GNP Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya dengan GDP

Untuk Anda yang sudah pernah mempelajari ekonomi makro, pasti Anda sudah sangat akrab dengan istilah GNP dan GDP. GDP dan GNP adalah indikator ekonomi yang digunakan untuk bisa menghitung pendapatan nasional di dalam suatu negara. Walau terdengar mirip, tapi keduanya mempunyai makna dan cakupan yang berbeda.

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah indikator moneter dari nilai pasar semua produk dalam bentuk barang dan jasa yang diperoleh dari berbagai unit produksi di dalam suatu negara dalam kurun waktu satu tahun.

Sedangkan Produk Nasional Bruto (PNB) atau GNP adalah nilai pasar seluruh produk dalam bentuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara, baik itu di dalam ataupun luar negeri dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keduanya sama-sama berguna untuk mengukur nilai seluruh produk, baik itu produk barang ataupun jasa yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun. Lalu, apa perbedaan antar keduanya? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang GNP dan GDP di bawah ini hingga selesai.

Perbedaan GDP dan GNP Adalah

1. Cakupan Produksi Atau Penghasilan

Sebagai indikator moneter, GDP adalah jumlah barang dan jasa yang diperoleh dari berbagai unit produksi di dalam suatu negara selama satu tahun. Itu artinya, GDP adalah cakupan total pendapatan yang didapat secara nasional, baik itu yang diperoleh dari negara sendiri ataupun warga negara asing yang bertempat di dalam negeri ataupun di negara tersebut.

Sedangkan GNP adalah jumlah nilai barang dan jasa yang diperoleh dari warga negara, baik itu yang tinggal di dalam ataupun di dalam negeri selama satu tahun.

Secara sederhana, GDP menghitung semua total pendapatan negara berdasarkan lingkup batas wilayah, sedangkan GNP adalah menghitung total pendapatan negara dalam ruang lingkup warga negara.

Di dalam GDP tidak menghitung pendapatan dari warga negara yang tinggal ataupun bertempat di luar negeri, namun dari warga negara asing yang bertempat tinggal di dalam negeri.

Sebaliknya, GNP adalah menghitung total pendapatan yang didapat hanya dari warga negaranya saja, baik itu yang tinggal di dalam ataupun di luar negeri, dan tidak menghitung pendapatan warga negara asing yang tinggal di dalam negeri.

Baca juga: Produk Domestik Bruto (PDB) adalah: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya untuk Negara

Cara Menghitungnya GDP dan GNP

Perbedaan GDP dan GNP juga bisa dilihat dari rumus ataupun cara menghitungnya. GNP bisa dihitung setelah nilai GDP bisa diperoleh. Terdapat tiga metode untuk menghitung GDP, yaitu:

  • Pendekatan Pengeluaran

Rumus untuk menghitung GDP dengan pendekatan pengeluaran adalah sebagai berikut:

Y = C + G + I + (X – M)

Keterangan:

Y = GDP

C = Konsumsi

G = Pengeluaran Pemerintah

I = Investasi

X = Ekspor

M = Impor

  • Pendekatan Pendapatan

Rumus untuk menghitung GDP dengan melakukan metode pendapatan adalah sebagai berikut:

Y = r + i + w + p

Keterangan:

Y = GDP

r = Sewa

i = Upah

w = Bunga

p = Laba

  • Pendekatan Produksi

Rumus untuk menghitung GDP dengan menggunakan metode produksi adalah sebagai berikut:

Y = ΣP.Q

Keterangan:

P = Harga

Q = Kuantitas

Walaupun ketiga rumus di atas berbeda-beda, tapi hasil ketiganya masih sama. Kenapa? karena total pengeluaran barang dan jasa sama dengan nilai barang atau jasa yang dibuat ataupun dihasilkan yang sama juga dengan total pendapatan yang dibayar pada berbagai faktor yang mampu menghasilkan produk barang dan jasa.

Nilai GDP ini bisa dihitung dengan menggunakan dasar harga berlaku dan harga konstan. Penghitungan GDP dengan menggunakan dasar harga berlaku adalah agar bisa mengetahui perkembangan struktur ekonomi riil di tahun berjalan.

Sedangkan penggunaan harga konstan adalah harga yang berlaku dalam tahun tertentu agar bisa menghitung GDP agar bisa mengetahui perkembangan ekonomi di setiap tahunya.

Nah bila nilai dari berbagai varian penyusun GDP ini sudah diperoleh, maka nilai GDP pun bisa segera dijumlahkan. Nilai GDP tersebut bisa diketahui dengan menggunakan dasar penghitungan GNP. Nah, rumus menghitung GNP adalah sebagai berikut:

GNP = GDP + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Income from Abroad), atau

GNP = GDP – Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Income from Abroad)

Keterangan:

Pendapatan neto dari luar negeri adalah pendapatan dari warga negara yang bekerja dari luar negeri yang dikurangi dengan pendapatan dari warga negara asing yang memang bekerja di dalam negeri.

Dengan asumsi bahwa jika pendapatan neto dari luar negeri kurang dari 0, maka GDP nya lebih besar dari GNP. Sedangkan jika pendapatan neto dari luar negeri lebih besar dari 0, maka GDP lebih kurang dari GNP.

Jika GDP lebih besar dari GNP, itu artinya pendapatan warga negara yang kerja diluar negeri lebih rendah daripada pendapatan warga negara asing yang bekerja dari dalam negeri.

Sebaliknya, jika nilai GDP kurang dari GNP, maka pendapatan warga negara yang kerja di luar negeri lebih tinggi daripada pendapatan warga negara yang bekerja di dalam negeri.

Baca juga: Pendapatan Perkapita: Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang GNP dan perbedaannya dengan GDP. Sebagai pebisnis, Anda tentunya harus bisa mengatur keuangan bisnis Anda dengan baik agar mampu memberikan kontribusi pada ekonomi negara.

Nah, untuk membantu Anda dalam mengatur keuangan bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara instan, yang akan memudahkan Anda dalam mengatur keuangan bisnis.

Selain itu, di dalamnya juga fitur bisnis lain, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakan, manufaktur, dan fitur lainnya yang akan membuat bisnis Anda bisa bergerak lebih efisien.

Penasaran dengan Accurate Online? segera gunakan dan coba aplikasi ini secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.