Capital Adequacy Ratio: Pengertian dan Ketentuannya

Harus kita akui bersama bahwa modal adalah salah satu komponen penting dalam menjalankan bisnis apapun, termasuk dalam bisnis perbankan. Mereka memerlukan modal yang sangat besar. Nah, di dalamnya membutuhkan perhitungan yang tepat, salah satu konsep perhitungannya adalah capital adequacy ratio.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami sudah menyiapkan pembahasan yang singkat dan menarik tentang capital adequacy ratio. Untuk itu, simak artikel tentang capital adequacy ratio di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Capital Adequacy Ratio (CAR)

Bila kita membicarakan tentang modal dalam industri perbankan, pasti nantinya akan mengarah pada rasio kecukupan modal atau yang akrab dikenal dengan Capital Adequacy Ratio. 

Pada dasarnya, Capital Adequacy Ratio adalah rasio yang akan merepresentasikan kemampuan bank dalam menyediakan dana yang bisa digunakan sebagai cadangan untuk mengantisipasi adanya risiko kerugian.

Berdasarkan pengertian di atas, bisa kita lihat bahwa semua aktiva yang dimiliki oleh lembaga perbankan, baik itu kredit, surat berharga, penyertaan ataupun tagihan pada bank lain yang mengandung unsur resiko harus dibiayai dengan modal sendiri serta dari berbagai dana lainnya, seperti tabungan masyarakat, deposito, giro, dan lain sebagainya.

Jadi, Capital Adequacy Ratio adalah indikator yang akan mengukur kemampuan bank dalam menutupi aktiva yang terjadi karena adanya berbagai kerugian yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko.

Untuk mengetahui cara CAR adalah dengan membandingkan modal dengan aset tertimbang berdasarkan risiko.

Modal terdiri dari modal inti dan pelengkap. Itu artinya, modal yang berasal dari internal atau modal sendiri dengan modal yang berasal dari pihak eksternal atau dana nasabah. Sedangkan aset tertimbang berdasarkan risiko akan merujuk pada berbagai jenis aset yang mempunyai bobot risiko. Dari berbagai aset atau aktiva yang dimiliki oleh suatu bank, maka jenis aktiva dengan bobot risiko tertinggi adalah kredit.

Walaupun begitu, harus kita akui bahwa kredit mampu meningkatkan pendapatan bank. Karena kredit mampu memberikan kontribusi paling besar dalam komposisi pendapatan yang didapatkan oleh bank.

Baca juga: Modal: Pengertian, Sumber, Jenis, dan Manfaat Modal

Ketentuan Minimum Nilai Rasio Kecukupan Modal

Dalam industri perbankan, sangat penting untuk selalu memerhatikan ketersediaan modal. Kenapa? Karena modal adalah faktor utama bagi bank dalam meningkatkan dan mengembankan kegiatan bisnisnya. Untuk itu, Bank for International Settlement (BIS) kemudian menentukan nilai CAR adalah sebesar 8%.

Walaupun pada mulanya ketentuan tersebut tidak bersifat mengikat, namun seluruh bank sentral di dunia mulai mengadopsinya, termasuk Bank Indonesia.

Pada awalnya, nilai minimum CAR di indonesia ditetapkan dengan adanya peraturan bank indonesia atau PBI. Tapi, peraturan tersebut berubah menjadi Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) yang selanjutnya disesuaikan dengan kondisi industri perbankan di Indonesia dan global secara bertahap.

Hal ini dilakukan karena kegiatan industri perbankan akan selalu lekat dari risiko kerugian, khususnya kredit. Kredit termasuk aktiva bank yang mempunyai beban risiko kerugian paling besar daripada aktiva lainnya. Resiko paling besarnya adalah kredit macet.

Tapi walaupun begitu, kredit mampu memberikan kontribusi yang besar pada pendapatan dan profitabilitas bank. Kehadiran risiko ini bisa membuat berkurang hingga hilangnya kepercayaan nasabah pada performa bank.

Lalu, hal tersebut akan berdampak pada turunnya modal bank yang didapat dari pihak eksternal, yakni nasabah. Nah untuk bisa mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan indikator atau ukuran sebagai penjamin nasabah dari adanya risiko kerugian tersebut. Untuk itu, sangat penting untuk menentukan standar minimum nilai Capital Adequacy Ratio

Nilai Capital Adequacy Ratio yang tinggi akan menampilkan kesehatan bank. Pun begitu juga sebaliknya

Bila perbandingan antara modal dengan aset atau aktiva tertimbang mampu memberikan nilai rasio yang lebih besar dari 8%, maka itu artinya bank mempunyai kemampuan untuk bisa menjamin ataupun menutup berbagai risiko kerugian yang bisa muncul.

Sebaliknya, jika nilai rasio kecukupan modalnya lebih kecil dari 8%, maka komposisi aktiva tertimbang berdasarkan risiko besarnya akan bisa mendekati komposisi yang dimiliki oleh pihak bank. Itu artinya, bank akan kesulitan untuk bisa menutupi setiap kerugian yang dialaminya.

Nilai Capital Adequacy Ratio bisa lebih rendah dari 8% bila lembaga perbankan hanya fokus pada meningkatkan jumlah aktiva yang mempunyai bobot risiko tinggi namun tidak memberikan sumbangsih pada pendapatan.

Contohnya, peningkatan jenis aktiva seperti mesin tanah, gedung, dan peralatan. Namun akan beda ceritanya bila bank meningkatkan jenis aktiva kredit. Walau memiliki resiko tinggi, tapi kredit akan mampu memberikan kontribusi pada pendapatan operasional dan juga profitabilitas bank.

Ketentuan dari batas minimum nilai rasio kecukupan modal ini pada dasarnya dilakukan agar bisa melindungi setiap nasabah dari adanya risiko kerugian yang bisa dialami oleh bank. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk bisa menjaga stabilitas sistem keuangan secara lebih menyeluruh.

Baca juga: Cara Menghitung Modal Awal Secara Mudah Untuk Berbagai Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang Capital Adequacy Ratio. Jadi, Capital Adequacy Ratio adalah suatu representasi dari kemampuan bank dalam membuktikan perusahaan bahwa bahwa kondisi keuangannya sehat, khususnya dalam unsur permodalan.

Memahami Capital Adequacy Ratio sangat penting untuk setiap pebisnis, walaupun bisnis yang dijalankannya bukan berasal dari bidang perbankan.

Tapi secara umum, setiap pebisnis harus menguasai setiap ilmu bisnis, termasuk di dalamnya mengelola keuangan dan membuat laporan keuangan.

Namun bila Anda tidak memiliki waktu untuk membuat laporan keuangan atau belum mengerti tentang cara membuat laporan keuangan, tenang saja. Kenapa? Karena saat ini sudah ada software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola keuangan dengan laporan keuangan yang tersusun dengan tepat.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Penasaran? Klik banner di bawah ini untuk bisa mencoba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari, Gratis!

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia