Overbought Adalah Kondisi yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Saham, Kenapa?

Dalam memantau pasar saham, Anda memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Terdapat banyak sekali istilah yang harus Anda ketahui demi memahami setiap fenomena yang terjadi di dalam pasar saham. Nah, istilah overbought adalah salah satunya.

Saat sebuah saham sudah disebut overbought, maka investor harus berhati-hati dan waspada saat mengambil keputusan investasi.

Kenapa harus waspada? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang overbought di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Overbought di Dalam Saham

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa harga saham yang terjadi di pasar tidak selamanya stabil. Dalam hitungan detik, suatu harga saham bisa berubah dengan cepat. Terkadang pergerakannya bisa terjadi secara lambat, tapi terkadang juga bisa terjadi secara cepat, baik itu turun ataupun naik.

Dampak dari adanya kondisi ini, salah satu istilah yang sangat dikenal di kalangan para investor disebut dengan jenuh beli atau overbought.

Bersumber dari laman Investopedia, overbought adalah sebuah istilah di dalam dunia investasi saham yang diberikan pada suatu sekuritas yang diperdagangkan dengan harga diatas nilai intrinsik perusahaan.

Dilansir dari laman Okezone, saat sebuah harga saham yang mengalami lonjakan secara signifikan, pada akhirnya saham tersebut akan mencapai titik jenuh karena ada banyak investor yang melakukan pembelian.

Baca juga: Portofolio Saham: Pengertian, Tipe, dan Cara Membangunnya

Jenis-jenis Overbought

Saat kondisi overbought ini sudah terjadi di dalam pasar saham, umumnya investor akan sangat waspada. Karena, harganya akan disesuaikan kembali dalam waktu dekat. Tentunya teori ini tidak bisa diungkapkan secara asal, namun juga dengan berlandaskan analisis teknikal dan juga fundamental.

Untuk itu, overbought terbagi menjadi dua jenis, yakni overbought secara fundamental atau fundamental overbought dan overbought secara teknikal atau technical overbought.

1. Fundamentally Overbought

Pada dasarnya, suatu saham akan dianggap overbought saat price-earnings ratio atau P/E ratio-nya berada lebih tinggi dari indeks relevan, atau lebih tinggi daripada rata-rata sektornya. Banyak investor yang menganggap bahwa saham ini tergolong ke dalam saham overvalued dan menahan diri mereka untuk tidak membeli saham tersebut

2. Technically Overbought

Berdasarkan sisi teknikalnya, terdapat beberapa indikator yang harus Anda ukur agar bisa menentukan apakah suatu saham tergolong overbought atau tidak.

Indikator yang banyak digunakan untuk menilai suatu saham overbought secara teknikal adalah volume, harga terbaru, dan juga momentum. Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal yang banyak digunakan untuk bisa mengidentifikasi saham overbought.

Saat suatu harga saham sudah melebih batas batas Bollinger Bands, maka saham tersebut bisa dinilai overbought.

Baca juga: Margin of Safety, Prinsip Penting dalam Berinvestasi

Cara Menilai Apakah Suatu Saham Overbought

Selain secara teknikal dan fundamental, teknik lainnya yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi overbought atau tidaknya suatu saham adalah dengan menggunakan relative strength index (RSI).

Penilaian RSI bisa dilakukan dengan menggunakan rumus di bawah ini

RSI= 100-100(1+RS)

Dalam hal ini, RSI adalah nilai rata-rata dari rasio pergerakan ke atas dan ke bawah pada saham dalam kurun waktu tertentu. Hasil dari perhitungan RSI yang di atas 70 bisa diartikan bahwa saham tersebut tergolong overbought. Sehingga, pasar harus segera mengatur kembali harganya secara cepat.

Bila angkanya berada di bawah 30, maka saham tersebut akan dinilai oversold, yang artinya kebalikan dari overbought.

Baca juga: Efek Compounding Adalah Sahabat Investor, Kenapa?

Strategi Saat Saham Overbought

Dalam saham, overbought adalah desa yang bisa digunakan untuk membantu setiap investor untuk membuat keputusan dalam melakukan investasi. Memang saham overbought seringkali dinilai kurang baik untuk dibeli.

Kondisi overbought bisa dijadikan sebagai sinyal oleh para investor untuk segera melakukan penjualan karena harganya yang sedang tinggi. Namun, laman YP Investors menjelaskan bahwa akan lebih baik untuk menahan saham yang dimiliki terlebih dulu dan terus memantau pergerakan harga pasar.

Ketika suatu saham terjadi overbought, maka koreksi harga biasanya akan terjadi sesegera mungkin. Agar bisa menghindari kerugian, lebih baik untuk tidak melakukan kegiatan penjualan maupun pembelian. Namun, keputusan akhir terkait jual beli akan tetap berada di tangan setiap investor. Karena, setiap investor tentu memiliki pertimbannya sendiri.

Baca juga: Downtrend Adalah: Pengertian dan Penyebabnya Pada Pergerakan Saham

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang kondisi overbought di dalam pasar saham. Jadi, overbought adalah sebuah istilah di dalam dunia investasi saham yang diberikan pada suatu sekuritas yang diperdagangkan dengan harga di atas nilai intrinsik perusahaan.

Keputusan untuk melakukan penjualan dan pembelian saham dalam kondisi overbought berada ditangan setiap investor, karena setiap investor pasti memiliki pertimbangannya masing-masing, yang penting adalah investor bisa mengelola keuangannya dengan baik.

Kegiatan mengelola keuangan ini juga harus dilakukan secara baik oleh perusahaan, baik itu perusahaan kecil ataupun perusahaan besar. Karena dengan bentuk pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan bisa terus berkembang dan eksis di pasar.

Nah, untuk membantu perusahaan dalam mengelola keuangan, maka manajemen perusahaan bisa mencoba menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya dengan cara menyajikan laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Berbagai data yang ada di dalamnya pun bisa diakses secara mudah di mana saja dan kapan saja.

Tingkat keamanan data Accurate Online pun sangat tinggi, sehingga Anda sudah tidak perlu lagi mengkhawatirkan data Anda.

Selain itu, di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang mampu membantu Anda dalam meningkatkan efisiensi bisnis.

Jadi tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk segera mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia