Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Contoh Perhitungannya

Suatu negara dapat digolongkan sebagai negara maju, berkembang, atau terbelakang, dengan melihat dari pertumbuhan ekonomi di setiap periodenya, tepatnya melalui indikator pertumbuhan ekonomi. Indikator ini mencakup banyak komponen yang semuanya mewakili kondisi ekonomi suatu negara dari periode sebelumnya.

Komponen di dalam indikator pertumbuhan ekonomi pun saling berkaitan sehingga apabila salah satunya menunjukkan grafik meningkat, maka komponen lain pun akan ikut menunjukkan hal yang sama. Begitu pun sebaliknya.

Untuk lebih memahaminya, artikel berikut ini akan memaparkan lebih lanjut mengenai indikator pertumbuhan ekonomi dan contoh kasusnya. Namun sebelum itu, mari pahami terlebih dahulu pengertian dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Mengutip dari laman Investopedia, pertumbuhan ekonomi adalah keadaan ekonomi suatu negara selama periode tertentu, baik semester, tahunan, maupun triwulanan. Pertumbuhan ekonomi ini dapat meningkat maupun menurun dari periode sebelumnya, yang dapat diketahui melalui beberapa indikator.

Indikator yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari pengangguran, serta penurunan tingkat kemiskinan. Ketika indikator tersebut dapat ditemukan di dalam negara, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut sedang bergerak ke arah yang positif.

Sebaliknya, jika indikator pertumbuhan ekonomi tersebut tidak ditemukan atau mengacu ke arah yang berlawanan, maka kondisi ekonomi negara tersebut sedang mengalami kemunduran. Jika dibiarkan terlalu lama, kemunduran ekonomi ini dapat menghancurkan negara dan masyarakatnya pun tidak sejahtera.

Pertumbuhan ekonomi ini bisa dijadikan sebagai patokan untuk melihat kemajuan negara dan hasil dari pembangunan yang dilakukan selama periode tertentu. Jika pembangunan yang dilakukan pemerintah berhasil, maka akan terlihat pertumbuhan yang signifikan di dalam masyarakat. Pertumbuhan ini pun akan menggambarkan bagaimana kemakmuran rakyat jika dilihat berdasarkan pendapatan per kapita atau pendapatan rata-rata dari penduduk sebuah negara.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengukurnya

Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Adapun pertumbuhan ekonomi negara dapat diukur dengan melihat semua komponen yang mewakili kondisi ekonomi negara dari periode sebelumnya. Dalam hal ini, terdapat empat komponen atau indikator pertumbuhan ekonomi yang bisa digunakan, yakni pendapatan domestik bruto, pendapatan per kapita, kesejahteraan penduduk, dan tingkat pengangguran.

1. Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) mempresentasikan pendapatan nasional dengan menghitung keseluruhan output barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara. Di mana hal ini mencakup semua produksi ekonomi yang dilakukan oleh warga negaranya maupun warga negara asing, selama masih berada di wilayah atau teritorialnya.

Untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi negara bergerak ke arah yang lebih baik, maka Anda tinggal membandingkannya periode tertentu dengan periode sebelumnya. Apabila nilai PDB naik, maka pertumbuhan ekonomi negara pun bergerak naik.

2. Pendapatan Per Kapita

Indikator pertumbuhan ekonomi berikutnya adalah pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita sendiri adalah pendapatan rata-rata penduduk di sebuah negara atau sering juga disebut sebagai standar untuk melihat kemakmuran suatu negara. Ketika pendapatan masyarakat di suatu negara mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut dianggap sedang meningkat.

3. Kesejahteraan Penduduk

Kesejahteraan penduduk memiliki hubungan dengan pendapatan riil per kapita, tepatnya dalam hal distribusi barang dan jasa. Ketika barang dan jasa yang diproduksi suatu negara semakin banyak, maka proses distribusinya juga harus merata. Hal ini akan berpengaruh pada pendapatan per kapita yang juga merata ke seluruh wilayah. Dengan begitu, peningkatan kesejahteraan sudah bisa dipastikan terlaksana.

4. Tingkat Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi negara yang membaik juga diwujudkan dari ketersediaan kesempatan atau lapangan kerja. Di mana penyerapan jumlah tenaga kerja akan mengurangi tingkat pengangguran. Dengan begitu, produktivitas negara pun ikut meningkat.

Baca Juga: Produk Domestik Bruto (PDB) adalah: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya untuk Negara

Contoh Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi

Memahami tentang pertumbuhan ekonomi negara akan lebih mudah dengan melihat contohnya. Untuk itu, berikut ini contoh perhitungan pertumbuhan ekonomi menggunakan indikator Produk Domestik Bruto (PDB).

Diketahui, negara A memiliki jumlah PDB sebesar Rp50 miliar pada tahun 2018. Kemudian, pada tahun 2019, nilai PDB tersebut meningkat hingga Rp53 miliar. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa persentase pertumbuhan ekonomi negara A adalah sebesar:

= ((PDB 2019 – PDB 2018) : PDB 2018) x 100%

= ((Rp53 miliar – Rp50 miliar) : Rp50 miliar) x 100%

= 0.06 x 100%

= 6%

Dengan begitu, didapatkan bahwa persentase pertumbuhan ekonomi negara A dari tahun 2018 ke 2019 meningkat sebesar 6%.

Baca Juga: Pendapatan Perkapita: Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Cara Menghitungnya

Penutup

Indikator pertumbuhan ekonomi negara dapat dijadikan sebagai acuan bagi pemerintah untuk lebih giat menciptakan kehidupan yang layak dan sejahtera bagi setiap rakyatnya. Di mana indikator pertumbuhan ekonomi dapat memperlihatkan apakah negara sudah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

Pertumbuhan ekonomi tentunya tidak terlepas dari pertumbuhan bisnis yang ada di negara tersebut. Karena itu, apabila Anda seorang pebisnis, Anda harus terus maju untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bisnis Anda.

Salah satu hal yang bisa Anda maksimalkan untuk ini adalah dengan mengelola dan membuat laporan keuangan yang baik guna mencapai kesuksesan finansial. Dalam hal ini, Anda pun bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online yang dapat mempermudah dan mempercepat prosesnya.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses secara fleksibel. Di dalamnya, tersedia pula beragam fitur pendukung, seperti kepengurusan pajak, buku besar, aset tetap, penjualan, hingga pembelian, yang akan sangat mempermudah manajemen operasional bisnis Anda.

Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Jika iya, segera klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.