Days Payable Outstanding (DPO): Pengertian, Rumus, dan Faktor Penentunya

Dalam dunia ekonomi, konsep Days Payable Outstanding atau DPO sangat penting untuk bisa dipahami, khususnya untuk para investor dan pebisnis. Days Payable Outstanding pun menjadi salah satu komponen penting di dalam Cash Conversion Cycle (CCC).

Lalu, apa itu Days Payable Outstanding? Apa saja faktor penentunya? Dan bagaimana perannya dalam dunia ekonomi? Penasaran? Ayo baca artikel tentang Days Payable Outstanding di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Days Payable Outstanding 

Days Payable Outstanding adalah suatu metode yang digunakan agar bisa melakukan estimasi ataupun menghitung berapa hari waktu yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam melunasi hutangnya.

DPO adalah suatu rasio finansial yang di dalamnya menghitung nilai rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan agar bisa membayar kewajiban dan faktur pada perusahaan lain dengan cara membandingkan harga pokok, utang usaha dan juga sisa hari sebelum tiba waktu jatuh tempo membayar tagihan.

Dengan melihat angka DPO, maka nantinya akan diketahui kesanggupan suatu perusahaan dalam mengelola seluruh utangnya.

Baca juga: Sistem Pembayaran: Pengertian, Komponen, dan Jenis-jenisnya

Rumus DPO 

Rumus menghitung Days Payable Outstanding adalah sebagai berikut:

Days Payable Outstanding (DPO) = (Rata-rata Utang Usaha / Harga Penjualan) x Jumlah Hari

Atau

Days Payable Outstanding (DPO) = Rata-rata Utang Usaha / (Harga Pokok Penjualan / Jumlah Hari)

Dimana

Harga Pokok Penjualan = Inventaris Awal + Pembelian – Inventaris Akhir

Terdapat tiga komponen penting dalam menghitung DPO. Pertama utang usaha, yakni jumlah uang yang dihutang oleh suatu perusahaan pada pihak kreditur karena adanya pembelian yang dilakukan secara kredit.

Komponen kedua adalah harga pokok penjualan (HPP), yakni harga yang ditentukan oleh pihak perusahaan, yang di dalamnya mencakup proses produksi sampai produk yang siap dijual pada para pelanggan. HPP termasuk dalam biaya langsung, seperti biaya peralatan, bahan baku, dan sewa yang secara langsung akan berdampak pada produksi.

Terakhir adalah jumlah hari, yakni haru yang tersisa sampai jatuh tempo utang usaha.

Baca juga: Alat Pembayaran Tunai dan Non Tunai, Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangannya?

Faktor-Faktor Penentu DPO

Terdapat setidaknya tiga faktor yang mampu mempengaruhi tinggi-rendahnya Days Payable Outstanding dalam suatu perusahaan, yaitu:

  1. Jenis industri.
  2. Posisi kompetitif perusahaan. perusahaan yang memiliki kemampuan pembelian yang baik bisa melakukan negosiasi dengan pemasok untuk berbagai hal yang bisa menguntungkan mereka. Sehingga, perusahaan nantinya bisa menjadi pemimpin pasar.
  3. Bila dalam suatu pasar terdapat banyak pemasok dengan minim diferensiasi, maka mereka harus mampu menawarkan jangka waktu yang lebih lama agar memperoleh klien yang mau diajak bekerja sama.

Baca juga: Syarat Pembayaran: Pengertian, Jenis dan Contoh Soalnya

Peran Days Payable Outstanding

Days payable outstanding atau DPO adalah suatu rasio efisiensi yang mempunyai peran penting dalam menilai rata-rata hari yang diperlukan oleh suatu perusahaan dalam melunasi hutangnya pada pihak kreditur. Untuk itu, DPO sering digunakan dalam cash cycle analysis.

Nilai yang didapat dari DPO setelah membandingkan dengan perusahaan lain dalam industri bisnis yang sama akan mempengaruhi perusahaan dalam berbagai kondisi yang berbeda, seperti, DPO yang tinggi pada perusahaan A akan membuat kreditur menilai bahwa suatu perusahaan A adalah klien buruk yang melanggar berbagai aturan kredit.

Tapi, bukan artinya DPO rendah lebih baik untuk perusahaan. Justru DPO rendah bisa menjadi indikasi bahwa suatu perusahaan tidak berjalan dengan baik dan mempunyai kesulitan dalam membayar semua utangnya.

Memang tidak ada indikator yang pasti tentang skala DPO yang sehat untuk suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki nilai DPO­­-nya masing-masing, tergantung pada berbagai faktor yang menentukannya.

Semakin besar nama dan skala dalam suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi juga posisi tawarnya, sehingga mereka akan bisa menentukan DPO yang paling baik untuk suatu perusahaan.

Baca juga: Autodebet Adalah: Ini Pengertian dan Berbagai Kelebihan Serta Kekurangannya

Kesimpulan

Jadi, Days Payable Outstanding adalah matriks penting untuk bisa menganalisa efisiensi operasional dalam suatu perusahaan dan bisa dijadikan sebagai referensi yang penting bagi perusahaan dalam menarik minat para investor. Tapi, sifat dari Days Payable Outstanding sangat relatif, tergantung dari jenis industri setiap perusahaan.

Bila suatu perusahaan mempunyai nilai rasio Days Payable Outstanding yang tinggi daripada perusahaan lainnya, belum tentu perusahaan tersebut bisa dikatakan lebih efisien dalam hal operasionalnya.

Disisi lain, perusahaan dengan Days Payable Outstanding yang rendah tidak selamanya mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut selalu rajin dalam membayar utang sebelum tiga tanggal jatuh tempo, namun bisa saja karena mereka tidak bisa memanfaatkan waktu yang diberikan oleh pihak kreditur secara efisien.

Untuk itu dalam menganalisa Days Payable Outstanding, tidak ada satu hal pun yang pasting, sehingga seluruh hal yang mempengaruhinya harus selalu dipertimbangkan.

Untuk menghitung Days Payable Outstanding, Anda bisa menggunakan rumus yang sudah kami bagikan di atas. Namun, bila Anda tidak memiliki waktu untuk menghitungnya, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online mampu membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai tugas akuntansi perusahaan dan akan menyajikan pada Anda lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat, yang bisa Anda akses di mana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakan, manufaktur, dan berbagai fitur lainnya yang siap membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien.

Lebih menariknya lagi, Anda bisa menikmati seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online ini dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yakni sekitar 200 ribuan saja perbulannya. Dan Anda bisa mencobanya dulu secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia