Pengertian Distribusi Pendapatan dan Faktor yang Mempengaruhinya

Distribusi pendapatan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi. Di mana pengertian distribusi pendapatan merujuk pada pemerataan di suatu wilayah dengan tujuan menurunkan tingkat kesenjangan antar warga negara.

Distribusi pendapatan juga ditujukan agar setiap warga negara dapat mendapatkan fasilitas dan penghidupan yang layak. Namun, distribusi pendapatan bukanlah perkara mudah, sebab dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang bahkan bisa menyebabkan kegagalan pemerataan.

Artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian distribusi pendapatan, serta ragam jenis, tujuan, faktor yang mempengaruhi, dan indikator yang dapat mengukur pemerataan distribusi.

Pengertian Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan adalah penyebaran pendapatan pada suatu wilayah geografis. Dalam pengertian lain, pengertian distribusi pendapatan merujuk pada penyaluran pendapatan melalui penyelesaian pekerjaan dalam pengadaan barang, jasa, dan bidang niaga.

Distribusi pendapatan juga mencerminkan ketimpangan serta pemerataan hasil pembangunan suatu daerah atau negara, baik yang diterima masing-masing orang ataupun dari kepemilikan faktor-faktor produksi di kalangan penduduknya.

Sehingga, bisa dikatakan bahwa pengertian distribusi pendapatan adalah suatu ukuran yang digunakan untuk melihat penyebaran pendapatan ataupun pemerataan hasil pembangunan di suatu daerah ataupun negara.

Baca juga: Pendekatan Pendapatan: Pengertian dan Cara Mudah Menghitungnya

Jenis Distribusi Pendapatan

Para ahli ekonomi membagi distribusi pendapatan menjadi tiga jenis berdasarkan tujuan analisis maupun kuantitatif.

1. Distribusi Pendapatan Perorangan

Distribusi pendapatan perorangan memberikan gambaran tentang distribusi pendapatan yang diterima oleh individu maupun perorangan termasuk rumah tangga. Indikator ini menjelaskan hubungan antar individu dengan total pendapatan yang diterima.

2. Distribusi Fungsional

Distribusi fungsional menjelaskan tentang pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing faktor produksi. Teori distribusi pendapatan fungsional ini pada dasarnya terfokus pada persentase penghasilan tenaga kerja secara keseluruhan, bukan sebagai unit-unit usaha (faktor produksi) yang terpisah.

3. Distribusi Regional

Aspek keadilan dan pemerataan juga bisa ditinjau berdasarkan distribusi regional atau antar daerah. Misalnya, di Indonesia, distribusi regional ini terjadi antar kabupaten, antar provinsi, dan antar pulau. Beberapa faktor seperti sumber daya alam, ketersediaan infrastruktur dan kualitas sumber daya dinilai berperan besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

Baca juga: Cara Mengatasi Deflasi dan Penyebabnya

Tujuan Distribusi Pendapatan

Berdasarkan pengertian distribusi pendapatan di atas, terlihat bahwa konsep distribusi pendapatan memiliki beberapa tujuan dalam penerapannya, yakni berupa:

  1. Meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah yang lebih baik sehingga masyarakat dapat membangun kesejahteraan umum.
  2. Memberikan hak dan keadilan bagi setiap warga negara, di mana setiap orang dapat menikmati fasilitas yang sama dan setara.
  3. Menurunkan resiko kriminalitas khususnya perampokan, penipuan, dan pencucian uang, sebab setiap orang mampu memenuhi kebutuhannya sehiangga tindak kejahatan bisa dihindari.
  4. Menumbuhkan rasa solidaritas dan sosial yang tinggi antar masyarakat, seoerti penyaluran zakat kepada yang membutuhkan.

Baca juga: Market Equilibrium Adalah Kondisi Ekonomi Yang Krusial

Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Pendapatan

Seperti telah disinggung sebelumnya, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi distribusi pendapatan, di antaranya meliputi:

  1. Pembangunan infrastruktur yang tidak merata.
  2. Pertambahan penduduk yang tinggi sehingga menyebabkan penurunan pendapatan per kapita.
  3. Inflasi di mana pendapatan uang bertambah namun tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang.
  4. Investasi yang terlalu banyak pada proyek padat modal sehingga menghambat pendistribusian pendapatan kepada pekerja dan menambah angka pengangguran.
  5. Rendahnya mobilitas sosial.
  6. Kebijakan pemerintah dalam substitusi impor yang berimbas pada kenaikan harga barang.
  7. Menurunnya nilai tukar yang berdampak pada industri dalam negeri.

Baca juga: GNP Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya dengan GDP

Indikator Pengukur Distribusi Pendapatan

Terdapat beberapa indikator yang bisa mengukur distribusi pendapatan, yakni indikator lorez, indeks rasio gini, dan distribusi ukuran.

1. Indikator Lorez

Indikator lorez memperhitungkan pendapatan aktual dengan persentase jumlah pendapatan. Indikator ini digambarkan dengan kurva jumlah penerima pendapatan sebagai sumbu horizontal dan pendapatan aktual sebagai sumbu vertikal. Jika garis horizontalnya memiliki jarak kurva yang jauh, maka semakin tidak merata distribusinya.

2. Indeks Rasio Gini

Nilai rasio gini dimulai dari angka 0 hingga 1. Rasio ini dinilai mampu menggambarkan dengan sempurna pemerataan distribusi pendapatan. Semakin kecil nilai yang dihasilkan, maka semakin kecil pula ketimpangan distribusi yang terjadi. Begitu pun sebaliknya, semakin besar nilai yang dihasilkan, maka semakin besar pula kesenjangan yang terjadi.

3. Distribusi Ukuran

Indikator distribusi ukuran memerikan distribusi pendapatan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan tanpa memandang sumbernya. Di mana pendapatan tiap orang diklasifikasikan berdasarkan total penerimaan.

Dari hal tersebut, akan terlihat apakah distribusi yang diterima satu individu dengan = lainnya memiliki selisih yang tinggi. Jika iya, maka pendistribusian pendapatan belum maksimal.

Baca juga: Ekonomi Perang dan Strategi Penerapannya

Kesimpulan

Pengertian distribusi pendapatan yakni sebuah ukuran yang mencerminkan penyebaran pendapatan atau pemerataan hasil pembangunan di suatu wilayah geografis. Tujuan utama dari distribusi pendapatan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar mendapat penghidupan yang lebih layak dan setara antar satu sama lain.

Adapun terkait pendapatan yang diterima oleh seorang individu baiknya dikelola dengan bijak agar tercapai sebuah kondisi finansial yang baik. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online yang akan memudahkan proses pembukuan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur dan keunggulan tersedia secara lengkap, mudah untuk digunakan, dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Jika tertarik untuk menggunakannya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia