Mengenal Bunga Floating dan Kelebihannya

Pada dasarnya, bunga floating adalah salah satu jenis bunga yang kerap kali diterapkan dalam pembelian rumah. Setiap orang saat ini bisa mempunyai rumah impiannya secara mudah. asalnya, pembelian rumah bisa dilakukan dengan cara dicicil atau KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Pembayaran rumah dengan KPR ini memang sangat membantu, namun Anda harus memahami berbagai mekanisme pembayarannya.

Salah satu mekanisme pembayaran yang harus Anda pahami dengan baik adalah terkait bunga. Harus Anda ketahui jika bunga KPR cukup tinggi dan akan selalu meningkat tiap tahun. Untuk itu, Anda harus memilih suku bunga yang tepat.

Terdapat dua suku bunga yang banyak digunakan, yakni bunga floating dan bunga fixed. Nah, pada kesempatan kali ini mari kita mengenal lebih dalam tentang bunga floating dalam KPR di bawah ini.

Apa Itu Bunga Floating?

Bunga floating memiliki nama lain bunga mengambang atau bunga berjalan. Bunga floating adalah perhitungan bunga yang dilakukan oleh pihak bank dalam memberikan pinjaman kredit, khususnya KPR atau Kredit Pemilikan Rumah.

Sederhananya, bunga floating adalah cara perhitungan yang digunakan oleh pihak bank dalam menghitung pinjaman kredit.

Bunga floating yang juga dikenal dengan bunga berjalan juga karena nominalnya terus mengalami perubahan dan tidak statis selama periode kredit. Perubahan pada nominal bunga ini juga terjadi karena telah disesuaikan dengan acuan suku bunga pasar, suku bunga dari Bank Indonesia, atau kebijakan dari bank itu sendiri.

Misalnya saja seperti suku bunga dua tahun awal, yakni sebesar 10% atau 1 juta rupiah. Tapi karena terdapat perubahan suku bunga Bank Indonesia, maka bunga bank pun turut mengalami perubahan menjadi 13%. Jadi, cicilan rumah akan mengalami kenaikan, sehingga di tahun ketiga Anda harus membayar cicilan sebanyak 1,3 juta rupiah.

Biasanya, kenaikan suku bunga ini terjadi karena kondisi negara memang sedang tidak stabil atau kemungkinan juga terjadi defisit anggaran negara, sehingga membuat suku bunga berubah.

Untuk itu, jenis suku bunga ini akan sangat sesuai sekali untuk Anda yang telah siap untuk menerima profil risiko yang lebih tinggi.

Skema perhitungan free cash flow ini menggunakan dua skema utama, yakni skema efektif dan anuitas. Skema efektif adalah suatu skema yang menerapkan perhitungan bunga dengan berdasarkan saldo pinjaman dan juga saldo suku bunga kredit pemilikan rumah atau KPR.

Di sisi lain, skema anuitas adalah skema perhitungan yang sedang digunakan oleh berbagai bank di Indonesia dalam menghitung bunga floating pada kredit pemilikan rumah.

Perbedaan antara kedua skema perhitungan tersebut adalah total angsuran per bulannya yang tidak akan mengalami perubahan. Walaupun demikian, hal tersebut berbeda dengan skema flat yang berdasarkan angsuran skema. Skema anuitas ini adalah gabungan dari skema efektif dan juga skema flat.

Baca juga: Rumah Indent Adalah Salah Satu Jenis KPR, Ini Untung Ruginya!

Kelebihan dan Kekurangan Bunga Floating

Suku bunga floating memiliki kelebihan sendiri, yakni masih ada kemungkinan terjadinya penurunan cicilan.

Contohnya bila di tahun ketiga floating rate-nya sebesar 12% dengan nominal 1,2 juta rupiah, bisa saja mengalami perubahan pada tahun keempat menjadi 11%.  Itu artinya, cicilan pun akan turut mengalami penurunan menjadi 1,1 juta rupiah.

Sedangkan untuk kekurangannya adalah floating rate dari kredit pemilikan rumah akan lebih sering mengalami kenaikan daripada penurunan. Itu artinya, kemungkinan bunga untuk turun akan sangat kecil.

Untuk itu, sangat disarankan untuk selalu memeriksa besaran persentase floating rate di setiap situs website bank.

Baca juga: KPR Adalah: Pengertian, Jenis KPR, Persyaratan, dan Biaya yang Dibebankan

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang bunga floating. Untuk Anda yang memiliki rencana untuk membeli rumah dengan metode kredit pemilikan rumah, maka Anda harus bisa memahami informasi di atas.

Hal yang sama pun berlaku bila Anda berniat untuk meminjam modal tambahan bisnis pada bank atau lembaga lain. Anda harus selalu memeriksa suku bunga yang diterapkan oleh bank agar beban utang Anda tidak besar.

Selain itu, Anda juga harus bisa mengelola dan mencatat beban bunga Anda dengan baik agar Anda bisa membayar beban tersebut tanpa terkena penalti atau denda dari pihak bank. Namun, mencatat beban bunga secara manual tentu akan sangat memakan banyak waktu dan sangat rentan terjadi kesalahan.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi buatan anak bangsa ini akan mencatat dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda secara akurat.

Selain itu, aplikasi ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan proses administrasi perbankan, dan masih banyak lagi.

Anda pun tidak perlu ragu untuk menggunakan aplikasi ini, karena Accurate Online telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia. Bahkan, Accurate Online telah berhasil mendapatkan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga saat ini.

Aplikasi ini pun bisa dengan mudah Anda gunakan di mana saja dan kapan saja. Pasalnya, Accurate Online dikembangkan dengan menggunakan teknologi cloud computing berbasis website dan telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang sangat ketat. Tampilan dashboard di dalamnya pun di desain dengan sangat sederhana.

Lebih menariknya lagi, seluruh kelebihan, fitur dan modul yang terdapat di dalam Accurate Online bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau.

Jadi, masih ragu menggunakan Accurate Online? Bila Anda masih ragu, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.