Bila pihak nasabah meminta laporan auto debitnya melalui rekening koran, maka nantinya akan terdapat laporan rekening koran yang berisi nama lengkap dan juga nominal yang sudah terdebet.

Namun, rekening koran ini juga hanya akan memberikan data sesuai permintaan saja. Autodebet akan memudahkan para nasabah untuk membayar tagihan dalam bentuk pascabayar, bukan dalam bentuk pra bayar lagi. Jadi, sistem autodebet adalah suatu fasilitas yang disediakan oleh perbankan untuk nasabah yang mempunyai tabungan serta giro.

Sistem otomatis ini memang jika dilihat secara sekilas akan sangat membantu, terlebih lagi bila Anda adalah salah satu orang yang pelupa dan tidak selalu sempat membayar tagihan yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga, sebagai nasabah Anda sudah tidak perlu lagi melakukan pembayaran tagihan karena seluruhnya sudah terbayar secara otomatis.

Tapi walaupun otomatis, ada baiknya Anda mengecek secara berkala agar nantinya bisa mengetahui dana yang Anda kirimkan, karena sistem autodebet ini tidak terlepas dari risiko double debet.

Baca juga: Arisan Adalah: Ini Pengertian dan Keuntungan Finansial Di Dalamnya

Keuntungan Autodebet

Kemajuan teknologi yang terdapat pada autodebet tentunya mampu memberikan banyak sekali manfaat untuk para penggunanya. Nah, manfaat atau keuntungan dalam menggunakan autodebet adalah sebagai berikut.

1. Memudahkan Nasabah

Keuntungan pertama dalam menggunakan autodebet adalah mampu memudahkan Anda dalam mencapai tujuan keuangan yang sebelumnya sudah Anda persiapkan dan Anda tetapkan.

Saat Anda mengaktifkan pembayaran secara otomatis, maka nantinya Anda akan bisa memprioritaskan pengeluaran mana saja yang tidak penting dan penting. Sehingga, Anda bisa lebih bertanggung jawab dan lebih konsisten pada keuangan Anda.

Selain itu, Anda juga tidak perlu menghitung, menyisihkan dan juga menyetorkan uang Anda lagi ke bank, karena seluruhnya sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem.

2. Meminimalisir Dokumen

Keuntungan kedua dalam menggunakan autodebet adalah Anda tidak perlu lagi menerima dan juga menyimpan kertas invoice ataupun faktur. Cara ini adalah cara yang efektif jika Anda lupa membawa dokumen dan berada dalam mobilitas yang tinggi. Karena, Anda hanya perlu membayar dan memantaunya via email ataupun aplikasi smartphone Anda.

3. Hemat Pengeluaran

Selanjutnya, manfaat dari autodebet adalah mampu menghemat pengeluaran Anda karena Anda sudah tidak perlu lagi khawatir untuk membayar denda ataupun bunga karena membayar tagihan yang sudah melewati waktu jatuh tempo.

Denda maupun bunga yang dibebankan pada Anda karena adanya keterlambatan pembayaran ini akan membuat pengeluaran Anda membengkak, padahal Anda bisa menggunakannya untuk kebutuhan lain yang Anda anggap lebih penting.

Selain itu, Anda juga sudah tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli perangko dan juga materai seperti yang ada pada sistem pembayaran manual.

4. Paperless dan Ramah Lingkungan

Keuntungan terakhir dalam menggunakan autodebet adalah lebih ramah lingkungan dan minim penggunaan kertas. Itu artinya, Anda sudah berperan aktif dalam pelestarian lingkungan. Sehingga, penebangan pohon yang diperlukan untuk membuat kertas saat ini bisa dikurangi perlahan-lahan.

Kehadiran sistem yang sudah serba online ini akan menekan penggunaan kertas. Seluruh dokumen tagihan yang sebelumnya dikirim via surat, saat ini sudah tidak perlu dilakukan lagi. Karena seluruhnya bisa dikirim lewat email.

Kekurangan Autodebet

1. Jumlah Pembayaran Minimum

Kekurangan pertama dari sistem autodebet adalah pembayarannya yang hanya bisa dilakukan dengan jumlah minimum. Hal ini akan membuat Anda tidak nyaman dengan melakukan pembayaran tagihan secara otomatis dalam jumlah yang kecil.

Jika Anda mempunyai utang dengan bunga yang terlalu tinggi, maka nantinya ini akan membuat utang Anda tidak bisa lunas dan malah nantinya akan terakumulasi. Bila pembayaran tidak Anda lakukan secara autodebet, maka nantinya Anda akan cenderung membayar nominal yang lebih tinggi karena Anda mempunyai utang yang lebih banyak juga.

2. Lebih Pasif Dalam Urusan Transaksi Keuangan

Kekurangan kedua dalam menggunakan sistem autodebet adalah nantinya Anda akan lebih pasif dalam melakukan transaksi keuangan. Karena seluruh urusan yang berhubungan dengan tagihan bulanan sudah harus diurus oleh pihak bank.

Tentunya hal ini sangat tidak pas untuk Anda yang lebih suka dalam mengawasi langsung setiap transaksi ataupun pengeluaran bulanan Anda dari rekening. Sistem autodebet ini lebih pas dan sesuai untuk Anda yang tidak mau ribet dan memiliki kegiatan yang sangat sibuk.

3. Kurang Manajemen Keuangan

Kekurangan ketiga yang ada pada sistem autodebet adalah kurangnya manajemen keuangan. Tentunya kita tahu bahwa tidak semua orang rajin atau senang dalam mencatat laporan keuangan.

Untuk mereka yang sudah rajin dalam mencatat laporan keuangan, autodebet adalah cara yang tidak sesuai untuk Anda, karena sistem ini mempunyai resiko besar, seperti double payment.

Selain itu, sistem ini juga akan membuat Anda untuk tidak bisa aktif dalam mengelola keuangan karena di dalamnya sudah terotomatisasi, sehingga Anda tidak bisa mengubahnya dengan bebas.

4. Membayar yang Tidak Perlu

Salah satu kekurangan besar dari sistem autodebet adalah Anda mempunyai risiko untuk tetap membayar tagihan yang pada kenyataannya sudah tidak lagi Anda gunakan. Bila Anda tidak teliti dalam mengeceknya, maka pembayaran otomatis ini akan mampu menguras saldo rekening Anda.

Contohnya, uang Anda di rekening masih saja terpotong secara otomatis, padahal Anda sudah berhenti berlangganan WiFi dan wajib membayar nominal 200 ribu rupiah tiap bulan.

5. Sulit Mengubah ke Manual

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa autodebet memerlukan bentuk kesepakatan dari kedua belah pihak, Anda harus lebih teliti dalam membaca dan menyetujuinya.

Bila Anda sudah sepakat untuk melakukan pembayaran secara otomatis, maka umumnya akan lebih sulit bila Anda ingin mengubahnya lagi secara manual. Jadi, mau tidak mau Anda harus tetap menggunakan sistem autodebet tersebut.

Baca juga: Rekening Bersama (Rekber): Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungannya

Kesimpulan

Jadi, autodebet adalah suatu metode pembayaran yang mana nantinya saldo Anda akan berkurang secara otomatis oleh pihak bank karena adanya kegiatan transaksi. Sistem ini mempunyai kelebihan dan juga kekurangan untuk pihak pengguna dan pihak bank.

Tentunya kelebihan utama dari sistem autodebet adalah mampu memberikan banyak kemudahan di zaman yang sudah serba digital seperti saat ini. Selain itu, kelebihan lainnya dari autodebet adalah mampu menghemat pengeluaran, meminimalisir penggunaan kertas, dll.

Sementara itu, kekurangan dari sistem autodebet adalah Anda tidak bisa berperan secara aktif dalam mengelola keuangan, terlalu nyaman dengan pembayaran jumlah minimum, dan juga lebih sulit untuk mengubah pembayaran dari sistem otomatis ke sistem manual.

Besar ataupun kecilnya pengeluaran Anda, pengelolaan keuangan tetap saja memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, saat Anda membuat laporan keuangan yang di dalamnya berisi transaksi pembelian.

Nah, agar proses pendataan tersebut bisa tersusun secara rapi di dalam setiap periodenya, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Sehingga Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan bisnis Anda dan mencapai target bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga nantinya akan lebih mudah dalam mengelola bisnis lewat berbagai fitur dan modul dari Accurate Online, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, dan masih banyak lagi.

Tertarik? Coba gratis Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

accurate1

ekonomikeuanganbanner
sidebarPromo
Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait