Mengenal Barang Bebas dan Berbagai Contohnya

Terdapat berbagai macam cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang di dalamnya berupa barang atau jasa. Barang atau jasa tersebut tergantung dari beberapa faktor, seperti faktor produksi atau bagaimana cara untuk mendapatkanya. Ilmu ekonomi membagi tiga kelompok barang, yaitu barang ekonomi, barang bebas dan barang illith.

Namun, pada kesempatan kali ini, kita akan lebih fokus dalam membahas barang bebas dan berbagai contoh di dalamnya. Penasaran? Baca terus artikel tentang barang bebas ini hingga selesai.

Pengertian Barang Bebas

Pada dasarnya, barang bebas adalah suatu barang pemuas kebutuhan manusia yang mana jumlahnya tanpa batas dan tidak diperlukan biaya dan pengorbanan agar bisa mendapatkannya. Berbeda dengan barang ekonomi yang tidak terbatas jumlahnya, barang ini sudah disediakan oleh alam secara gratis dan sudah disediakan dalam jumlah yang sangat banyak.

Agar bisa lebih mudah dalam mengetahui contohnya, Anda harus mengetahui karakteristik atau ciri-ciri dari barang bebas ini, yaitu mudah ditemukan, disediakan oleh alam, mempunyai manfaat, penawarannya lebih banyak daripada permintaanya, tidak memiliki nilai ekonomis, serta tidak diperlukan pengorbanan yang sangat besar untuk bisa mendapatkannya.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Bisnis Barang dan Jasa

4 Contoh Barang Bebas yang Mudah Ditemukan

Barang bebas bisa diubah menjadi barang ekonomi. Adanya perbedaan tempat, waktu dan kondisi membuat barang tersebut bisa diubah menjadi barang ekonomi. Lalu apa saja contohnya? Berikut ini adalah jawabannya.

1. Udara

Contoh barang bebas yang pertama adalah udara. Udara adalah kebutuhan dasar manusia untuk bernapas. Oleh karena itu, udara menjadi barang yang sangat berguna bagi manusia agar bisa melanjutkan kehidupannya.

Dalam kegiatan normal, manusia bisa menghirup udara sebanyak 11.000 sampai 12.000 liter udara per harinya. Jika ada orang lain yang bernapas, maka Anda masih bisa menghirup udara tanpa rasa takut akan ketersediaan udara. Oleh karenanya, barang ini memiliki ketersediaan dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak langka.

Anda bisa dengan mudah menghirup udara dimanapun Anda berada dan untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan biaya atau tidak ada harga, serta tidak memerlukan pengorbanan besar karena bisa Anda peroleh secara gratis.

2. Air

Air yang dialirkan oleh perusahaan PDAM ke setiap rumah atau air kemasan yang kita temui di warung atau minimarket tidak termasuk barang bebas. Air yang dialirkan oleh perusahaan PDAM ke rumah Anda atau yang bisa Anda temukan di minimarket termasuk kategori barang ekonomis, karena air tersebut akan bisa Anda dapatkan setelah Anda mengeluarkan sejumlah uang.

Sedangkan air yang termasuk barang bebas adalah air yang bisa Anda temukan di pedesaan dan bisa Anda konsumsi dengan jumlah yang banyak tanpa harus membayar harga sedikitpun untuk bisa mendapatkannya.

Umumnya, di daerah pegunungan terdapat sumber mata air bersih yang sangat banyak, sehingga air tersebut tergolong dalam barang bebas. Berbeda dengan mereka atau kita yang tinggal di wilayah perkotaan dengan sumber mata air yang terbatas.

Selain itu, air laut pun tergolong barang bebas, walaupun digunakan dalam jumlah yang sangat banyak, air laut akan tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan.

3. Pasir

Pasir yang bisa kita temukan di padang pasir ataupun di gurun termasuk ke dalam barang bebas. Sesuai dengan karakteristiknya, pasir di gurun tersedia dalam jumlah yang melimpah dan tidak mempunyai nilai ekonomis. Bila ingin menggunakannya, kita bisa menemukannya karena alam sudah menyediakannya dengan jumlah yang tidak terbatas.

Berbeda halnya dengan pasir yang kita perlukan dengan cara membelinya di toko bangunan, pasir yang ada di gurun tidak akan mengalami kelangkaan, malah pasir yang ada di gurun sangat mudah untuk ditemukan.

Hal tersebutlah yang menjadikan pasir menjadi barang bebas. Pasir yang ada di padang pasir atau di gurun bisa digunakan secara bebas oleh manusia tanpa harus diproduksi lagi atau tanpa membutuhkan sumber daya ekonomi lain untuk bisa membuatnya.

4. Sinar Matahari

Matahari terbit setiap hari dan kita bisa menikmati sinarnya secara cuma-cuma. Sinar matahari juga tergolong sebagai barang kebutuhan manusia yang sudah disediakan oleh alam. Manusia bisa menggunakan sinar matahari untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus melakukan pengorbanan yang besar agar bisa memperolehnya.

Tidak ada jasa pengelolaan apapun yang harus Anda bayar agar bisa menikmati sinar matahari. Oleh karena itu, sinar matahari termasuk ke dalam barang bebas. Siapa saja mempunyai hak untuk bisa menggunakan sinar matahari dengan cara menikmati dan mengambilnya secara langsung dari alam.

Baca Juga: Pasar Barang: Pengertian, Ciri, dan Jenis Pasar Barang

Penutup

Demikianlah pengertian dan contoh barang bebas yang bisa digunakan sebagai alat kebutuhan manusia. Tapi disisi lain, Anda juga memerlukan barang ekonomis untuk pemuas kebutuhan. Oleh karenanya, diciptakan uang sebagai alat pembayaran.

Nah, baik itu individu ataupun perusahaan, harus bisa mengelola uang dengan baik dan mencatatnya secara rapi di laporan keuangan. Karena laporan keuangan inilah yang nantinya dijadikan sebagai alat pertimbangan untuk menentukan keputusan bisnis di masa depan.

Kabar baiknya, saat ini sudah ada software akuntansi yang bisa membantu Anda dalam membuat laporan keuangan. Salah satu software akuntansi yang wajib Anda pertimbangkan adalah Accurate Online.

Sudah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun dan sudah dipercaya oleh lebih dari 370 ribu lebih pengguna, Accurate Online akan membantu Anda dalam menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, akurat, serta bisa Anda akses di mana saja Anda perlukan.

Selain itu, berbagai fitur luar biasa yang disediakan oleh aplikasi ini juga akan membantu operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien.

Ayo coba gratis Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate1

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia