Downtrend Adalah: Pengertian dan Penyebabnya Pada Pergerakan Saham

Saat mendengar istilah downtrend saham, hal apakah yang ada di pikiran Anda. sebagian besar dari Anda pasti akan berpikir bahwa downtrend adalah kondisi penurunan dalam harga saham. Namun, penurunan seperti apakah yang dimaksud dalam hal ini?

Tenang, dalam kesempatan kali ini, kami sudah menyiapkan jawaban singkatnya untuk Anda pada artikel tentang downtrend saham.

Pengertian Downtrend Saham

Downtrend adalah suatu pola pergerakan harga saham di pasar yang terus mengalami penurunan dalam kurun waktu yang lama. Pola pergerakan ini dapat dimonitor melalui trendline.

Trendline ini mampu menggambarkan pola pergerakan harga yang ada di pasar saham, bisa meningkat, menurun, atau bahkan datar. Maka ada yang dikenal dengan uptrend dan sideways.

Berdasarkan laman Investopedia, kondisi pasar bisa dikatakan mengalami kondisi downtrend jika tampak titik puncak atau peak dan titik palung atau through yang semakin menurun secara berturut-turut dalam kurun waktu yang lama. Berikut ini adalah ilustrasi sederhana dari downtrend.

Terdapat dua titik puncak atau lower high dan dua titik paling atau lowe low yang masing-masing lebih rendah ketimbang titik sebelumnya. Artinya, tren harganya mengalami penurunan terus-menerus.

Walaupun terjadi peningkatan, titik puncaknya tidak lebih tinggi daripada titik puncak sebelumnya. Artinya, trennya terus menerus mengalami penurunan. Hal inilah yang dikenal dengan downtrend saham.

Baca juga: Harga Saham: Definisi, Faktor yang Mempengaruhi, dan Cara Menganalisa

Penyebab Terjadinya Downtrend Saham

JIka Anda mengamati adanya downtrend, maka itu artinya harga pasar sedang mengalami penurunan secara terus-menerus. Kondisi ini bisa terjadi bila di pasar terdapat lebih banyak penawaran daripada permintaan.

Artinya, lebih banyak kuantitas sekuritas yang ditawarkan daripada pembeli yang tertarik untuk membeli. Walaupun ada pembeli, sekuritas yang dibeli jumlahnya sedikit.

Umumnya, downtrend pun akan terjadi dengan mengikuti perkembangan berita ataupun informasi seputar perusahaan, kondisi ekonomi dan kondisi lainnya.

Berbagai kondisi tertentu bisa membuat banyak orang menjual saham secara bersamaan. Sehingga, tingkat penawaran pun akan jauh lebih tinggi daripada permintaan pasar. Dilansir dari laman Corporate Finance Institute, jika downtrend terus terjadi dalam kurun waktu yang lama, maka dampaknya akan sangat besar.

Kondisi terburuknya adalah terjadi krisis ekonomi yang bisa menyebabkan pengangguran dalam jumlah yang besar, penurunan daya beli masyarakat, dan lain sebagainya.

Baca juga: Memahami Definisi dan Indikator Acuan dalam Analisis Fundamental Saham

Hal yang Harus Dilakukan Saat Downtrend

Berdasarkan pusat edukasi dan juga komunitas trader Babypips, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan dan Anda hindari bila terjadi sinyal downtrend saham. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika terjadi downtrend.

1. Melakukan Short Selling

Waspadalah, biasanya short selling banyak dilakukan oleh investor yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal trading. Caranya, Anda akan meminjam saham dan langsung menjual saham tersebut kembali. Tapi, dengan perjanjian bahwa suatu saat nanti Anda akan membeli saham yang sudah dijual tersebut.

Bila sahamnya terus mengalami penurunan, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari adanya selisih harga jual dengan harga beli di kemudian hari.

2. Jual Saham Sebelum Turunnya Makin Drastis

Perhatikanlah dengan baik trennya. Seorang investor harus bisa melakukan analisis teknikal dengan cara menghitung nilai moving average pada harga saham. Jika sudah diamati dan Anda bisa menebak kondisi kedepannya akan terus menurun, maka jumlah saham tersebut sebelum turun lebih jauh lagi.

3. Memprediksi Uptrend

Jika Anda mempunyai saham yang sekarang terus mengalami penurunan, cobalah lakukan analisis, apakah terdapat peluang harganya bisa naik lagi di masa depan. Bila melihat kemungkinannya, maka Anda bisa menunggu terlebih dulu hingga muncul uptrend dan Anda bisa membelinya lagi saat harganya naik.

Baca juga: Bandar Saham: Ini Pengertian dan Peran Pentingnya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang downtrend. Jadi, Downtrend adalah suatu pola pergerakan harga saham di pasar yang terus mengalami penurunan dalam kurun waktu yang lama.

Bila Anda merasakan adanya downtrend, maka Anda bisa melakukan berbagai hal yang sudah kami berikan tips dan triknya di atas. Selain itu, Anda juga harus memantau pergerakan harga saham dan memeriksa laporan keuangan perusahaan yang sedang Anda investasikan.

Anda harus bisa membaca laporan keuangan tersebut dengan baik. Laporan keuangan perusahaan yang baik hanya bisa didapat dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi cloud computing berbasis website yang aman. Sehingga, Anda bisa mengakses aplikasi ini dimana saja dan kapan saja secara nyaman tanpa khawatir akan tercurinya data penting Anda.

Accurate Online juga sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di Indonesia dan sudah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun lamanya. Untuk itu, jangan heran bila aplikasi ini sudah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga tahun 2022 dalam kategori software accounting.

Dengan menggunakan Accurate Online, setiap pebisnis akan mendapatkan laporan arus kas, laporan laba rugi, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan fitur dan modul luar biasa yang mampu membantu Anda dalam meningkatkan efisiensi bisnis, seperti fitur penjualan, persediaan, pembelian, perpajakan, multi cabang, manufaktur, dan lain sebagainya.

Lebih menariknya lagi, seluruh kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau.

Tunggu apa lagi? Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia