Serba-Serbi Penggunaan Uang Kertas dan Uang Logam di Indonesia

Uang merupakan alat tukar yang dikeluarkan pemerintah dan digunakan masyarakat sebagai alat pembayaran resmi dengan satuan tertentu. Dimana uang yang saat ini beredar di masyarakat ialah uang kartal dan uang giral. Lebih spesifik lagi, uang kartal yang dapat berbentuk uang kertas dan uang logam ini masih menjadi yang paling sering digunakan oleh masyarakat.

Penggunaan uang kertas dan uang logam memiliki sejarah panjang di Indonesia. Dimana masing-masingnya telah melewati berbagai perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam hal ini, mari membahas lebih lanjut mengenai uang kertas dan uang logam yang dimiliki Indonesia, beserta kelebihan dan kekurangan dari setiap penggunaannya. Tak lupa, syarat khusus yang perlu dipenuhi sebagai standarisasi keabsahan sebuah uang.

Uang Kertas Indonesia

Uang kertas terbuat dari bahan kapas yang tidak mudah rusak meski ditarik atau dilipat. Bahan uang kertas sendiri masih diimpor dari Inggris, Perancis, Jerman, dan Belanda lengkap dengan tanda pengaman atau watermark-nya.

Dahulu, uang kertas juga sempat terbuat dari bahan polimer atau sejenis plastik pada nominal Rp50.000 dan Rp100.000 keluaran tahun 1999. Dimana proses cetak uang kertas dengan bahan ini baru bisa dilakukan di Australia.

Adapun denominasi uang kertas yang berlaku di Indonesia saat ini ialah Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, Rp75.000, dan Rp100.000.

Baca juga: Uang Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Mata Uang

Uang Logam Indonesia

Uang logam atau uang koin biasanya digunakan untuk transaksi bernilai kecil karena nominal nilainya yang memang lebih kecil dibanding uang kertas. Dimana di Indonesia, nominal uang logam dimulai dari pecahan Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1000.

Bahan dasar pembuatan uang logam dapat menggunakan alumunium, nikel, atau kuningan. Dimana ketiga bahan tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Uang logam yang terbuat dari alumunium memiliki bobot yang lebih ringan jika dibandingkan dengan yang terbuat dari nikel atau kuningan. Ia juga memiliki daya tahan yang kuat dan tampilan yang mengkilap seperti metalik. Bahan ini pun digunakan sebagai bahan dasar pembuatan uang koin pertama yang dicetak di Indonesia pada tahun 1952.

Lain halnya dengan uang koin berwarna silver metalik yang terbuat dari nikel. Ia cenderung memiliki bobot yang lebih berat, lebih padat, dan kuat bila dibandingkan dengan bahan alumunium. Uang dengan bahan ini pertama kali dicetak dengan nominal 50 sen seri Diponegoro. Sementara untuk seri yang berlaku saat ini, bahan nikel dapat ditemukan pada uang koin nominal Rp1000 tahun emisi 2010.

Adapun uang koin dengan bahan kuningan yang memiliki tampilan keemasan, dimana bobotnya hampir sama dengan yang berbahan nikel. Uang dengan bahan kuningan ini dicetak pertama kali di pecahan Rp10 tahun 1974. Dan yang terbaru ialah pada pecahan Rp500 cetakan tahun 2003.

Selain ketiga bahan di atas, pembuatan uang logam juga bisa menggunakan dua bahan sekaligus, yaitu nikel dan kuningan pada pecahan Rp1000 terbitan tahun 1993, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 2000.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Uang dari Setiap Masa

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Uang Kertas

Penggunaan uang kertas memiliki kelebihan dan kekurangan. Dimana kelebihannya berupa kepraktisan dalam penggunaan dan mudah dibawa karena bobotnya yang ringan. Lebih detail, uang kertas memberikan beberapa keuntungan dalam penggunaannya, seperti:

  • Lebih praktis dan ringan meski dalam jumlah yang banyak
  • Dapat dibawa kemana pun dengan mudah
  • Dapat dilipat dan disimpan dengan mudah
  • Bisa digunakan untuk transaksi dengan nominal besar
  • Mudah dihitung

Namun, karena bentuknya yang tipis dan cenderung mudah rusak, penggunaan uang kertas memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Mudah hilang
  • Mudah rusak, sobek, dan kusut
  • Mudah terbakar
  • Rawan dipalsukan
  • Transaksi dengan uang kertas tidak cocok untuk pecahan kecil

Baca juga: Uang Fiat: Pengertian, Sejarah, Kelebihan, Kekurangan, Dan Bedanya Dengan Uang Komoditas

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Uang Logam

Sama halnya dengan uang kertas, penggunaan uang logam juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Dimana kelebihannya meliputi:

  • Tidak mudah hilang karena lebih berat dan akan berbunyi apabila jatuh
  • Kualitas bahan dapat dikontrol
  • Lebih kuat dan tahan lama
  • Tidak mudah dipalsukan
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilainya atau menimbulkan kerugian
  • Memudahkan transaksi bernilai kecil

Adapun kekurangan dari penggunaan uang koin meliputi:

  • Lebih berat dibandingkan uang kertas
  • Cenderung sulit untuk dibawa dalam jumlah banyak
  • Tidak praktis
  • Biaya pembuatan mahal

Baca juga: Uang Komoditas Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Syarat dalam Pembuatan Uang di Indonesia

Di samping standarisasi bahan, pembuatan uang di Indonesia juga memiliki beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi terkait keabsahan uang itu sendiri. Dimana syarat-syarat tersebut meliputi:

  • Acceptability, dapat diterima secara umum oleh masyarakat.
  • Durability, memiliki ketahanan dan tidak mudah rusak.
  • Stability of Value, memiliki nilai yang stabil dalam waktu yang lama.
  • Storable and Portability, mudah untuk disimpan dan dibawa kemana saja.
  • Divisibility, mudah untuk dibagi tanpa mengurangi nilainya.
  • Uniformity, hanya terdapat satu kualitas.
  • Scarcity, memiliki jumlah yang relatif terbatas dan tidak mudah dipalsukan.
  • Standardability, memiliki ukuran dan bentuk yang baku.
  • Adanya jaminan dari pemerintah terkait nilai keabsahan uang tersebut.

Baca juga: Alat Pembayaran Tunai dan Non Tunai, Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangannya?

Penutup

Demikianlah serba-serbi penggunaan uang kertas dan uang logam di Indonesia. Dimana masing-masing telah melewati beberapa perubahan sejak pencetakan pertama dan memiliki kelebihan serta kekurangan dalam penggunaannya. Diketahui pula bahwa uang dapat disebut uang apabila memenuhi beberapa syarat khusus seperti yang telah disebutkan di atas.

Adapun perkembangan teknologi dan mobilitas menghadirkan jenis uang baru yakni uang elektronik sebagai jawaban atas kebutuhan manusia di zaman modern. Sebagaimana software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online yang merupakan solusi atas pengelolaan dan pencatatan keuangan yang lebih efektif dan efisien.

Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keunagan dan bisnis. Fitur dan keunggulan di dalamnya yang sederhana dan mudah digunakan juga semakin memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan secara lebih akurat, cepat, dan otomatis.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, Anda bisa langsung klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia