Apa Itu Bridge Loan? Apa Bedanya dengan Traditional Loan?

Dewasa ini, terdapat banyak sekali jenis pinjaman. Salah satunya adalah bridge loan. Bridge loan adalah jenis pinjaman kebutuhan pembiayaan. Tapi, jenis pinjaman yang satu ini masih terdengar asing di beberapa kalangan.

Kita semua tentunya harus mengetahui jenis pinjaman yang satu ini. Selain itu, kita juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada di dalamnya agar bisa membuat keputusan secara tepat.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita membahas tentang bridge loan secara mendalam.

Apa itu Bridge Loan?

Dilansir dari Investopedia, bridge loan termasuk ke dalam jenis kategori pinjaman jangka pendek. Umumnya, jangka waktu pinjamannya berkisar dari 2 minggu sampai tiga tahun. Di Inggris, istilah ini dikenal dengan caveat loan. Pada beberapa aplikasi pun dikenal dengan pinjaman lancar. Sedangkan di Afrika Selatan, jenis pinjaman ini dikenal dengan istilah bridging finance.

Jadi, bridge loan adalah pembiayaan sementara untuk bisnis ataupun individu. Umumnya, uang dari pembiayaan ini digunakan untuk membayar kembali pinjaman dan untuk berbagai kebutuhan kapitalisasi yang lainnya.

Bila dibandingkan dengan pembiayaan konvensional, umumnya jenis pinjaman ini lebih mahal. Untuk itu, tujuannya adalah untuk mengimbangi risiko tambahan. Tingkat bunganya pun lebih tinggi, yaitu sekitar 1% dari jumlah pinjaman. Pihak pemberi pinjaman juga perlu jaminan pinjaman.

Baca juga: Loan To Deposit Ratio (LDR): Pengertian dan Fungsinya

Sistem Kerja Bridge Loan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bridge loan ini bisa digunakan untuk bisnis maupun individu. Keduanya bisa menyesuaikannya lagi tergantung situasi yang dihadapi. Hal yang sama pun berlaku untuk pemberi pinjaman.

Umumnya, jenis pinjaman ini dilakukan dengan jangka waktu enam bulan. Tapi, seringkali diperpanjang hingga satu tahun penuh. Sedangkan suku bunganya seringkali 2% atau bahkan lebih. Pihak peminjam bisa mendapatkan suku bunga dan juga persyaratan yang lebih mudah dengan mengajukan jenis pinjaman ini serta hipotek dengan jangka waktu yang panjang.

Pembayaran pinjamannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya dengan melakukan pelunasan pinjaman sebagai pembayaran bulanan yang tetap. Pilihan lainnya adalah dengan melakukan pembayaran satu kali di akhir jangka waktu pinjaman.

Jenis pembayaran pinjaman ini umumnya tidak berdasarkan dengan jatuh tempo hingga beberapa bulan setelah penutupan pinjaman.

Baca juga: NPL: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Masalah yang Bisa Ditimbulkan

Bridge Loan dalam Properti

Bridge loan seringkali digunakan untuk membeli real estate, mengambil alih real estate dari adanya tindakan penyitaan, sampai dengan memanfaatkan peluang jangka pendek untuk mengamankan pembiayaan jangka panjang. Umumnya, jenis pinjaman ini properti akan dibayarkan kembali saat properti terjual.

Tapi, pihak pemberi pinjaman hanya akan menawarkan pinjaman ke pihak peminjam dengan syarat mempunyai peringkat kredit yang sangat baik dan rasio utang atas pendapatan yang rendah.

Bridge loan untuk pembiayaan properti memang sangat jarang terjadi. Sebagian kasus pemberi pinjaman hanya akan menawarkan pinjamannya sebanyak 80% dari gabungan nilai dua properti.

Beberapa keuntungan yang bisa di dapat dari bridge loan dalam dunia properti adalah sebagai berikut:

  • Dapat digunakan untuk membeli rumah baru dan juga menempatkan rumah di pasar tanpa adanya batasan
  • Mendapatkan pembayaran gratis untuk beberapa bulan kedepan
  • Bisa membeli rumah baru, bahkan setelah menghapus kontingensi untuk menjual dalam kondisi tertentu.

Disisi lain, bridge loan dalam bidang properti pun memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Lebih mahal daripada pinjaman ekuitas rumah
  • Pihak peminjam harus memenuhi syarat utama, yaitu harus mempunyai dua rumah
  • Dana pinjaman akan menjadi besar karena menangani dua hipotek dua rumah secara bersamaan. Ditambah lagi dengan adanya bunga tambahan dari bridge loan.

Baca juga: LTV adalah Rasio Pinjaman Terhadap Nilai, Seperti Apakah Perhitungannya?

Apa Bedanya dengan Traditional Loan?

Umumnya, jenis pinjaman ini memiliki proses pendanaan sampai persetujuan yang lebih cepat daripada pinjaman konvensional atau tradisional. Pinjaman ini mempunyai jangka waktu yang lebih singkat dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Biasanya, pihak peminjam memerlukan jenis pinjaman ini karena membutuhkan akses yang cepat dalam hal mendapatkan dana.

Pihak peminjam bersedia untuk membayar dengan suku bunga yang tinggi karena jenis pinjamannya memiliki jangka waktu pendek. Selain itu, sebagian besar jenis pinjaman ini tidak dikenakan penalti pembayaran.

Baca juga: Pasiva Adalah: Pengertian Lengkap dan Jenis-jenis Pasiva

Bridge Loan dalam Bisnis

Bridge loan bisa diterapkan ke dalam dunia bisnis. Contohnya ketika perusahaan ataupun individu menunggu pembiayaan dengan jangka waktu panjang, sedangkan dirinya memerlukan uang untuk menutup biaya sementaranya, seperti melakukan putaran pendanaan ekuitas yang harapannya bisa ditutup selama enam bulan.

Dalam hal ini, pihak perusahaan atau individu tersebut bisa memilih jenis pinjaman ini agar bisa menutupi pendanaan ekuitas tersebut, seperti untuk menutup upah karyawan, biaya persediaan, biaya sewa, dan biaya lainnya sehingga putaran pendanaanpun dapat tertutup secara menyeluruh.

Baca juga: Likuiditas Bank Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya

Contoh Bridge Loan

Salah satu contoh penggunaan pinjaman ini bisa kita temukan pada perusahaan Olayan America Corporation yang pada tahun 2016 lalu ingin membeli Sony Building. Perusahaan tersebut mengambil bridge loan yang berasal dari ING Capital. Lalu, pinjaman tersebut pun disetujui dengan sangat cepat, sehingga pihak Olayan pun mampu mengunci kesepakatan dengan pihak Sony Building.

Pinjaman tersebut mampu membantu dan menutup sebagian biaya pembelian gedung hingga Olayan mendapatkan pendanaan jangka panjang yang sifatnya lebih permanen.

Baca juga: Beban Bunga: Jenis Perlakuan dan Cara Pencatatannya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang bridge loan, lengkap dengan pengertian, sistem kerja, hingga contohnya. Bila Anda tertarik untuk mengajukan bridge loan, maka Anda harus memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik agar Anda bisa melunasinya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Nah, Anda bias mengelola keuangan dengan menggunakan sistem yang sudah terintegrasi, seperti aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan mempermudah Anda dalam mengelola keuangan. Sehingga, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.

Selain itu, seluruh sistem di dalamnya juga sudah saling terintegrasi, sehingga Anda bisa melakukan penjualan dan pembelian dengan lebih mudah, mengelola persediaan secara lebih tepat, menyelesaikan administrasi perpajakan tanpa telat, dan masih banyak lagi.

Jadi, ayo segeralah coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia