Cash Value Adalah Istilah Penting dalam Asuransi, Ini Pengertiannya!

Untuk mereka yang sudah berkecimpung di dalam dunia asuransi, mereka pasti sudah mengenal baik istilah cash value. Pada dasarnya, cash value adalah istilah yang digunakan dalam dunia asuransi, atau lebih tepatnya asuransi jiwa.

Cash value merujuk pada sejumlah uang tunai yang ditawarkan pada para pemilik polis oleh perusahaan asuransi yang mana hal tersebut termasuk ke dalam salah satu fitur kebijakan perusahaan asuransi.

Cash value sendiri hampir sama dengan cash surrender ataupun surrender value. Tapi di dalam istilah bahasa Indonesia, cash value sering disebut sebagai uang tunai.

Mereka yang menjadi pelanggan dari produk asuransi atau pemegang polis bisa menarik uang tunai, tapi harus melalui berbagai prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Setiap perusahaan asuransi pun mempunyai prosedurnya masing-masing dalam menarik cash value.

Tapi, terdapat satu hal yang pasti. Agar bisa menarik cash value ini, maka para pemegang polis harus membayar premi asuransi.

Premi adalah sejumlah uang yang harus disetorkan oleh pemegang polis sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui dengan pihak perusahaan asuransi.

Premi sendiri adalah hal yang terdapat di dalam segala jenis asuransi, dan sudah menjadi suatu kewajiban yang dibebankan pada pemegang polis. Tapi, asuransi yang mempunyai fitur cash value ini mempunyai nilai premi yang lebih tinggi daripada perusahaan asuransi lainnya.

Bentuk Penarikan Cash Value

Beda halnya dengan tabungan, cash value tidak hanya bisa ditarik dalam bentuk uang tunai. Cash value pun bisa ditarik dengan berbagai bentuk, yaitu:

1. Penarikan Biasa

Penarikan biasa adalah penarikan yang banyak dilakukan seperti halnya pada jenis asuransi lainnya. Penarikan ini bisa dilakukan dengan bebas pajak.

Caranya adalah dengan menarik sejumlah uang yang sudah disetorkan pada bagian cash value dari polis. Tapi jika penarikan dilakukan dengan melebihi nominal tersebut, maka pemegang polis nantinya akan dikenakan PPN.

Ketika melakukan penarikan, maka pemegang polis akan kehilangan manfaat kematian sejumlah nominal yang sudah ditarik.

2. Pinjaman

Beda halnya dengan penarikan biasa, penarikan cash value dengan cara pinjaman ini sama sekali tidak akan dikenakan pajak. Jenis penarikan ini bisa dilakukan oleh pemegang polis dengan batas maksimal tertentu.

Batas maksimal dari pinjaman adalah jumlah akumulasi dari alokasi cash value dari premi dengan bunga yang sudah terakumulasi dari cash value itu sendiri. Pembayaran bisa dilakukan oleh pemegang polis selama dirinya masih hidup.

Walaupun melakukan penarikan dengan cara pinjaman ini sekilas terlihat menguntungkan, tapi nyatanya masih ada kekurangan di dalamnya. Penarikan cash value dengan cara pinjaman ini memang tidak akan dikenakan pajak, tapi  perusahaan asuransi akan mengenakan bunga pinjaman pada pihak peminjam.

Bila bunga pinjaman tidak juga dibayar, maka akan mengurangi manfaat kematian sampai ketika pinjaman sudah lunas dibayarkan semuanya.

Ada juga kasus dimana pihak peminjam meninggal sebelum pinjamannya lunas, sehingga sisa pinjaman tersebut harus dilunasi dengan cara mengurangi manfaat kematian. Jadi, total manfaat kematian yang nantinya akan didapatkan oleh ahli waris akan berkurang sejumlah sisa pinjaman dan bunganya.

3. Pembatalan Kontrak

Ketika pemegang polis lebih memilih membatalkan kontrak, maka pemegang polis pun akan mendapatkan cash value.

Tapi sebelum menerimanya, cash value harus terlebih dahulu dikurangi dengan sejumlah pinjaman, bila memang pemegang polis ternyata mempunyai pinjaman dan premi yang masih belum terbayarkan. Selain itu, cash value pun akan dikenakan PPh atau Pajak Penghasilan.

Namun kekurangannya adalah pemegang polis tidak akan mendapatkan uang premi yang sudah dibayarkan. Selain itu, pemegang polis pun tidak akan memperoleh manfaat kematian, sehingga ahli waris dan pemegang polis pun tidak akan memperoleh santunan apapun saat pemegang polis dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Asuransi Kematian, Ini Jenis dan Rekomendasi Produknya

Memaksimalkan Nilai Cash Value

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, cash value adalah salah satu fitur khusus yang tidak semua perusahaan asuransi memilikinya.

Oleh karena itu, penggunaan cash value harus digunakan dengan baik agar Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal. Nah, beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar bisa memaksimalkan fitur cash value adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Manfaat Kematian

Ketika cash value sudah terkumpul banyak, maka pemilik polis bisa mengalokasikan uang tersebut pada ahli waris. Terlebih lagi bila memang pemilik polis sudah tidak lagi memerlukan uang sebanyak itu.

Mengalokasikan dana cash value pada ahli waris bisa dilakukan dengan cara meningkatkan manfaat kematian. Selain itu, meningkatkan manfaat kematian pun bisa dilakukan dengan cara yang mudah, yakni hanya dengan menghubungi perusahaan asuransi saja.

2. Menggunakan Cash Value untuk Membayar Premi

Perlu Anda ketahui bahwa cash valuehanya bisa digunakan bila pemegang polis dinyatakan masih hidup. Sedangkan premi adalah suatu hal yang wajib disetor dalam setiap periodenya sesuai perjanjian asuransi.

Untuk itu, salah satu cara dalam memaksimalkan cash value adalah dengan cara menggunakannya untuk kebutuhan membayar premi.

3. Melakukan Pinjaman

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu cara menarik cash value adalah melalui pinjaman. Tapi disisi lain, pihak perusahaan asuransi umumnya akan memberikan penawaran dengan suku bunga yang rendah.

Dalam hal ini, tidak ada salahnya untuk mengambil penawaran tersebut, karena pada dasarnya cash value adalah uang miliki pemegang polis. Sehingga, melakukan peminjaman sama saja seperti Anda meminjam uang sendiri, tapi dengan adanya biaya bunga.

4. Melakukan Penarikan Tunai

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan cash value adalah dengan menariknya secara tunai. Cara ini disebut dengan cara penarikan biasa, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya.

Penarikan tunai seperti ini akan sangat membantu pemegang polis bila terdapat kebutuhan yang sifatnya mendesak. Tapi yang harus diingat adalah manfaat kematian akan berkurang bila menarik cash value.

Baca juga: Beneficiary Adalah: Ini Pihak Yang Berhak Menerimanya!

Manfaat Cash Value

Sebenarnya, cash value mampu memberikan manfaat lain selain sebagai pinjaman dan membayar premi di kemudian hari. Beberapa orang ada yang memanfaatkan cash value ini sebagai tabungan di masa pensiun.

Dengan menjalankan investasi di nilai tunai polis asuransi, maka para pemegang polis bisa membuat portofolio yang lebih aman.

Selain itu, ada juga yang menggunakan cash value untuk bisa meningkatkan manfaat kematian. Caranya adalah dengan mengirim cash value secara penuh ke pihak perusahaan asuransi agar bisa meningkatkan manfaat kematian.

Contohnya, ada polis asuransi jiwa yang mempunyai manfaat kematian senilai 200 juta rupiah dengan nilai tunai sebanyak 100 juta rupiah sampai saat ini. Nah, Anda bisa meningkatkan manfaat kematian menjadi sebesar 300 juta rupiah.

Nantinya, cara ini akan sangat menguntungkan ahli waris, karena santunan yang akan diterimanya akan jauh lebih besar. Perlu Anda ingat bahwa tidak semua perusahaan asuransi memperkenankan sistem tersebut, Anda harus melakukan diskusi lagi dengan agen atau bertanya langsung dengan perusahaan asuransi.

Setiap kegiatan transaksi yang Anda jalankan, seperti menarik atau menambah dana dan membayar premi, pasti akan tercatat dan laporannya akan ada untuk setiap kegiatan transaksi tersebut.

Anda harus bisa memastikan secara jelas terkait kebijakan cash valuedalam polis asuransi jiwa Anda. Kenapa? karena cash value adalah hal dari setiap pemegang polis saat masih hidup. Anda harus memastikan bahwa cash valuebisa dimanfaatkan dengan baik.

Baca juga: Tunjangan Adalah salah satu Hak Karyawan, Ini berbagai Jenisnya!

Penutup

Agar bisa memperoleh keuntungan yang maksimal dari asuransi, maka Anda harus memilih asuransi yang paling pas dengan kebutuhan Anda. Dua faktor utama yang harus Anda pertimbangkan adalah premi dan manfaat kematian.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mencari informasi detail tentang perusahaan asuransi yang Anda pilih. Saat ini, banyak sekali penipuan asuransi yang merugikan banyak orang.

Anda juga harus bisa mengatur keuangan secara baik dan mencatat setiap pemasukan serta pengeluaran yang sudah terjadi. Sehingga, Anda bisa membayar premi asuransi secara tepat waktu.

Kegiatan seperti ini tidak hanya perlu dilakukan oleh pribadi atau investor saja, perusahaan pun harus melakukannya, baik itu perusahaan besar ataupun perusahaan UMKM.

Kabar baiknya, saat ini sudah ada software akuntansi dan bisnis yang mampu membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis, yaitu Accurate Online.

Accurate Online akan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara instan. Anda pun akan menerima lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Lebih dari itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur, dan fitur lainnya. Anda pun bisa mengakses software ini dimana saja dan kapan saja Anda butuhkan.

Tunggu apa lagi? Ayo rasakan sendiri kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia