Daya Beli dan Faktor yang Mempengaruhinya

Di dalam teori ekonomi, kemampuan atau daya beli adalah kemampuan seseorang atau bisnis dalam membeli suatu barang ataupun jasa. Biasanya, daya beli ini dinilai dengan cara menghitung banyaknya barang yang bisa dibeli konsumen dengan jumlah mata uang yang tetap.

Para ahli ekonomi atau Pemerintah negara melakukan penelitian terkait kemampuan daya beli masyarakat secara berkala. Tujuannya adalah agar bisa mengetahui kondisi perekonomian masyarakat.

Pasalnya, daya beli masyarakat akan merepresentasikan perekonomian negara secara menyeluruh. Tingkat deflasi ataupun inflasi pun berkaitan erat dengan daya beli. Dengan mereset daya beli masyarakat, maka kita bisa memperkirakan kondisi kesehatan keuangan suatu negara.

Barang Konsumen yang Biasa Dibeli Masyarakat

Masyarakat mempunyai kebutuhan yang harus dibeli secara teratur. Nah, barang tersebut dikenal dengan barang konsumen atau consumer goods.

Barang konsumen yang dijual secara eceran ini terbagi dalam beberapa sektor, contohnya dalam bentuk kebutuhan pokok seperti pakaian dan makanan. Kedua barang ini akan bergerak secara cepat karena selalu diperlukan dan menjadi kebutuhan pokok.

Selain itu, ada juga barang konsumen yang termasuk ke dalam barang mewah, seperti perhiasan, elektronik, dan juga kendaraan. Karena harganya yang tinggi dan memiliki masa guna yang lama, maka barang mewah ini tidak mengalami perubahan harga secara cepat.

Dengan meneliti kemampuan beli masyarakat, maka Anda akan mendapatkan suatu kesimpulan terkait kemampuan masyarakat dalam membeli barang pokok dan barang mewah.

Baca juga: Permintaan Absolut: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Hal-Hal yang Mempengaruhi Daya Beli

Meneliti tingkat daya beli masyarakat sangatlah penting agar bisa mengetahui biaya hidup di dalam suatu negara ataupun kota tertentu. Sehingga, kita bisa membandingkan kondisi ekonomi antar satu negara dengan negara yang lainnya.

Terdapat berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan beli masyarakat, yaitu:

1. Harga

Salah satu faktor penentu daya beli masyarakat yang sangat penting adalah harga barang dan juga jasa. Ketika harga mengalami kenaikan, maka kemampuan daya beli masyarakat pun nantinya akan cenderung menurun.

Sebaliknya, ketika harga turun, maka kemampuan beli masyarakat pun nantinya akan meningkat. Karena itu, bila Anda ingin melihat kemampuan daya beli masyarakat, cobalah untuk terlebih dulu melihat harganya.

2. Tingkat Pendapatan Riil Masyarakat

Bagi seseorang, pendapatan riil menjadi penentu terhadap daya beli mereka. Dalam hal ini, pendapatan riil adalah pendapatan seseorang yang sudah disesuaikan dengan perubahan harga. Jika terdapat peningkatan pada pendapatan riil, maka seseorang mampu membeli barang ataupun jasa lebih banyak daripada sebelumnya.

Untuk itu, sangat penting sekali dalam menyesuaikan pendapatan dengan kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Pasalnya, setiap tahun harga barang akan cenderung mengalami peningkatan. Bisa saja pendapatan mengalami peningkatan, tapi harga pun ikut mengalami peningkatan.

Jadi, meningkatnya pendapatan bukan berarti langsung meningkatkan kemampuan beli masyarakat. Karena, pendapatan meningkat yang diiringi dengan meningkatnya harga barang, pendapatan tersebut tidak meningkat secara riil. Karenanya, pendapatan pun harus disesuaikan terlebih dahulu dengan harga.

3. Pajak

Pajak yang mengalami peningkatan akan cenderung membuat daya beli masyarakat ikut mengalami penurunan, karena pajak akan menurunkan pendapatan riil. Pajak dipotong berdasarkan penghasilan. Jadi, bila pajak meningkat, maka pendapatan riil pun akan turut berkurang.

Itu artinya, seseorang bisa membeli barang dan jasa lebih sedikit daripada sebelum terjadinya kenaikan pajak.

Kenaikan pajak ini cenderung mampu membuat konsumen bisa mengurangi belanjanya. Hal ini menjadi kunci utama dalam memacu kegiatan ekonomi. Untuk itu, pajak yang lebih tinggi cenderung mampu memperlambat perkembangan ekonomi negara.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Karakteristiknya

4. Nilai Tukar Mata Uang

Meningkatnya nilai tukar pada mata uang suatu negara akan membuat harga barang, khususnya barang impor, akan cenderung lebih murah, dan hal tersebut mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Sebaliknya, bila mata uang suatu negara mengalami penurunan, maka harga barang pun akan naik dan masyarakat pun akan mengalami kemampuan beli yang menurun.

Sama seperti berlibur ke luar negeri. Ketika Anda memilih negara yang nilai mata uangnya lebih tinggi, maka kemampuan beli Anda akan lebih sedikit daripada negara yang memiliki nilai mata uang yang rendah.

5. Tingkat Pekerja dan Pengangguran

Bila dalam suatu negara hampir di dalamnya tidak memiliki pengangguran, maka hampir seluruh penduduknya mempunyai penghasilan. Sehingga, daya beli masyarakatnya bisa dipastikan baik.

Semakin banyak orang yang bekerja, maka uang yang mereka peroleh pun akan banyak. Oleh karena itu, mereka pun bisa membeli jasa dan barang yang lebih baik, hal inipun berlaku sebaliknya.

Walaupun memang pekerjaan tidak berdampak langsung pada nilai mata uang. Namun, masyarakat akan memiliki uang yang lebih banyak dan daya beli mereka akan jadi lebih kuat dengan adanya pekerjaan.

6. Ketersediaan Kredit

Umumnya, barang atau jasa yang berharga akan dibeli secara kredit oleh masyarakat. Ketika memang hal tersebut sudah sangat diperlukan, maka nantinya masyarakat akan mencari bantuan dengan bentuk pinjaman agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, ketersediaan kredit untuk bisnis dan konsumen dari lembaga keuangan bisa memberikan dampak pada daya beli masyarakat.

Bila lembaga keuangan seperti bank mempunyai kredit yang baik, maka perusahaan dan pelanggan pun bisa lebih banyak berbelanja. Sehingga, daya beli mereka pun akan meningkat.

Nantinya, lembaga keuangan pun akan memperoleh bunga. Bunga ini mampu memberikan lebih banyak uang yang nantinya bisa dibelanjakan untuk perekonomian negara.

7. Suku Bunga

Suku bunga mampu memberikan dampak yang besar pada daya beli masyarakat. Saat suku bunga naik, maka masyarakat pun akan lebih memilih untuk tidak mengajukan pinjaman dan tidak mau membeli.

Sebaliknya, bila suku bunga rendah, maka masyarakat pun akan jauh lebih mudah dalam mengajukan pinjaman. Pasalnya, beban bunga yang harus mereka bayar tidak memberatkan. Sehingga, daya belinya pun akan mengalami peningkatan.

Baca juga: Mengetahui Lebih Jauh Hukum Penawaran & Permintaan Secara Lengkap

Penutup

Demikianlah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi daya beli. Sehingga, nantinya Anda bisa melihat keadaan secara lebih jeli, termasuk dalam menjalankan bisnis.

Namun, bila Anda merasa kesulitan untuk mengelola bisnis dan tidak fokus dalam menjalankannya, mungkin Anda memerlukan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? karena aplikasi bisnis ini akan menyajikan lebih dari 200 lebih laporan keuangan, membantu Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan administrasi perpajakan, mengelola persediaan barang di gudang, dan masih banyak lagi.

Ayo buktikan sendiri kelebihan dan fitur luar biasa dari Accurate Online dengan mencobanya selama 30 hari, gratis!

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia