Moving Average adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Moving average adalah sebuah konsep atau hitungan yang wajib dipahami agar bisa berinvestasi dengan baik dan benar. Konsep ini tergolong sebagai indikator analisis teknikal yang banyak digunakan oleh trader pemula maupun yang sudah mahir.

Singkatnya, moving average memberi petunjuk kepada investor atau trader mengenai arah tren harga sebuah aset di masa depan. Namun, ia juga bisa memberi petunjuk lain yang masih berkaitan tergantung pada jenis moving average yang digunakan.

Untuk itu, artikel berikut akan menjelaskan lebih lanjut mengenai moving average, mulai dari pengertian, jenis, dan fungsinya.

Apa Itu Moving Average?

Moving average adalah indikator yang menghitung harga rata-rata suatu aset dalam periode waktu tertentu, yang kemudian dihubungkan ke dalam bentuk garis. Nilai rata-rata ini bisa berasal dari harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), terendah (low), dan pertengahan (median).

Menggunakan indikator moving average sama dengan mempraktekkan metode sederhana yaitu membaca pergerakan harga dari waktu ke waktu. Hal ini sesuai dengan arti moving average secara harfiah, yaitu menggunakan rata-rata harga penutupan (closing price) dari pasangan mata uang yang bergerak dari waktu ke waktu.

Pilihan timeframe-nya sendiri bisa disesuaikan dengan kebutuhan trader, misalnya periode 5 (1 minggu), 20 (1 bulan), 60 (3 bulan), dan 120 (6 bulan).

Artinya, tidak ada aturan khusus yang mengatur rentang waktu yang harus digunakan dalam kalkulasi moving average. Adapun semakin kecil rentang waktu yang digunakan, maka akan semakin sensitif pula indikator tersebut terhadap perubahan harga dalam jangka pendek. Begitu pun sebaliknya.

Baca juga: Asset Under Management Adalah: Pengertian dan Contohnya

Jenis-Jenis Moving Average

Moving average terbagi menjadi enam jenis, yakni simple moving average, exponential moving average, double exponential moving average, triple exponential moving average, weighted moving average, dan wilder smoothing moving average.

1. Simple Moving Average (SMA)

Simple moving average adalah jenis moving average yang paling populer. Moving average ini digunakan trader untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar pasar. Trader juga akan bisa menentukan titik support and resistence, sell and buy, dan sebagainya.

Perhitungan jenis moving average ini pun sangat sederhana, yakni dengan menjumlahkan seluruh poin data terbaru di dalam periode waktu tertentu, yang kemudian dibagi dengan jumlah data itu sendiri. Adapun data yang digunakan pada perhitungan SMA meliputi data historis berupa harga tertinggi, harga terendah, harga buka, dan harga tutup.

2. Exponential Moving Average (EMA)

Jenis moving average ini menempatkan bobot yang lebih besar dan signifikansi pada titik data terbaru. Meski perhitungannya tidak sesederhana SMA, namun EMA memberikan bobot yang lebih dalam perhitungan harga rata-rata di rentang waktu tertentu. EMA pun cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga sehingga EMA bergerak sedikit lebih agresif dibandingkan SMA.

3. Double Exponential Moving Average (DEMA)

Ada kalanya beberapa trader menggunakan lebih dari satu EMA untuk menentukan momentum. Salah satu yang cukup populer digunakan untuk itu adalah double exponential moving average (DEMA).

DEMA cukup populer di kalangan trader pemula karena akurasinya yang lebih baik daripada EMA dan aplikasinya yang tidak terlalu sulit. DEMA mereduksi potensi sinyal palsu dari EMA dengan mengukur dalam dua garis yang mewakili dua tren berbeda, seperti harga buka atau harga tutup.

Adapun momentum dalam DEMA memang lebih lambat daripada EMA, namun sinyal yang diberikan lebih otentik sehingga lebih mudah bagi trader untuk mengenali perubahan tren.

4. Triple Exponential Moving Average (TEMA)

TEMA mampu menghadirkan akurasi tren dengan waktu yang lebih cepat. EMA, DEMA, dan TEMA memang kerap dikolaborasikan untuk menghitung tren menggunakan TRIX, yaitu sebuah momentum indikator yang bisa memberikan trader informasi mengenai kapan harga sedang terlalu mahal dan terlalu murah.

5. Weighted Moving Average (WMA)

WMA sering juga disebut sebagai peramal masa depan karena akurasinya yang tinggi. Jenis moving average ini merupakan pengembangan dari moving average dengan menambahkan bobot terdistribusi dalam perhitungannya.

Distribusi beban yang diberikan pada data akan memengaruhi akurasinya. Biasanya beban yang diberikan ini berkisar di angka 1%-100% dan didistribusikan pada periode yang akan dihitung berdasarkan harga.

Beban pada harga proyeksi memang lebih berat daripada beban pada harga historis. Di mana deret ini akan memberi tahu trader besaran harga total dalam satu periode dan akan disajikan dalam grafik yang garisnya sangat akurat.

WMA pun tidak hanya berjasa bagi trader pasar modal, melainkan juga bagi para stockist dan pedagang retail untuk menghitung stok barang dagangan serta harga rata-rata yang berfluktuasi.

6. Wilder Smoothing Moving Average (WSMA)

Wilder smoothing moving average adalah jenis moving average yang kurang populer karena kurangnya sensitivitas terhadap perubahan harga. Alhasil, moving average ini lebih digunakan untuk mengukur support dan resistence.

Pola perhitungan WSMA mirip dengan EMA, namun dengan memperhalus noise pasar sehingga tren bullish dan bearish dapat terbaca lebih jelas. Pada intinya, WSMA dapat memberi trader gambar yang jelas mengenai aktivitas pasar dengan menampilkan perhitungan periodikal tanpa distorsi.

Baca juga: Manajemen Investasi: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat Penggunaannya

Fungsi Moving Average

Setidaknya, terdapat tiga fungsi utama dari moving average, yaitu untuk mengidentifikasi tren nilai saham, mengetahui waktu pembalikan tren, dan menentukan posisi support and resistence.

1. Mengidentifikasi Tren Nilai Saham

Fungsi pertama dari moving average adalah untuk mengidentifikasi tren nilai saham. Grafik harga beserta garis moving average akan membantu trader untuk mengenali tren nilai saham yang sedang berlaku.

Jika harga berada di bawah garis moving average, maka tren harga cenderung turun atau bearish. Sebaliknya, ketika harga berada di atas garis moving average, maka tren harga cenderung naik atau bullish.

2. Mengetahui Waktu Pembalikan Tren

Moving average juga dapat membantu menentukan kapan pembalikan tren akan terjadi. Cara yang bisa dilakukan ialah dengan melihat saat harga menembus moving average.

Jika yang ditembus adalah garis MA periode jangka pendek, maka pembalikan arahnya pun untuk jangka pendek. Begitu pun sebaliknya ketika yang ditembus adalah garis MA periode jangka panjang, di mana pembalikan arahnya pun untuk jangka panjang.

3. Menentukan Posisi Support dan Resistence

Support dan resistence adalah titik ketika harga dipantulkan kembali dan meneruskan tren. Di mana posisi support adalah titik terbawah dari pergerakan harga sebuah aset dalam jangka waktu tertentu, sementara posisi resistance adalah kebalikannya.

Dalam hal ini, peran moving average adalah menentukan letak kedua titik tersebut. Cara yang digunakan ialah dengan menggabungkan dua macam moving average, yakni umumnya MA20 dan MA50.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Basis Point dan Manfaat Pentingnya Bagi Investor

Penutup

Moving average adalah indikator yang memperlihatkan tren harga rata-rata suatu aset dari waktu ke waktu. Indikator ini berkaitan dengan momentum sehingga berguna bagi investor ataupun trader dalam memperkirakan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual suatu aset.

Pada intinya, moving average bisa dianggap sebagai salah satu bekal dasar sebelum berkecimpung di dunia trading. Mulailah dengan perhitungan sederhana, lalu berlanjut ke perhitungan yang lebih rumit. Jangan lupa pula untuk berinvestasi sesuai kondisi keuangan agar tidak jatuh ke dalam lubang kegagalan finansial.

Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online yang akan mempermudah proses pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan. Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses secara fleksibel.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia