Permintaan Absolut: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Dalam dunia ekonomi, permintaan absolut memiliki peranan yang sangat penting. Permintaan absolut juga mampu mempengaruhi hukum permintaan dan juga penawaran yang ada di pasar.

Nah, dalam kesempatan kali ini, mari kita bahas bersama tentang salah satu jenis permintaan, yakni permintaan absolut.

Pengertian Permintaan

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang permintaan absolut, kita harus memahami lebih dulu tentang permintaan dan hukum permintaan itu sendiri. Pada dasarnya, permintaan atau demand merupakan sejumlah produk barang atau jasa yang ingin dibeli oleh pihak konsumen pada waktu dan juga harga tertentu.

Misalnya, ada seseorang yang berasal dari kota A memerlukan beras sebanyak 5.000 ton untuk dikonsumsi pada bulan Juni 2019, maka permintaan berasa dari kota A tersebut adalah sebanyak 5.000 ton.

Latar Belakang Hukum Permintaan

1. Efek Pendapatan

Adanya perubahan harga akan mempengaruhi pada pendapatan masyarakat. Itu artinya, dengan adanya fluktuasi pada harga komoditas, maka pendapatan konsumen bisa berubah. Mereka yang mampu berpikir secara rasional akan menanggapi insentif yang menguntungkan dan juga berbahaya.

Bila dianggap menguntungkan, yakni bila harganya turun, maka akan ada individu yang melakukan respon untuk bisa meningkatkan kuantitas yang dimintanya. Sedangkan bila harganya meningkat, maka akan ada individu yang memberikan respon untuk mengurangi kuantitas yang dimintanya.

Baca juga: Pasar Sekunder Adalah: Pengertian, Mekanisme, Dan Contohnya

2. Efek Substitusi Dari Perubahan Harga (Efek Substitusi)

Efek substitusi akan menjelaskan bahwa perubahan harga barang akan berdampak pada barang yang disubtitusikan tersebut. Komoditas substitusi adalah suatu komoditas yang mampu menggantikan perannya sebagai komoditas substitusi.

Bila suatu produk lain mengalami lonjakan harga, maka orang lain akan pindah ke produk substitusi yang tidak mengalami kenaikan harga.

Mengenal Permintaan Absolut

Nah, permintaan absolut adalah permintaan konsumen pada suatu barang namun tidak diiringi dengan kemampuan konsumen untuk melakukan pembelian atau mendapatkan barang tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh permintaan absolut.

  • Rio ingin membeli rumah, namun pendapatannya saat ini belum cukup untuk beli rumah
  • Rani ingin sekolah di luar negeri, namun saat ini dirinya belum mempunyai biaya atau beasiswa.
  • Boni ingin memiliki sepasan sepatu roda, namun dia harus sabar menunggu sampai lebaran tahun depan untuk bisa memilikinya.

Permintaan Absolut Berdasarkan Daya Beli

1. Persyaratan Efektif

Permintaan efektif adalah salah satu permintaan pada barang dan juga jasa yang mampu menyertai daya beli. Di dalam jenis permintaan ini, pihak konsumen jelas memerlukan barang kebutuhannya dan juga mempunyai kemampuan untuk membeli ataupun membayar.

2. Persyaratan Mutlak (Permintaan Absolut)

Permintaan mutlak atau absolut adalah suatu permintaan barang atau jasa yang tidak menggunakan daya beli dari pihak konsumen. Bisa kita artikan bahwa di bawah permintaan absolut, pihak konsumen tidak mempunyai uang ataupun kemampuan dalam membeli apa yang mereka butuhkan atau inginkan.

Contohnya adalah saat Eko ingin membeli sepatu futsal, tapi dia tidak mempunyai uang yang cukup untuk membelinya. Oleh karena itu, keinginan eko dalam membeli sepatu futsal tidak bisa diwujudkan.

3. Potensi Permintaan

Potensi permintaan adalah suatu permintaan pada produk barang atau jasa yang menyertai daya belinya, tapi konsumen tetap memiliki pertimbangan dalam melakukan transaksi.

Contohnya, Tono memiliki uang yang cukup untuk bisa membeli mobil, tapi dia tidak memiliki keinginan dalam membeli mobil.

4. Permintaan Laten

Permintaan laten adalah suatu permintaan yang tidak selalu bisa didukung oleh daya beli masyarakat. Sumber permintaan yang paling potensial adalah karyawan TELKOM, BRI, Bank Jatim, dan instansi lainnya, serta masyarakat pesantren dan masyarakat Jombang yang diasumsikan sebagai oleh-oleh untuk tamu dari berbagai instansi ataupun komunitas terkait dan juga oleh-oleh untuk para wisatawan lokal.

Permintaan Absolut Sesuai dengan Persyaratan Jumlah Transaksi

1. Permintaan Absolut Individu

Permintaan individu adalah salah satu kebutuhan produk barang ataupun jasa dengan daya beli yang sama, tapi konsumen tetap bisa memperhatikan transaksi. Contohnya adalah seorang anak lelaki yang ingin membeli ayam dan juga sayuran untuk makan siang bersama para anggota keluarganya.

2. Potensi Permintaan Absolut

Pengertian potensi permintaan adalah salah satu bentuk permintaan barang atau jasa yang mampu menyertai daya beli, tapi pihak konsumen harus tetap memperhatikan transaksi, contohnya Pak Rudi memiliki uang yang cukup untuk membeli Laptop, tapi dia belum mempunyai urgensi kepentingan ataupun keinginan dalam membeli laptop.

3. Permintaan Absolut Grup

Perlu Anda ingat bahwa keperluan kelompok adalah satu persyaratan sekelompok orang ataupun komunitas pada barang atau jasa yang terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan

Setidaknya ada lima faktor yang mampu mempengaruhi jumlah permintaan seseorang pada suatu barang atau jasa. Kelima faktor permintaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Pendapatan

Jumlah distribusi pendapatan dari seorang konsumen akan berdampak pada tingkat permintaan konsumen tersebut pada suatu barang. Pada barang normal atau normal goods, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pendapatan para konsumen, maka jumlah permintaan dari konsumen atas barang tersebut pun akan meningkat.

Sebagai contoh, jika Anda mempunyai pendapatan sebanyak 100 ribu per bulan, maka Anda bisa membeli beras seharga 10 ribu sebanyak 10 kg. Tapi, jika pendapatan Anda meningkat jadi 200 ribu per bulan, maka Anda bisa membeli beras sebanyak 20 kg.

Perubahan atas jumlah permintaan konsumen pada suatu barang ini bisa terjadi karena perubahan pendapatan, seperti contoh di atas yang umumnya disebut dengan elastisitas pendapatan.

2. Harga

Biasanya, semakin tinggi harga pada suatu barang atau jasa, maka tingkat permintaanya pun akan semakin rendah. Hal ini tidak berlaku pada barang-barang mewah, seperti lukisan, jam tangan, perhiasan, atau barang pokok seperti beras dan telur ayam.

3. Harga Barang Substitusi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, barang substitusi adalah barang yang mampu menggantikan barang lain dengan cukup sempurna. Contoh permintaan absolut pada barang substitusi adalah jagung sebagai pengganti beras, dan teh sebagai pengganti kopi.

Saat harga beras mengalami peningkatan dan harga jagung masih tetap, maka kemungkinan masyarakat akan lebih beralih pada jagung sebagai pengganti berasnya. Itu artinya jika harga pada suatu barang mengalami peningkatan, maka permintaan pada barang lain yang mampu mengganti barang sebelumnya akan mengalami peningkatan.

4. Harga Barang Komplementer

Barang komplementer adalah suatu barang yang mampu melengkapi fungsi dari barang lain, seperti bensin yang mampu melengkapi fungsi sepeda motor atau mobil. Dalam hal ini, contoh permintaan absolutnya adalah saat harga bensin naik, maka kemungkinan besar permintaan motor dan juga mobil akan menurun karena pelengkap dari kendaraan tersebut mengalami kenaikan.

5. Selera

Tentunya Anda tidak akan mengkonsumsi jagung bila memang lebih menyukai beras. Meskipun harga bensin naik, Anda juga tetap akan membeli dan menggunakan sepeda motor. Disinilah  faktor dari selera terhadap permintaan pada suatu barang.

Permintaan absolut bisa kita temui dengan mudah di kehidupan sehari-hari. Bila penghasilan masyarakat pada suatu wilayah meningkat, maka jumlah permintaan pun akan meningkat.

Baca juga: Kurva Penawaran: Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya

Kesimpulan

Melakukan prediksi atau peramalan permintaan produk dan setiap bagiannya di masa depan akan sangat penting dalam merencanakan dan memantau kegiatan produksi. Prediksi yang dilakukan dengan baik akan sangat penting untuk efisiensi produk dan juga operasi produksi. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan sistem data permintaan absolut.

Hal lainnya yang tidak boleh Anda lupakan dalam berbisnis adalah mengelola dana dan finansial perusahaan dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembukuan yang rapi, tepat dan akurat. Walaupun memakan waktu dan energi yang ekstra, namun hasil dari pembukuan tersebut nantinya bisa Anda jadikan rujukan dalam membuat keputusan bisnis di masa depan

Tapi saat ini Anda sudah tidak perlu khawatir lagi dalam melakukan pembukuan, kenapa? Karena Anda bisa menggunakan Accurate Online.

Software akuntansi ini akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda dapatkan secara otomatis, cepat dan akurat. Terlebih lagi, Accurate Online juga dikembangkan dengan tampilan dashboard yang sederhana, sehingga bisa lebih mudah dimengerti, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Accurate juga sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia. Hal ini lantaran Accurate Online lebih dari sekedar software akuntansi biasanya. Di dalamnya Anda bisa menikmati berbagai fitur lain yang mampu mempermudah Anda dalam berbisnis, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, perbankan, dll.

Anda bisa mencobanya terlebih dahulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.Accurate-