Asset Under Management Adalah: Pengertian dan Contohnya

Pada dasarnya, asset under management adalah suatu istilah yang ada di dalam dunia investasi. Untuk itu, setiap investor harus mengetahui dan memahami istilah ini secara baik. Namun, orang awam tentunya belum mengetahui atau bahkan masih asing mendengar istilah ini.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap tentang asset under management, lengkap dengan contoh dan peran pentingnya untuk investor.

Pengertian Asset Under Management

AUM atau asset under management adalah suatu dana atau kekayaan yang dikelola. Secara umum, asset under management adalah total nilai aset pasar dari suatu sekuritas yang dikelola dan juga dimiliki oleh suatu lembaga keuangan, seperti reksa dana, bank, hedge fund, dan lain sebagainya dengan atas nama klien.

Nilai total dari asset under management adalah tolak ukur ataupun performa kerja yang utama dari keberhasilan bisnis.

Baca juga: Manajemen Investasi: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat Penggunaannya

Contoh Asset Under Management Adalah

Agar lebih bisa memahami asset under management dengan baik, maka kita memerlukan contoh soalnya. Katakanlah terdapat suatu portofolio reksa dana yang didalamnya terdiri dari 1,5 miliar rupiah saham, 2 miliar rupiah obligasi pemerintah, 1,5 miliar rupiah obligasi korporasi, dan 1 miliar rupiah uang tunai.

Nah, nilai total dari asset under management adalah 6 miliar rupiah.

Mengapa AUM Atau Asset Under Management Perlu Dihitung?

Nilai dari asset under management adalah suatu indikator ataupun tolak ukur utama dari suatu keberhasilan bisnis. Karena, asset under management yang nilainya lebih besar mampu menghasilkan pendapatan yang juga besar dalam wujud biaya manajemen.

Oleh karena itu, lembaga keuangan akan melihat nilai dari asset under management untuk selanjutnya dibandingkan dengan kompetitor dan menilai trend bisnis. Selain itu, nilai dari asset under management adalah indikator untuk bisa menentukan apakah suatu lembaga keuangan harus mematuhi peraturan hukum tertentu.

Cara suatu investor ataupun lembaga keuangan dalam menghitung asset under management terkadang berbeda-beda. Mungkin beberapa bank akan menyertakan instrumen kebijakan moneter khusus, seperti uang tunai, deposito, reksa dana, dan berbagai perhitungannya.

Namun, beberapa institusi lainnya ada juga yang akan mempertimbangkan dana di bawah manajemen diskresioner, sehingga akan bisa digunakan untuk transaksi atas nama kliennya.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Basis Point dan Manfaat Pentingnya Bagi Investor

Faktor yang Mengubah Asset Under Management

Terdapat beberapa faktor yang bisa mengubah asset under management. Nah, faktor yang bisa mengubah asset under management adalah sebagai berikut:

  • Adanya aliran dana yang masuk dan keluar, seperti contohnya investor reksa dana yang bisa menambah ataupun mengurangi investasinya dengan cara membeli saham tambahan di reksa dana atau dengan cara menjual saham yang sudah dimilikinya, yang mana dana tersebut akan bisa merubah ukuran total dari dana asset under management.
  • Nilai sekuritas tempat asset under management
  • Total jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan dalam portofolio institusi.

Baca juga: Panduan Belajar Saham Bagi Pemula Beserta Tips untuk Memulai Investasi

Aset Dalam Pengelolaan dan Kinerja Dana

Pertumbuhan dari asset under management yang berlebihan bisa memberikan efek yang buruk untuk nilai pasar, khususnya untuk manajer aset yang melakukan investasi dengan gaya aktif dan lebih menargetkan kinerja yang lebih baik.

Jumlah uang yang sangat besar akan sangat sulit untuk bisa dialokasikan secara tepat waktu tanpa memberikan pengaruh pada harga sekuritas yang dibeli dan juga dijual. Sebagian hasil berasal dari aliran uang dalam jumlah yang besar. Untuk itu, manajer aset umumnya akan meningkatkan diversifikasi bisnisnya.

Baca juga: Overbought Adalah Kondisi yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Saham, Kenapa?

Peran Penting Asset Under Management Dalam Investasi

Reksa dana dengan asset under management yang besar akan menunjukkan bahwa modal dari klien pun juga besar. Itu artinya, faktor kredibilitas dana pun akan lebih tinggi. Asset under management bisa digunakan sebagai ukuran likuiditas dalam menilai suatu pasar.

Asset under management yang tinggi akan bisa memberikan jaminan bila terdapat pencairan yang besar, khususnya bagi dana yang sensitif terhadap pencairan besar-besaran yang dilakukan para investor.

Asset under management yang tinggi pada dana mampu menghindari adanya shock offloading. Harus selalu Anda ingat bahwa asset under management tidak boleh Anda jadikan sebagai satu-satunya faktor yang bisa memberikan pengaruh pada nilai pasar dan juga investasi Anda.

Dalam hal ini Anda bisa menggunakan indikator lainnya, seperti rasio biaya, reputasi manajer dana, risiko keuangan, dan lain sebagainya agar nantinya tidak terjadi permasalahan ekonomi.

Baca juga: Portofolio Saham: Pengertian, Tipe, dan Cara Membangunnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang asset under management. Jadi, asset under management adalah total nilai aset pasar dari suatu sekuritas yang dikelola dan juga dimiliki oleh suatu lembaga keuangan, seperti reksa dana, bank, hedge fund, dan lain sebagainya dengan atas nama klien.

Apapun itu, pada dasarnya melakukan investasi harus dilakukan secara efektif, matang, dan memerlukan pertimbanganyang tepat. Nah, salah satu bahan pertimbangannya adalah laporan keuangan dan pembukuan bisnis yang rapi, tepat, akurat.

Nah, untuk membantu Anda dalam membuat laporan keuangan ataupun pembukuan bisnis, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi berbasis website yang telah dipercaya oleh lebih dari 483 ribu pebisnis di Indonesia ini akan menyajikan laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat serta akurat.

Data laporan keuangan Anda pun akan terjaga dengan aman karena Accurate Online sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang tinggi.

Di dalamnya pun terdapat fitur bisnis yang lengkap dan akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien, seperti fitur penjualan, persediaan, pembelian, manufaktur, perpajakan, dan masih banyak lagi.

Ayo segera coba dan gunakan sekarang juga Accurate Online dengan cara klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia