Mengenal 5 Fungsi Uang dalam Perekonomian Negara

oleh | Sep 27, 2023

source envato.

Mengenal 5 Fungsi Uang dalam Perekonomian Negara

Dalam dunia ekonomi yang kompleks, peran serta fungsi uang tidak dapat diabaikan begitu saja. Fungsi uang sebagai media pertukaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai telah menjadi landasan pilar bagi struktur ekonomi yang berjalan.

Berkaitan dengan hal tersebut, analisis mendalam perihal bagaimana uang memengaruhi dinamika ekonomi modern menjadi semakin esensial.

Untuk itu, pad kesempatan kali ini, mari kita bahas secara mendalam tentang fungsi uang, dalam berbagai bentuk dan derivasinya, yang mampu membentuk dasar tata ekonomi yang kompleks.

Pengertian Uang

Pengertian Uang

ilustrasi fungsi uang. source envato

Berdasarkan laman Wikipedia, uang merupakan konsep yang luas dan kompleks dalam konteks ekonomi, namun secara umum, uang dapat diartikan sebagai suatu medium yang diterima secara luas sebagai alat pembayaran, pertukaran, dan penyimpan nilai. Uang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari barang-barang lain dalam ekonomi.

Berikut adalah beberapa ciri penting yang mendefinisikan uang:

  • Penerimaan Umum: Uang harus diterima secara luas oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah. Ini berarti bahwa uang dapat digunakan untuk melakukan pembelian barang dan jasa serta melunasi utang.
  • Tidak Mudah Rusak: Uang umumnya terbuat dari material yang tahan lama dan tidak mudah rusak. Ini memastikan bahwa nilai uang tetap terjaga seiring waktu.
  • Portable: Uang memiliki ukuran dan bentuk yang praktis, memungkinkan individu untuk dengan mudah membawanya dan melakukan transaksi.
  • Dibagi dalam Satuan: Uang dibagi dalam satuan yang berbeda, mulai dari pecahan terkecil hingga denominasi yang lebih besar, memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dalam berbagai skala.
  • Pengukur Nilai: Uang berfungsi sebagai pengukur nilai yang relatif terhadap barang dan jasa lain. Nilai sebuah barang dapat diukur dalam satuan uang, memungkinkan perbandingan nilai secara objektif.
  • Stabilitas Nilai: Meskipun nilai uang dapat berubah seiring waktu (inflasi atau deflasi), uang umumnya mempertahankan stabilitas nilai lebih baik daripada barang-barang lain yang dapat mengalami fluktuasi harga yang lebih besar.
  • Dapat Disimpan: Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai, yang memungkinkan individu menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk uang dan menggunakan nilainya di masa mendatang.
  • Diterbitkan oleh Otoritas: Uang biasanya diterbitkan dan diatur oleh otoritas moneter atau lembaga pemerintah yang berwenang. Ini memastikan keabsahan dan kepercayaan masyarakat terhadap uang.
  • Pertukaran Internasional: Uang juga digunakan sebagai alat pertukaran dalam perdagangan internasional, mengatasi kendala barter dan memfasilitasi perdagangan lintas negara.

Dalam sejarah, uang telah mengalami berbagai bentuk dan evolusi, mulai dari barang-barang bernilai intrinsik seperti emas dan perak hingga uang kertas dan digital yang digunakan saat ini. Meskipun bentuk dan jenisnya berubah, konsep dasar uang sebagai medium pertukaran dan penyimpan nilai tetap konsisten dalam ekonomi modern.

Baca juga: Serba-Serbi Penggunaan Uang Kertas dan Uang Logam di Indonesia

Uang dalam berbagai Bentuk dan Derivasinya

Uang dalam berbagai Bentuk dan Derivasinya

ilustrasi fungsi uang. source envato

Seiring dengan perkembangan masyarakat dan teknologi, uang telah mengalami berbagai bentuk dan derivasi yang mencerminkan perubahan dalam kebutuhan dan tuntutan ekonomi. Berikut adalah beberapa bentuk dan derivasi uang yang pernah dan sedang digunakan:

1. Uang Barang

Pada awal sejarah, uang terdiri dari barang-barang yang memiliki nilai intrinsik, seperti emas, perak, gandum, atau garam. Uang jenis ini memiliki nilai dalam dirinya sendiri dan juga dapat digunakan dalam transaksi langsung.

2. Uang Kertas

Seiring perkembangan perdagangan dan ekonomi, uang kertas mulai digunakan sebagai representasi nilai. Uang kertas awalnya dijamin oleh cadangan emas atau perak, dan dapat dicairkan menjadi logam berharga. Namun, seiring waktu, banyak negara beralih ke sistem uang kertas yang tidak dijamin oleh cadangan logam berharga.

3. Uang Koin

Koin-koin logam dengan nilai tertentu telah digunakan sebagai alat pembayaran sejak ribuan tahun yang lalu. Koin ini memiliki nilai intrinsik berdasarkan bahan dan beratnya, serta sering dihiasi dengan lambang-lambang khusus.

4. Uang Digital

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan internet, uang digital telah menjadi semakin penting. Ini mencakup uang yang disimpan dalam rekening bank elektronik, transaksi menggunakan kartu debit atau kredit, serta mata uang kripto seperti Bitcoin.

5. Mata Uang Kripto

Mata uang kripto adalah bentuk uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi dan mengontrol penciptaan unit baru. Bitcoin, Ethereum, dan berbagai mata uang kripto lainnya telah muncul sebagai alternatif baru dalam sistem pembayaran dan investasi.

6. Uang Elektronik

Ini mencakup pembayaran elektronik, transfer dana online, dan aplikasi pembayaran seperti e-wallet. Uang elektronik memungkinkan transaksi cepat dan mudah tanpa perlu uang tunai fisik.

7. Uang Plastik

Kartu debit dan kredit adalah contoh dari uang plastik, di mana nilai uang terhubung dengan kartu fisik yang dapat digunakan untuk transaksi. Kartu ini mempermudah pembayaran di berbagai tempat tanpa perlu membawa uang tunai.

8. Uang Sosial

Beberapa komunitas atau kelompok telah menciptakan sistem uang sosial yang berfungsi sebagai alat pertukaran lokal di antara anggota komunitas. Bererapa diantaranya berbentuk voucher atau catatan elektronik.

9. Uang Resmi dan Virtual

Beberapa negara telah mulai mempertimbangkan mata uang virtual resmi, yang diterbitkan oleh bank sentral atau pemerintah. Ini adalah bentuk baru uang digital yang diakui oleh pihak berwenang.

10. Uang Non-Fisik

Konsep baru seperti non-fungible token (NFT) di dunia seni dan hiburan, serta mata uang game dalam lingkungan permainan daring, juga menciptakan bentuk derivatif baru dari uang.

Perkembangan ini mencerminkan bagaimana uang terus beradaptasi dengan kebutuhan ekonomi dan teknologi yang berkembang. Meskipun bentuknya berubah, fungsi uang yang paling utama adalah sebagai alat pertukaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai tetap konsisten.

Baca juga: Jumlah Uang Beredar, Konsep, dan Faktor yang Memengaruhinya

5 Fungsi Uang untuk Perekonomian

Fungsi Uang untuk Perekonomian

ilustrasi fungsi uang. source envato

Uang, sebagai salah satu instrumen paling mendasar dalam sistem ekonomi, memiliki berbagai fungsi penting yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Fungsi-fungsi  uang tersebut membentuk dasar dari interaksi ekonomi, alokasi sumber daya, dan pengambilan keputusan.

Di bawah ini, akan diuraikan beberapa fungsi uang dalam konteks sistem ekonomi.

1. Media Pertukaran

Fungsi uang yang paling utama adalah sebagai media pertukaran yang mempermudah transaksi ekonomi. Sebelum adanya uang, sistem barter digunakan di mana barang atau jasa ditukar langsung dengan barang atau jasa lainnya. Namun, barter memiliki keterbatasan dan kompleksitasnya sendiri.

Uang mengatasi masalah ini dengan memberikan cara yang lebih efisien untuk melakukan transaksi, di mana setiap entitas ekonomi dapat menerima uang sebagai imbalan dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli barang atau jasa lain yang dibutuhkan.

2. Satuan Hitung

Fungsi uang yang kedua adalah sebagai satuan hitung yang universal. Hal ini memungkinkan kita untuk mengukur dan membandingkan nilai berbagai barang dan jasa dengan cara yang lebih objektif.

Dalam sistem yang menggunakan uang, nilai suatu entitas ekonomi dapat diukur dalam satuan mata uang tertentu, sehingga mempermudah perbandingan dan analisis nilai relatif.

3. Penyimpan Nilai

Fungsi uang yang selanjutnya adalah sebagai penyimpan nilai. Artinya, nilai ekonomi yang dimiliki individu atau entitas bisnis dapat disimpan dalam bentuk uang dengan harapan nilai tersebut akan tetap relatif stabil dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, uang memungkinkan akumulasi kekayaan yang dapat digunakan di masa depan.

4. Standar Pembayaran Utang

Fungsi uang yang keempat adalah sebagai standar pembayaran utang. Ketika seseorang atau entitas memiliki kewajiban membayar sejumlah uang kepada pihak lain, uang menjadi alat yang dapat diandalkan untuk melunasi utang tersebut.

Ini memfasilitasi aktivitas peminjaman dan kredit dalam ekonomi, karena pihak yang memberikan kredit tahu bahwa mereka dapat menerima pembayaran kembali dalam bentuk yang dapat diterima secara luas.

5. Pemindah Nilai

Fungsi uang yang terakhir adalah untuk memindahkan nilai secara efisien dan tanpa harus membawa barang fisik. Ini sangat penting dalam perdagangan internasional dan transaksi jarak jauh.

Dengan uang, individu dan bisnis dapat membeli atau menjual barang dan jasa dengan pihak yang berada di tempat yang sangat jauh, tanpa perlu mengirim barang fisik sebagai imbalan.

Dalam keseluruhan, berbagai fungsi uang ini secara kolektif membentuk dasar dari sistem ekonomi modern. Uang memfasilitasi pertukaran, alokasi sumber daya, dan kegiatan ekonomi lainnya dengan cara yang lebih efisien dan terstruktur.

Pemahaman mendalam tentang berbagai fungsi ini menjadi kunci untuk mengenali peran penting uang dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi serta dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tindakan Ekonomi : Pengertian, Tujuan, Jenis Dan Contohnya

Penutup

Dalam ekonomi modern yang kompleks, peran uang tidak dapat diabaikan begitu saja. Uang telah berkembang dari bentuk barter primitif menjadi berbagai bentuk dan derivasi yang mencerminkan perkembangan masyarakat dan teknologi.

Fungsi-fungsi uang yang paling utama adalah sebagai media pertukaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai tetap konsisten dalam setiap bentuknya.

Pentingnya uang dalam sistem ekonomi modern tidak dapat diremehkan. Sebagai media pertukaran, uang mempermudah transaksi dan perdagangan, memungkinkan pertukaran barang dan jasa tanpa kesulitan barter.

Sebagai satuan hitung, uang memberikan kemampuan untuk mengukur dan membandingkan nilai relatif dari berbagai entitas ekonomi. Sebagai penyimpan nilai, uang memungkinkan individu dan bisnis untuk merencanakan dan mengamankan kekayaan di masa depan.

Namun, perubahan bentuk uang juga membawa tantangan baru. Dalam era digital dan teknologi blockchain, mata uang kripto dan uang elektronik telah muncul sebagai alternatif. Sementara inovasi ini membawa keuntungan dalam efisiensi dan kemudahan, juga membawa perhatian terhadap keamanan dan regulasi.

Jadi, perlu digaris bawahi bahwa uang adalah alat yang kuat, tetapi nilai sejati uang terletak pada cara kita memahami dan menggunakannya. Dalam setiap bentuknya, fungsi uang adalah sebagai alat untuk memfasilitasi interaksi ekonomi dan memengaruhi kehidupan sehari-hari kita.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang fungsi, bentuk, dan derivasi uang adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam dunia ekonomi yang terus berkembang.

Sebagai pebisnis, Anda harus bisa memahami fungsi utama dari uang ini. Karena, selain untuk menjaga dan meningkatkan kekayaan, uang juga sangat penting untuk keberlanjutan bisnis Anda. Setiap uang yang masuk dari kegiatan bisnis pun harus Anda catat dengan baik.

Namun bila Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencatatnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis buatan anak bangsa ini mampu membantu Anda dalam mencatat setiap pemasukan yang Anda peroleh secara otomatis. Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

10 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait