Kode Harta SPT yang Harus Anda Ketahui

Saat Anda ingin melaporkan pajak pribadi Anda pun harus mengisi SPT atau Surat Pelaporan Tahunan orang pribadi. Di dalam SPT ini, Anda akan diminta untuk mencatat daftar harta yang sedang Anda miliki. Di dalam daftar ini, terdapat suatu kolom kode harta SPT pajak yang harus Anda isi secara lengkap.

Melalui adanya sistem DJP online, kode harta pajak bisa Anda isi dengan memilih harta yang ingin Anda laporkan sendiri di dalam kode harta.

Pencatuman terkait kode harta pajak ini terdapat di dalam lembaran Formulir 1770 lampiran IV. Untuk pelaporan pajak ini, pencantuman kode harta pajak akan lebih efektif daripada sebelumnya.

Kemudahan ini terjadi karena dibantu dengan adanya sistem DJP Online, sehingga kegiatan pembayaran pajak bisa dilakukan secara sekaligus melalui SPT Online. Sehingga, Anda sudah tidak perlu repot-repot lagi ke KPP atau Kantor Pelayanan Pajak hanya untuk kegiatan membayar dan melapor SPT serta sibuk mencari kode harta SPT Pajak.

Selanjutnya, Anda juga bisa memasukkan nama harta yang Anda laporkan di dalam kolom yang tersedia. Hal ini tentunya berbeda bila Anda melakukan laporan SPT Tahunan secara manual, karena Anda harus mengetahui terlebih dahulu berbagai kode harta yang harus Anda isikan di dalam kode harta di formulir 1770 lampiran IV.

Tapi, walaupun saat ini kode harta pajak bisa ditemukan secara mudah dengan sistem DJP online, sebagai seorang wajib pajak Anda harus tetap mengetahui kode harta di dalam sistem perpajakan yang saat ini ada di Indonesia.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami akan membahas kode harta SPT, khusus untuk Anda.

Pengertian Kode Harta Pajak

Pengertian kode harta di dalam perpajakan bisa Anda ketahui dari Peraturan Menteri Keuangan No. 118/PMK.03/2016 Pasal 1 angka 4.

Berdasarkan peraturan tersebut, bisa diketahui bahwa kode harta SPT pajak adalah jumlah tambahan kemampuan ekonomi berbentuk semua harta, yang bergerak dan tidak, berwujud dan tidak berwujud, serta yang bisa digunakan usaha ataupun tidak, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Lalu selanjutnya, untuk menikmati pengampunan pajak, harta juga harus ditambahkan terlebih dulu ke daftar harta dan dilaporkan oleh setiap wajib pajak dalam bentuk salinan digital dan juga formulir kertas.

Di dalam daftar kode SPT, tidak hanya digunakan untuk laporan SPT saja, tapi juga menjadi cerminan nilai harta tambahan untuk menghitung nilai harta bersih dan juga menjadi suatu dasar penghitungan uang tebusan. Nah, nilai harta bersih ini mencakup 3, yakni:

  • Kepemilikan harta bersih di dalam negeri yang memang belum dilaporkan pada SPT PPh terakhir kali
  • Kepemilikan harta bersih yang berada di luar negeri dan dialihkan ke dalam negeri, serta belum dilaporkan dalam membuat SPT PPh terakhir.
  • Kepemilikan harta bersih yang ada di luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam negeri serta belum terlaporkan di dalam SPT PPh terakhir.

Baca juga: SPT Tahunan Adalah: Ini Pengertian dan Cara Lapornya

Daftar Kode Harta dalam Perpajakan

Kode harta SPT disusun dan dibuat dengan berdasarkan jenis harta yang dimiliki dan wajib melaporkan oleh setiap wajib pajak. Kode harta SPT yang diisi di dalam formulir SPT 1770 S dan 1770 sangat banyak, tergantung dari kategori harta yang akan dilaporkan oleh setiap wajib pajak.

Nah, berikut ini adalah kode harta yang harus Anda cantumkan di dalam formulir SPT 1770 S dan 1770 serta kategori hartanya yang harus Anda ketahui.

1. Harta Pajak Kas dan Setara Kas yang harus Anda Ketahui

  • 011: Uang tunai
  • 012: Tabungan
  • 013: Giro
  • 014: Deposito
  • 019: Kas dan setara kas

2. Harta Pajak Piutang dalam SPT

  • 021: Piutang
  • 022: Piutang afiliasi
  • 029: Piutang lainnya

3. Harta Pajak Investasi

  • 031: saham yang dibeli buat dijual kembali
  • 032: saham
  • 033: obligasi perusahaan
  • 034: obligasi Pemerintah Indonesia atau Surat Berharga Negara
  • 035: surat utang lainnya
  • 036: Reksa dana
  • 037: Instrumen derivatif, seperti right, warran, kontrak berjangka, opsi, dan lain sebagainya.
  • 038: modal yang diikutsertakan pada perusahaan lain dan tidak atas saham, seperti penyertaan pada Firma, CV dan lain sebagainya.
  • 039: jenis investasi lainnya

Baca juga: SPT Unifikasi Adalah Proses Penyederhanaan Laporan Pajak, Bagaimana Ketentuannya?

4. Harta Pajak Alat Transportasi

  • 041: sepeda
  • 042: sepeda motor
  • 043: mobil
  • 049: alat transportasi lainnya

5. Harta Bergerak Lainnya

  • 051: logam mulia, seperti emas batang, emas perhiasan, perak batang, perak perhiasan, dan logam mulia lainnya.
  • 052: batu mulia, seperti intan, permata, berlian, dan lain sebagainya.
  • 053: Barang seni dan barang antik
  • 054: pesawat terbang, kapal pesiar, jetski, helikopter, dan alat olahraga tertentu.
  • 055: Alat-alat elektronik ataupun furniture
  • 059: Harta bergerak lainnya.

6. Harta Tidak Bergerak

  • 061: Tanah dan atau bangunan yang dimanfaatkan sebagai tempat tinggal
  • 062: Tanah dan atau bangunan yang dimanfaatkan sebagai tempat usaha, seperti pabrik, toko, gudang, dll.
  • 063: Tanah atau lahan yang dimanfaatkan sebagai usaha, seperti lahan perkebunan, pertanian, perikanan, dan lain sebagainya.
  • 069: Harta tidak bergerak lain.

Baca juga: Ketentuan dan Cara Pembetulan SPT Tahunan Pribadi untuk Kesalahan Perhitungan Pajak

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang kode harta SPT pajak. Pada perpajakan yang ada di era digital seperti saat ini, perusahaan akan diminta untuk mengalihkan berbagai kegiatannya secara terintegrasi sesegera mungkin, termasuk dalam melakukan kegiatan pajak.

Nah, salah satu alat yang bisa Anda gunakan untuk membantu mengelola bisnis, termasuk mengelola pajak, adalah aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis ini mampu membantu Anda dalam membuat laporan keuangan, menyelesaikan kewajiban perpajakan, mengelola persediaan barang, melakukan penjualan dan pembelian bisnis, dan masih banyak lagi.

Ayo rasakan sendiri manfaat dari Accurate Online dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.