Mengenal Definisi dan Konsep Dasar Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan merupakan istilah yang perlu dipahami, terutama jika Anda memiliki usaha dan komersial. Istilah ini merujuk pada pengertian pajak yang memiliki pengaruh terhadap pajak yang dibayarkan. Dalam hal ini, pajak yang ditangguhkan atau deffered tax income memberikan pengaruh berupa penambahan atau pengurangan beban pajak tahun bersangkutan.

Untuk lebih memahaminya, artikel berikut ini akan menguraikan definisi dari pajak tangguhan, beserta konsep dasar dan contoh kasus penggambarannya.

Definisi Pajak Tangguhan

Definisi pajak tangguhan sendiri dapat dipahami dari dua sudut pandang akuntansi, yakni dari sudut pandang aset dan sudut pandang liabilitas.

  • Berdasarkan Sudut Pandang Aset

Jika dilihat dari sudut pandang aset, pajak tangguhan merupakan jumlah Pajak Penghasilan (PPh) yang dapat dipulihkan pada periode masa depan akibat akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan akumulasi kredit pajak yang belum dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan perpajakan.

  • Berdasarkan Sudut Pandang Liabilitas

Sementara, jika dilihat dari sisi liabilitas atau utang yang harus dibayar dan dilunasi, pajak tangguhan didefinisikan sebagai pajak yang timbul karena perbedaan beban antara peraturan perpajakan (fiskal) dengan standar akuntansi keuangan (komersial).

Perbedaan ini membuat pendapatan atau beban yang sudah diakui pada masing-masing periode menjadi berbeda, meski pada akhirnya, jumlah total yang diakui antara peraturan secara fiskal dan komersial akan sama. Perbedaan inilah yang biasa dikenal dengan istilah “temporary different”.

Baca juga: NSFP dan Cara Mendapatkannya Melalui Aplikasi e-Nofa

Konsep Dasar Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan tergolong sebagai pajak yang cukup variatif dalam hal konsep dasar. Setidaknya, terdapat empat pendekatan yang bisa dilakukan secara fiskal untuk menilai konsep dari pajak ini, yakni pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan.

  • Pengakuan

Konsep dasar pengakuan dalam pajak tangguhan adalah pengakuan aktiva pada kewajiban perpajakan yang ditangguhkan atau ditunda pada laporan keuangan. Artinya, perusahaan yang membuat laporan keuangan dapat mengakui besaran nilai yang tercatat pada sebuah aktiva dan melunasi nilai yang tercatat pada kewajiban.

Dalam hal ini, perbedaan temporer yang dapat menambah jumlah pajak di masa depan akan diakui sebagai kewajiban atau utang pajak yang ditangguhkan dan perusahaan harus mengakui adanya beban pajak tangguhan.

  • Pengukuran

Pengukuran pajak yang ditangguhkan tidak dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk saat ini, melainkan berdasarkan tarif ketika aset direalisasikan maupun saat kewajiban telah dilunasi.

Secara teknis, pengakuan kewajiban maupun aktiva pajak ini tetap dilakukan terhadap kerugian fiskal yang dapat dikompensasikan. Begitu pun perbedaan temporer dari laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal yang dikenakan pajak, nantinya dikalikan berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

  • Penyajian

Aset dan kewajiban pajak yang ditangguhkan harus disajikan secara terpisah antara aset dan kewajiban saat ini, serta disajikan dalam tidak lancar dalam sebuah neraca. Hal yang sama berlaku juga bagi beban maupun penghasilan pajak.

  • Pengungkapan

Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 46 (PSAK No.46) paragraf 56 sampai dengan paragraf 63, disebutkan bahwa pajak yang ditangguhkan harus masuk dalam pengungkapan catatan atas laporan keuangan.

Baca juga: Ekualisasi Adalah: Pengertian, Dasar Hukum, dan Prosedur Penerapannya dalam Perpajakan

Contoh Kasus

PT ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan emas dengan data sebagai berikut.

  1. Data penjualan emas tahun 2016 sebesar Rp30.000.000.000.
  2. Data penjualan emas tahun 2017 sebesar Rp32.000.000.000.
  3. Laba komersial tahun 2017 sebesar Rp3.000.000.000.
  4. Koreksi fiskal negatif atas biaya penyusutan sebesar Rp100.000.000, karena biaya penyusutan menurut akuntansi pajak (fiskal) diakui lebih besar daripada akuntansi komersial.
  5. Maka, laba fiskal (pajak) adalah Rp3.000.000.000 – Rp100.000.000 = Rp2.900.000.000.
  6. Maka, PPh Badan terutangnya adalah Rp2.900.000.000 x 25% = Rp725.000.000.
  7. Apabila tidak ada koreksi fiskal atas penyusutan PPh Badan yang terutang, maka Rp3.000.000.000 x 25% = Rp750.000.000. Sehingga, kewajiban pajak yang ditanggung atau harus dibayar ialah sebesar Rp750.000.000 – Rp725.0000.000 = 25.000.000.

Jika tarif pajak diterapkan pada Laba Komersial (Laba Akuntansi) dengan Penghasilan Kena Pajak (Laba Pajak), maka besar kemungkinan hasilnya akan berbeda. Perbedaan inilah yang disebut dengan istilah pajak tangguhan.

Baca juga: SKPKBT adalah Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Apakah Itu?

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai pajak tangguhan yang merupakan jenis pajak yang memiliki pengaruh terhadap pajak yang akan dibayarkan pada tahun bersangkutan. Diketahui, jenis pajak ini juga memiliki makna yang berbeda tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Konsep dasar dari pajak yang ditangguhkan pun bervariasi sebagaimana yang tercantum dalam PSAK No.46 yang resmi dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Seperti telah disebutkan di awal, pemahaman akan pajak tangguhan merupakan kewajiban bagi individu yang memiliki unit usaha tertentu. Sama halnya dengan pemahaman akan pencatatan dan pengelolaan keuangan yang memegang peran besar dalam keberlangsungan suatu bisnis atau usaha. Dalam hal ini, penggunaan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online akan membantu pembukuan keuangan tersebut secara lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Accurate Online sendiri merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, salah satunya laporan arus kas. Berbagai fitur dan keunggulan juga tersedia secara lengkap, mudah untuk digunakan, dan bisa diakses kapan saja serta dimana saja.

Accurate Online pun telah digunakan oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia yang terbukti membantunya mencapai kesuksesan finansial.

Tunggu apa lagi? Tertarik untuk mencoba Accurate Online? Silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?