Serba-Serbi Pembayaran Down Payment dalam Pembelian Barang Secara Kredit

Pembelian suatu barang bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan membeli secara kredit. Mereka yang sudah pernah membeli barang dengan cara ini, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah down payment. Dimana istilah yang biasa disingkat dengan DP ini merupakan uang muka yang harus dibayarkan di awal dalam pembelian suatu barang.

Besaran uang muka yang harus dibayarkan kepada pihak pemberi kredit jumlahnya berbeda-beda, tergantung jenis barang dan frekuensi cicilan. Yang apabila dibayarkan dalam jumlah besar akan memberikan banyak keuntungan.

Namun, pembayaran DP dalam jumlah kecil juga disebut dapat memberi keuntungan. Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya? Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menguraikan keuntungan yang bisa didapat jika membayar DP dalam jumlah besar dan jumlah kecil.

Namun sebelum itu, mari bahas terlebih dahulu pengertian dari down payment dan cara kerjanya dalam sistem pembelian barang.

Apa Itu Down Payment?

Down payment adalah biaya yang harus dibayarkan secara tunai di awal pembelian sebuah barang secara kredit. Besarannya diambil berdasarkan persentase dari harga total barang yang dicicil tersebut. Dengan kata lain, DP termasuk dalam harga pembelian, bukan biaya tambahan yang terpisah.

Fungsi dari down payment ialah sebagai semacam penjamin kepada pihak penjual atau pemberi kredit bahwa pihak pembeli akan membayarkan sisa cicilan sebagaimana yang telah disepakati dan tetap membeli barang tersebut. Sebab, pembelian barang secara kredit banyak digunakan untuk barang bernilai tinggi, seperti elektronik, rumah, dan kendaraan.

DP juga menjadi bentuk kesepakatan bahwa pihak pembeli menyetujui syarat-syarat pembelian barang secara kredit. Hal ini termasuk ketentuan apabila ingin membatalkan pembelian, dimana DP biasanya tidak akan dikembalikan penuh, melainkan hanya beberapa persen saja.

Adapun setelah pembeli membayarkan DP atas suatu barang, kepemilikan barang tersebut sudah menjadi haknya. Dengan kata lain, penjual dilarang menjual barang tersebut kepada orang lain.

Baca juga: Alat Pembayaran Tunai dan Non Tunai, Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangannya?

Cara Kerja Down Payment

Pembayaran nominal down payment bisa ditentukan besar kecilnya. Artinya, pihak pembeli dapat menentukan apakah ingin membayar DP dalam jumlah besar atau dalam jumlah yang lebih kecil.

Jika nominal DP yang dibayarkan di awal jumlahnya besar, maka cicilan yang harus dibayarkan nantinya akan semakin kecil.

Besaran DP juga akan berpengaruh terhadap bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya saat melunasi cicilan. Semakin sedikit cicilan yang harus dilunaskan, maka semakin kecil pula bunga yang harus dibayarkan.

Baca juga: Syarat Pembayaran: Pengertian, Jenis dan Contoh Soalnya

Keuntungan DP dalam Jumlah Besar

Down payment dihitung berdasarkan persentase dari harga barang. Artinya, jika DP dibayarkan dalam jumlah besar, maka jumlah pinjaman dapat lebih rendah daripada jika DP dibayarkan dalam jumlah kecil. Hasilnya, tenor pinjaman dapat lebih singkat dan nominal angsuran dapat lebih kecil sehingga tidak terlalu memberatkan pihak pembeli.

Pembayaran DP dalam jumlah besar juga akan membuat suka bunga menjadi lebih rendah. Pihak pemberi cicilan melihat resiko yang lebih kecil dari pembelian barang tersebut. Alhasil, bunga yang dibayarkan oleh pihak pembeli dapat menjadi lebih rendah dari seharusnya.

Beban angsuran yang rendah juga akan membuat pihak pembeli cepat melunasinya. Hal itu akan meningkatkan kepercayaan pemberi kredit terhadap pihak pembeli sehingga lebih mudah bagi pembeli untuk mendapatkan pinjaman lagi di masa depan.

Baca juga: Split Payment: Pengertian dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Keuntungan DP dalam Jumlah Kecil

Meski pembayaran DP dalam jumlah besar terlihat sangat menguntungkan, namun pembayaran DP dalam jumlah kecil juga dapat memberi keuntungan yang tak kalah banyak. Salah satunya ialah bisa melakukan pembelian lebih cepat.

Katakanlah jika Anda harus menyiapkan dana sebesar 20% dari harga rumah yang ingin Anda beli. Bagi sebagian orang, nilai tersebut mungkin tidak menyulitkan. Namun, sebagian orang lainnya mungkin harus mengumpulkannya selama beberap tahun. Maka dari itu, dengan DP yang lebih kecil atau kurang dari 20%, maka proses pembelian akan lebih cepat dilakukan.

Pembayaran DP dalam jumlah kecil juga akan membuat pihak pembeli dapat mengalokasikan dana lain sebagai dana tambahan. Nantinya, dana tambahan ini dapat digunakan sebagai jaminan untuk perbaikan atau keperluan lain terkait barang tersebut. Dana yang tersisa pun dapat dijadikan sebagai dana tabungan.

Baca juga: Autodebet Adalah: Ini Pengertian dan Berbagai Kelebihan Serta Kekurangannya

Kesimpulan

Down payment adalah uang muka yang harus dibayarkan secara tunai di awal pembelian sebuah barang secara kredit. Dimana DP dihitung berdasarkan persentase dari total harga barang yang akan dibeli tersebut. Tujuan dari DP ialah untuk memastikan bahwa pihak pembeli melakukan pembayaran terhadap barang yang dibeli dan akan membayarkan cicilan sebagaimana yang telah disepakati.

Besaran jumlah DP yang dibayarkan juga bisa ditentukan sendiri, entah dalam jumlah besar atau kecil. Keduanya memiliki karakteristik tersendiri yang akan mempengaruhi angsuran bulanan, bunga, hingga pelunasan.

Jika bertanya mana yang lebih baik, jawabannya merujuk pada kesanggupan Anda sebagai pembeli. Anda perlu memikirkan secara matang resiko finansial yang dapat terjadi ketika memilih nominal DP tertentu. Karena itu, penting untuk memeriksa terlebih dahulu kondisi finansial agar DP dan angsuran yang akan dibayarkan tidak membebani Anda di masa mendatang.

Penting juga untuk melakukan pembukuan setiap bulannya jika sudah dalam masa cicilan. Sebab, Anda harus langsung menyisihkan pendapatan untuk pembayaran cicilan. Begitu pun ketika sudah membayarkan cicilan, Anda perlu mencatatnya dalam pembukuan sehingga dapat terlihat kondisi keuangan secara keseluruhan.

Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online. Accurate Online merupakan software yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mencatat dan membuat laporan keuangan secara lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Fitur dan keunggulan di dalamnya juga mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia