Mengenal Desentralisasi dan Peran Pentingnya untuk Pemerintahan Negara

Merujuk pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, desentralisasi adalah suatu kegiatan penyerahan wewenang pemerintahan oleh pihak pemerintah pada daerah otonom agar bisa mengurus dan mengatur pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jadi, dalam suatu pemerintahan, desentralisasi adalah suatu hal yang penting. Tapi, di dalamnya terdapat kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Apa saja? Baca terus artikel tentang desentralisasi di bawah ini hingga selesai.

Bentuk Desentralisasi

Dalam proses penerapannya, desentralisasi mempunyai beragam bentuk utama. Agar bisa melihat dimensi lain dari suatu pemerintahan, hal tersebut sangat penting agar bisa membedakan beragam konsep di dalamnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa bentuk desentralisasi yang pernah diterapkan oleh pemerintahan dalam suatu negara.

1. Dekonsentrasi Wewenang Administratif

Dekonsentrasi merupakan suatu bentuk dari desentralisasi yang mana di dalamnya tidak melibatkan penyerahan atau pelimpahan untuk mengambil keleluasaan dalam hal membuat keputusan ketika terjadi pergeseran pekerjaan dari departemen pusat pada perwakilan yang ada di dalam suatu daerah.

2. Pemindahan Fungsi dari Pemerintah Kepada Swasta

Hal ini umumnya dikenal dengan privatisasi, artinya sebagai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan, perencanaan, dan juga tanggung jawab administrasi tertentu yang diserahkan secara otoriter dan kekuasaannya pada organisasi swasta.

3. Devolusi Kepada Pemerintah Daerah

Artinya, pihak pemerintah daerah dalam suatu kondisi tertentu dilakukan secara mandiri oleh beberapa unit yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Kondisi ini merujuk pada pemerintah pusat yang akan memberikan kewenangan pada pemerintah daerah dalam melakukan manajemen, mengambil keputusan, dan mengelola keuangan daerah.

3. Delegasi Kepada Penguasa Otoritas

Delegasi dalam hal ini adalah salah satu bentuk desentralisasi yang mana pemerintah pusat akan memberikan berbagai tugas tertentu pada suatu organisasi secara langsung dan berada di bawah pengawasan pusat yang mana sebelumnya telah dilimpahkan keputusan dan juga kewenangan manajerialnya.

Baca juga: Apa Itu Stagflasi? Kenapa Suatu Negara Bisa Mengalami Stagflasi?

Jenis Desentralisasi

Selain mempunyai pengertian dan juga bentuk yang beragam, ternyata desentralisasi pun mempunyai beragam jenis dan fungsinya masing-masing, yaitu:

1. Politik

Desentralisasi politik bertujuan agar bisa memberikan semangat pada masyarakat ataupun perwakilan yang terpilih agar bisa memihak lebih banyak dalam mengambil keputusan umum.

Selain itu, tujuannya juga agar bisa memperoleh dukungan demokratisasi dengan cara memberikan pengaruh yang lebih besar pada masyarakat ataupun perwakilan dalam merumuskan dan melakukan kebijakan. Walaupun memang di dalamnya sering hali berkaitan dengan politik pluralistik dan pemerintahan perwakilan.

2. Administrasi

Tujuan dari jenis desentralisasi administrasi adalah untuk mengembalikan tanggung jawab, kewenangan, tanggung jawab, dan juga sumber daya keuangan untuk bisa menyalurkan layanan publik di antara beragam tingkat pemerintahan. Selain itu, desentralisasi administrasi juga terbagi menjadi devolusi, dekonsentrasi dan delegasi.

3. Fiskal

Desentralisasi fiskal dilakukan agar daerah bisa memperoleh kesempatan agar bisa menggali lagi beragam sumber dana untuk bisa menunjang jalannya fungsi fiskal yang lebih efektif.

Dana tersebut berasal dari lokal ataupun hasil dari pemberian pemerintah pusat. Desentralisasi ini juga mempunyai kewenangan dalam membuat keputusan yang terkait dengan pengeluaran.

4. Ekonomi atau pasar

Desentralisasi ekonomi atau pasar ini akan melibatkan pengalihan tanggung jawab atas pasar dari publik ke sektor swasta, termasuk di dalam bisnis dan organisasi non pemerintah. Kemungkinan, desentralisasi ini juga akan melibatkan reformasi hukum konstitusional dan juga pengesahan peraturan baru.

Umumnya, aktivitas pengadaan barang dan jasa pada instansi ini akan mengundang perhatian publik terkait proses pembelanjaan yang terjadi. Kritikan juga terkadang akan datang dari berbagai pihak bila terjadi ketidakefisienan dalam proses di dalamnya.

Baca juga: Apa itu Resesi Ekonomi? Ini Pengertian Sebenarnya!

Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi

Kelebihan dari dilakukannya kebijakan ini adalah seluruh daerah bisa menjadi lebih efektif, karena tidak lagi harus menunggu arahan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga tidak harus lagi menunggu instruksi dari pusat dalam menangani masalah tertentu.

Kelebihan selanjutnya adalah pemerintah pusat memiliki pekerjaan yang lebih ringan karena pemerintah daerah bisa melakukan pemerintahannya secara mandiri. Hal tersebut menjadi upaya untuk mengurangi penumpukan pekerjaan dari pemerintah pusat.

Desentralisasi juga mampu memangkas berbagai tahapan prosedur di dalam birokrasi, sehingga bisa membuat sistem pemerintahan menjadi lebih efisien dan tidak berbelit-belit.

Dengan adanya birokrasi yang lebih sederhana dan wewenang pasar serta keuangan dikelola oleh pemda, maka pengeluaran daerah bisa menjadi lebih terkontrol. Sehingga, pelayanan masyarakat akan menjadi lebih cepat dan efisien.

Desentralisasi juga akan lebih memudahkan pemda untuk memerhatikan daerah yang tertinggal. Sehingga, pemda bisa lebih fokus dalam membangun dan mengembangkan rencana dari berbagai lembaga pemerintahan.

Pihak pemerintah pun bisa ikut andil dalam beragam keputusan dan membuat hubungan pemerintah pusat dan pemda bisa berjalan lebih baik.

Di sisi lain, kekurangannya adalah pemerintah daerah dikhawatirkan mempunyai banyak perbedaan dalam sistem ekonomi daerahnya karena bisa membuat kebijakannya sendiri.

Selain itu, desentralisasi juga berpotensi timbulnya paham kedaerahan. Hal tersebut bisa memicu perpecahan antar daerah, sehingga paham ini bisa menimbulkan ancaman untuk keutuhan nasional.

Peran utama dari pemerintah pusat dalam menyelenggarakan pemerintah daerah adalah sebagai pemilih arahan paling tinggi. Tapi, hal tersebut bisa menurunkan peran dan keterlibatan pemerintah pusat dalam pemerintahan daerah.

Desentralisasi juga akan membuat pemda memerlukan waktu yang lama dalam memutuskan suatu perkara. Hal tersebut terjadi karena adanya keseimbangan nasional yang terganggu karena kompleksnya kepentingan pemda.

Pemda juga jadi bisa lebih bebas dalam memanfaatkan kekayaan daerah dengan adanya sistem desentralisasi. Dan terakhir, desentralisasi bisa menambah beban inefektivitas dalam penyelenggaran pemerintahan.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Multiplier Effect? Bagaimana Cara Menghitungnya?

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari kami tentang desentralisasi. Sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, sehingga pemerintah pusat harus bisa memperhatikannya dengan baik.

Desentralisasi pun tentunya memiliki dampak pada sektor bisnis dan industri. Untuk itu, sebagai pebisnis Anda juga harus bisa peka terhadap berbagai kebijakan yang diatur oleh pemerintah daerah.

Selain itu, Anda juga harus bisa mengelola bisnis Anda dengan baik dan mentaati peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah, seperti membayar pajak.

Nah, untuk membantu Anda dalam mengelola bisnis dan menyelesaikan administrasi perpajakan, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan membantu Anda dalam mengelola bisnis dan menyelesaikan administrasi perpajakan secara cepat dan mudah. Di dalamnya juga Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan administrasi perpajakan.

Penasaran dengan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya selama 30 hari, gratis!

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia