Letter Of Credit : Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Contohnya Pada Bisnis

Dalam dunia perdagangan, transaksi berskala internasional adalah hal yang lumrah. Namun pernahkah terpikir bagaimana metode pembayaran yang digunakan dalam transaksi tersebut, yang ternyata memiliki banyak pilihan. Salah satu metode pembayaran yang bisa digunakan adalah letter of credit. Penasaran apa itu letter of credit atau LoC, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini :

Baca juga : Pentingnya Catatan Keuangan dan 10 Tips Melakukannya Secara Mudah

Apa Itu Letter Of Credit?

LOC atau letter of credit merupakan cara pembayaran internasional yang menjadikan memungkinkan seorang eksportir menerima pembayaran langsung tanpa menunggu berita dari luar negeri. Pembayaran tersebut akan diterima setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan ke luar negeri atau kepada pemesan.

Fungsi Letter Of Credit

Dalam hakikatnya letter of credit memiliki banyak sekali fungsi, yang pertama berfungsi untuk memudahkan pembayaran. Baik itu untuk importir yang membeli maupun eksportir yang memberikan barang.

Sebab, eksportir tidak perlu menunggu dana untuk terkumpul, dimana dana yang ingin dibayarkan akan ditangguhkan oleh bank. Begitu pun dengan importir yang tidak perlu menunggu datangnya barang terlalu lama.

Selain itu dengan fasilitas kredit yang dijamin oleh perbankan bisa membantu importir dalam menentukan waktu pembayaran. Apakah ingin langsung, ataupun ditangguhkan dulu dalam jangka waktu tertentu. Fungsi lain letter of credit ini adalah keamanan dalam bertransaksi utamanya untuk eksportir.

Sebab menjual barang lintas negara tidaklah mudah banyak resiko yang harus ditanggung. Berkat Letter of Credit (LoC), pembayaran tetap aman karena berada dalam otorisasi pihak perbankan. Pembayaran hanya akan cair apabila pihak penjual dan pembeli telah sama-sama mencapai kata kesepakatan.

Jenis Letter Of Credit

Melihat keamanan dan kemudahannya, tidak heran jika l/c ini banyak disukai oleh banyak pihak. Karenanya bagi yang mulai ingin mencoba untuk menggunakan sistem pembayaran ini, ada baiknya untuk mengenal jenis-jenis apa saja yang ada dalam sistem pembayaran ini. Berikut ini adalah pembahasan terkait jenis-jenis letter of credit yang ada diantaranya :

Baca juga : Mengenal Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral pada Sistem Keuangan

1. Revocable Letter Of Credit

Pertama adalah loc yang bisa dibatalkan ataupun diubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh bank pembuka (opening bank) karena ada alasan tertentu tanpa adanya pemberitahuan lebih dulu kepada si penerima. Biasanya jenis loc ini harus terus di cek setiap waktunya. Meskipun tanpa pemberitahuan, tapi pembatalannya ini terjadi karena alasan. Bisa dari pihak importir maupun eksportir.

2. Irrevocable

Sesuai dengan namanya, transaksi yang satu ini tidak bisa dibatalkan oleh satu pihak selama masa perjanjian tersebut masih dalam masa waktu yang valid. Dalam hal ini semua pihak yang bersangkutan adalah kedua belah pihak yang bertransaksi dan open bank sebagai pihak ketiga. Sehingga apabila ada pihak yang membatalkan secara sepihak, maka bisa terkena hukuman.

3. Back To Back LOC

Sifatnya seperti reseller, dimana si penerima ini sebenarnya bukan pembelinya tapi hanya sekedar perantara. Nantinya barulah si perantara ini menyalurkan barang yang dibelinya kepada penerima yang asli.

Selanjutnya perantara ini meminta bantuan pihak bank agar pemilik dan penerima barang-barang yang sebenarnya memiliki akses Letter Of Credit dengan menjaminkan L/C yang diterima dari luar negeri.

4. Revolving LOC

Apabila melihat namanya yakni revolving, maka bisa diambil kesimpulan bahwa letter of credit ini bisa dilakukan berulang-ulang. Dimana kedua pihak yang bertransaksi bisa menggunakan kembali kreditnya untuk melakukan transaksi yang berbeda. Biasanya jenis ini dilakukan pada satu bank saja yang sudah dipercaya dan memiliki hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat.

5. Unrestricted LOC

Tidak dibatasi adalah keunggulan utama dari jenis letter of credit yang satu ini. Dimana dalam hal ini pihak eksportir maupun importir tidak dibatasi melakukan negosiasi di bank manapun yang diinginkannya. Sehingga memberikan kemudahan dan juga fleksibilitas yang tinggi kepada pihak yang terkait.

6. Sight LOC

Pembayaran langsung dan saat itu juga saat dokumen diterima oleh pihak bank adalah ciri khas dari kredit yang satu ini. Dimana saat dokumen sudah diperiksa, dan dinyatakan lolos lalu diterima, pihak pembayar harus langsung memberikan dana. Untuk besaran dananya sendiri tergantung kesepakatan pihak penerima dengan pihak bank yang sebelumnya telah dibuat.

7. Usance LOC

Berbeda dengan sight, usance memberikan tenggat waktu kepada pihak importir untuk melakukan pembayarannya. Biasanya tenggat waktu ini diberikan oleh pihak eksportir. Entah itu setelah dokumen diterima, maupun setelah sebulan transaksi disetujui. Pihak importir hanya harus menerbitkan draft waktu ataupun tanggal dari wesel. Sehingga pihak importir tidak harus langsung membayar.

8. Red Clause LOC

Jenis letter of credit yang masing-masing bank pembuka L/C menuliskan klausa khusus menggunakan tinta merah. Klausul atau klausa tersebut berisikan tentang pihak bank pembayaran diberikan kuasa oleh pihak bank pembuka untuk membayar uang muka kepada penerima. Itulah mengapa dikatakan red clause, karena memang khusus klausul itu ditulis dengan tinta merah.

Baca juga : Melakukan Penghitungan Pendapatan Nasional dengan Rumus yang Tepat

Contoh LOC Pada Bisnis

Setelah melihat pengertian dan apa saja jenis letter of credit, maka mudah sebenarnya untuk memberikan contohnya. Seperti pihak A merupakan seorang importir alat berat yang berasal dari Indonesia ingin membeli alat berat dari pihak B yang berada di London.

Pihak B yang menerima pesanan dari pihak A menyadari kalau Pihak A merupakan importir baru. Demi keamanan dan kemudahannya pembayaran si pihak B menawarkan menggunakan letter of credit sebagai metode pembayaran. Apabila setuju, B harus mendaftarkan diri ke bank sebagai pembayar letter of credit.

Nantinya pihak bank akan memproses semua kredit yang sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Karena memang letter of credit ini berfungsi untuk menjaga keamanan dan memberikan kemudahan dalam setiap transaksi. Itulah mengapa ada baiknya, mulai sekarang mulai memahami tentang penggunaan sistem pembayaran yang satu ini.

Baca juga : Pengertian dan Pengaruh Pemangkasan Suku Bunga bagi Bisnis

Itulah pengertian, fungsi dan jenis letter of credit yang bisa menambah pengetahuan Anda jika ingin melakukan pembayaran luar negeri atau menerima pembayaran dan tentu Anda bisa menerapkannya di bisnis.

Untuk pencatatan keuangan multi mata uang Anda harus menggunakan sistem untuk pencatatan pembukuan yang mampu melakukan penghitungan sesuai  dengan kurs yang berlaku di Indonesia. Untuk memudahkan hal tersebut Anda bisa mencoba menggunakan Accurate yang memiliki fitur multi uang.

Tidak hanya membuat mata uang baru di database akun Accurate Online, Anda juga bisa membuat akun perkiraan mata uang asing. Beberapa tipe akun yang bisa ditentukan mata uangnya adalah Kas Bank, Piutang Usaha, Aset Lancar Lainnya, Aset Lainnya, Hutang Usaha, Kewajiban Jangka Pendek, dan Kewajiban Jangka Panjang.

Anda bisa membaca artikel ini untuk mengetahui cara menggunakan fitur multi mata uang dan membuat akun perkiraan mata uang asing dengan Accurate Online.

Accurate Online sendiri adalah salah satu software akuntansi yang bisa membuat proses pembukuan bisnis lebih mudah dengan fitur terbaik yang sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia dan dikembangkan sejak 20 tahun lalu.

Anda bisa langsung mencoba free trial selama 30 hari secara gratis melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate berhenti membuang waktu