Panduan Belajar Saham Bagi Pemula Beserta Tips untuk Memulai Investasi

Saham adalah produk investasi yang menjadi pilihan banyak orang. Selain karena peluang keuntungannya besar, saham juga termasuk mudah untuk dipelajari. Terlebih di tengah kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, di mana mudah untuk mencari informasi dan tips belajar saham di berbagai platform pembelajaran.

Pasalnya, investasi saham bukan hanya sekedar mengejar keuntungan, membelinya saat harganya rendah, dan menjualnya ketika harganya tinggi. Investasi saham menuntut investor untuk mampu menganalisis laporan keuangan, membaca grafik saham, mengetahui pola di masa lampau, memprediksi pola di masa mendatang, serta membuat strategi yang tepat agar dapat meminimalisir resiko kerugian.

Oleh sebab itu, penting untuk belajar saham terlebih dahulu sebelum benar-benar berinvestasi saham. Belajar saham pun bisa dari mana saja, seperti melalui artikel di bawah ini yang menguraikan tentang pengertian dan jenis-jenis saham, beserta tips berinvestasi saham yang efektif dan aman bagi pemula.

Ingin mengetahui lebih lanjut? Simak terus artikel berikut ini!

Apa Itu Saham?

Saham merupakan tanda penyetoran modal dari seseorang atau badan usaha ke dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Melalui penyertaan modal tersebut, pihak penyetor atau penanam modal memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Modal yang disetorkan saat membeli saham, akan digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk mendukung keperluan dalam peningkatan ekonomi perusahaan. Barulah ketika perusahaan mendapatkan keuntungan, keuntungan tersebut akan dibagi kepada para penanam modal atau investor.

Keuntungan yang dibagikan ke investor umumnya berupa dividen dan capital gain. Di mana dividen adalah pembagian keuntungan dari laba yang dihasilkan perusahaan. Sementara capital gain adalah pembagian keuntungan dari aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Adapun saham sebenarnya tergolong sebagai instrumen investasi yang beresiko jika dibandingkan dengan deposito dan obligasi. Namun, resiko ini diimbangi dengan potensi return-nya yang tinggi. Saham juga merupakan investasi jangka panjang sehingga cocok untuk digunakan sebagai sarana mencapai tujuan finansial di masa mendatang. Tentunya, hal ini membutuhkan wawasan dan pengetahuan yang cukup agar tidak mengalami kerugian.

Baca juga: Portofolio Saham: Pengertian, Tipe, dan Cara Membangunnya

Jenis-Jenis Saham

Setelah mengetahui pengertian dari saham, Anda juga perlu belajar saham dengan mengenal jenis-jenis saham yang ada. Sebab, setiap saham memiliki karakteristik tersendiri, seperti saham biasa dan saham preferen yang berkaitan dengan hak tagih atau kemampuan klaim, serta saham atas unjuk dan saham atas nama yang berkaitan dengan cara peralihannya.

1. Saham Biasa (Common Stocks)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling banyak digunakan di pasar modal. Jenis saham ini membagikan keuntungan pada pemilik saham melalui dividen ketika perusahaan tengah menghasilkan laba.

Begitu pun ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, di mana pemilik saham akan menanggung kerugian maksimum sebesar jumlah investasi yang dikeluarkannya pada saham tersebut. Adapun umumnya, pemilik saham ini memiliki hak suara untuk dapat mengikuti RUPS.

2. Saham Preferen (Preferred Stocks)

Saham preferen adalah saham yang didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa. Saham jenis ini disukai oleh beberapa investor karena dapat menghasilkan pendapatan tetap, seperti bunga obligasi.

Secara umum, karakteristik dari saham preferen hampir sama dengan saham biasa. Pemegang saham juga dapat melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, serta memiliki hak tebus dan dapat ditukarkan dengan saham biasa.

3. Saham atas Unjuk (Bearer Stocks)

Jenis saham ini biasanya dimiliki untuk diperjualbelikan lagi. Secara fisik, jenis saham ini memang tidak tertulis nama pemiliknya, yang mana mempermudah proses ketika saham berpindah dari satu investor ke investor lainnya.

Pada saham jenis ini, pihak yang memegang saham secara hukum adalah yang diakui sebagai pemilik saham yang juga berhak untuk mengikuti RUPS.

4. Saham atas Nama (Registered Stocks)

Berbanding terbalik dengan saham atas unjuk, saham atas nama harus ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya. Cara peralihan sahamnya pun harus melalui prosedur tertentu dan tidak sembarangan berpindah ke tangan investor lain.

Baca juga: Overbought Adalah Kondisi yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Saham, Kenapa?

Tips Investasi Saham Bagi Pemula

Untuk melengkapi upaya belajar saham, berikut ini tips dan langkah yang bisa Anda lakukan untuk mulai berinvestasi saham.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Meski masih pemula, Anda tetap harus tahu apa tujuan Anda dalam berinvestasi saham. Apakah untuk biaya menikah, membeli rumah, atau mempersiapkan dana pensiun.

Hal ini akan membantu dalam pemilihan aset investasi yang dirasa cocok untuk jangka panjang. Di mana diharapkan harga aset saham pilihan dapat naik hingga sekian persen sehingga keuntungan yang dihasilkan menjadi lebih besar dan bisa mencapai tujuan investasi.

2. Cek Kondisi Keuangan

Investasi sebaiknya dilakukan menggunakan uang dingin atau uang yang menganggur dan tidak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan. Idealnya, besaran dana investasi adalah 10% dari gaji per bulan atau cukup disesuaikan dengan kemampuan. Karena itu, Anda perlu memeriksa kondisi keuangan.

Apabila pengeluaran lebih banyak daripada pendapatan, artinya Anda tidak mempunyai dana menganggur untuk dijadikan sebagai investasi. Anda sebaiknya mencari penghasilan tambahan jika tetap ingin berinvestasi.

3. Cari Informasi Aset Investasi dari Berbagai Sumber

Investasi saham adalah investasi beresiko tinggi. Anda perlu dibekali dengan wawasan dan pengetahuan yang cukup sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi. Tanpa ilmu dan informasi yang memadai, Anda akan kebingungan dalam mengambil langkah dan akhirnya hanya menggunakan perasaan yang seringkali salah dan tidak tepat.

Sumber informasi utama bagi investor untuk belajar saham adalah situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai dari emiten beserta laporan keuangannya hingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), semuanya tersedia secara lengkap.

Anda juga bisa mengikuti kelas belajar saham yang diselenggarakan BEI, perusahaan sekuritas, maupun komunitas investor. Begitu pun melalui buku tentang saham, seminar, dan media sosial.

4. Pilih Platform Sekuritas Terpercaya

Saat ini, ada banyak perusahaan sekuritas yang menyediakan platform investasi saham berbasis online. Pilihlah sekuritas yang merupakan anggota BEI dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Telusuri pula rekam jejak sekuritas tersebut agar Anda bisa berinvestasi dengan aman dan nyaman, serta tidak terjerat investasi bodong.

5. Beli Saham Unggulan

Untuk memulai investasi saham, Anda bisa mencoba membeli saham unggulan yang masuk dalam Indeks LQ45. Indeks LQ45 sendiri adalah indeks saham yang berisi daftar 45 saham pilihan dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan didukung oleh fundamental perusahaan yang baik dan stabil. Harga saham pada indeks ini bervariasi, mulai dari Rp300 per lembar hingga Rp70.000 per lembar.

Baca juga: Efek Compounding Adalah Sahabat Investor, Kenapa?

Penutup

Sebelum terjun dalam dunia investasi, kita perlu mempelajari terlebih dahulu segala hal yang terkait dengan investasi tersebut. Termasuk dalam instrumen investasi saham, di mana kegiatan belajar saham dapat memberikan wawasan dan pengetahuan agar kita dapat berinvestasi saham dengan tepat.

Terlebih lagi, saham adalah instrumen jangka panjang dan cenderung tinggi akan resiko. Karena itu, berinvestasi-lah sesuai dengan kemampuan diri dan bekali diri dengan informasi yang cukup agar dapat meminimalkan resiko kerugian.

Seperti disebutkan sebelumnya, cek terlebih dahulu kondisi keuangan sebelum mengeluarkan modal untuk investasi. Anda sebenarnya bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online yang dapat menunjukkan secara jelas kondisi kas keuangan Anda.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, di mana Anda bisa memantau pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Berbagai fitur di dalamnya juga mudah untuk digunakan, bahkan bagi pemula.

Jika tertarik untuk mencobanya, klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia