Pengertian Reksadana: Jenis, Manfaat, dan Cara Investasi Reksadana

oleh | Nov 16, 2020

source envato.

Pengertian Reksadana: Jenis, Manfaat, dan Cara Investasi Reksadana

Pengertian reksadana berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1, ayat 27 adalah suatu tempat yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat pemodal agar selanjutnya bisa diinvestasikan dalam portofolio efek oleh masing-masing manajer investasi.

Itu artinya, seperti yang di lansir di investopedia, pengertian reksadana seperti suatu keranjang yang dimiliki oleh sang MI atau Manajer Investasi yang mana wadah tersebut selanjutnya akan diisi dengan berbagai macam jenis saham. Keranjang yang berisi saham tersebut tergantung resep, racikan atau pengolahan sang MI.

Pengertian Reksadana

Diatas kita sudah jelaskan bahwa pengertian reksadana adalah suatu tempat dalam mengelola uang atau modal dari beberapa investor pada investasi yang tersedia di pasar dengan melalui pembelian suatu unit penyertaan reksadana.

Sedangkan pengertian reksadana berdasarkan undang-undang pasar modal adalah suatu tempat yang didalamnya terkumpul berbagai uang dari masyarakat untuk bisa diinvestasikan kembali oleh manajer investasi atau MI. Nantinya, dana yang diinvestasikan tersebut bisa berupa saham, pasar uang, obligasi, dll.

Namun, reksadana secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Reksadana Terbuka

Reksadana terbuka adalah jenis investasi reksadana yang bisa dijual kembali tanpa adanya suatu metode penjualan di bursa efek pada perusahaan MI. Biasanya, kebanyakan reksadana pada saat ini merupakan reksadana berjenis terbuka dengan harga jual yang umumnya sama dengan suatu nilai bersih aktiva.

  • Reksadana Tertutup

Reksadana tertutup adalah jenis reksadana yang tidak bisa dijual kembali kepada perusahaan MI. biasanya, unit penyertaannya hanya bisa diperjual-belikan di bursa efek dengan harga jual yang berada dibawah nilai aktiva.

Karena adanya keterbatasan investor untuk melakukan investasi dengan periode yang panjang, maka jumlah dana atau aset dalam reksadana tidak berjumlah besar. Namun, ada empat unsur penting yang harus dipahami oleh calon investor.

Pertama, reksadana adalah himpunan dana dari sejumlah investor. Kedua, dana akan diinvestasikan melalui instrumen investasi. Ketiga, reksadana akan dijalankan dan diatur oleh MI yang kredibel dan profesional. Keempat, reksadana adalah instrumen investasi dana jangka menengah hingga panjang.

Baca juga: Financial Planner: Pengertian, Tanggung Jawab, dan enisnya

Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Portofolionya

Berdasarkan pengertian reksadana yang sudah kita bahas bersama di atas, maka reksadana pun terbagi menjadi lima jenis berdasarkan portofolionya, yaitu:

1. Reksadana Saham

Pengertian reksadana saham adalah jenis reksadana yang mana 80% minimal dana yang terkumpul akan dikelola dalam bentuk saham. Keuntungan yang didapat dari efek saham akan memberikan hasil yang lebih besar berbentuk capital gain karena terdapat pertumbuhan deviden serta harga saham di dalamnya.

Reksadana jenis ini dinilai mampu mendatangkan keuntungan yang sangat tinggi namun tetap diiringi dengan resikonya yang tinggi pula.

2. Reksadana Campuran

Pengertian reksadana jenis campuran adalah reksadana yang memiliki potensi kerugian dibawah reksadana saham. Di dalamnya akan dilakukan investasi pada dua efek bursa secara bersamaan, yaitu efek ekuitas dan juga efek hutang. Perbandingan yang terdapat dalam dua efek tersebut tidak termasuk kedalam reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Pengertian reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang minimal 80% dana terkumpul akan dikelola kedalam bursa efek dengan sifat utang. Potensi keuntungan yang diperoleh dari jenis reksadana ini cukup tinggi yang tepat diiringi dengan potensi kerugian yang tinggi pula. Namun, potensi keuntungannya hasil lebih tinggi reksadana saham dan reksadana campuran.

4. Reksadana Pasar Uang

Pengertian reksadana pasar uang adalah reksadana yang memberikan resiko keuntungan yang jauh lebih rendah tapi dengan nilai potensi return yang terbatas. Minimal 80% dana dari reksadana pasar uang akan dikelola dalam pasar efek uang dengan bentuk efek utang dengan kurun waktu kurang dari satu tahun seperti deposito atau SBI.

5. Reksadana Index

Pengertian reksadana index adalah reksadana yang potensi keuntungan dan kerugiannya sama dengan index tersebut. Sebagian besar dana yang ada pada reksadana jenis ini akan dikelola secara pasif. Artinya, tidak akan dilakukan jual beli pada bursa kecuali terdapat subscription ataupun redemption yang baru.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan: Fungsi, Tujuan, dan Kebijakannya

Karakteristik Reksadana

Terdapat sepuluh karakteristik tertentu yang membedakan reksadana dengan jenis instrumen investasi lainnya. Pertama, reksadana adalah perusahaan sekuritas atau perusahaan manajemen aset yang dijual oleh agen penjual reksadana, baik itu pada bank atau perusahaan sekuritas lainnya. Kedua, tidak ada biaya asuransi atau uang pertanggungan pada reksadana. Ketiga, nilai biaya pembelian reksadana adalah 0% hingga 2% dari nilai reksadana.

Kelima, reksadana tidak memiliki biaya administrasi. Keenam, besarnya biaya penjualan reksadana adalah 0% hingga 2% dari besaran nilai reksadana pada tahun pertama. Ketujuh, besaran alokasi dana pada setoran pada tahun pertama adalah 98% sampai 100%.

Kedelapan, reksadana hanya menggunakan satu harga. Kesembilan, biasanya penjualan reksadana akan menampilkan prospectus dan pengisian profil risiko. Kesepuluh, sebagian besar investor reksadana berasal dari kalangan institusi dan ritel. Terakhir, sebagian besar para investor reksadana sudah memahami produk reksadana yang akan mereka beli.

Baca juga: Instrumen Investasi Terbaik Saat Pandemi Covid-19

6 Manfaat Reksadana Secara Umum

Setidaknya, terdapat enam manfaat menarik dalam melakukan atau berkecimpung dalam investasi reksadana. Berikut ini adalah enam manfaat reksadana secara umum.

1. Manajemen yang Profesional

Seperti yang sudah kita jelaskan di atas, dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi atau MI yang profesional dan juga ahli dalam mengelola dana yang bersifat terbatas dalam waktu. Manajer Investasi tersebut memiliki peranan yang sangat penting untung mengelola portofolio yang ada dalam reksadana.

2. Diversifikasi Investasi

Dengan adanya diversifikasi investasi, maka akan mampu membantu meminimalisir adanya risiko yang terdapat dalam portofolio. Meskipun begitu, tidak ada yang bisa menghindari risiko investasi yang ada di dalam reksadana.

3. Pengelolaan Dana yang Transparan

Informasi dana yang transparan dari reksadana bisa dimanfaatkan untuk mengontrol keuntungan dengan adanya perkembangan biaya dan portofolio secara berkelanjutan. Biasanya, pengelolaan dana ini akan diterbitkan dengan nilai aktiva bersih di setiap pertengahan tahun dan juga tahunan secara teratur, dengan begitu para investor bisa mengontrol perkembangan dana investasinya.

4. Likuiditas yang Tinggi

Likuiditas yang tinggi mampu meningkatkan potensi keberhasilan dalam berinvestasi. Para pemodal akan melakukan pencairan unit penyertaannya sesuai dengan ketetapan yang sudah disusun dalam reksadana demi mempermudah investor dalam mengelola keuangannya.

5. Biaya Rendah

Karena dana yang terdapat dalam reksadana diperoleh dari sekumpulan investor yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang beriringan dengan kemampuannya dalam berinvestasi, maka biaya transaksi yang dikeluarkan oleh setiap investor juga terbilang rendah.

6. Minim Risiko

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki risiko kerugiannya sendiri, termasuk alam reksadana. Tapi, adanya minat yang tinggi dari investor kelas menengah ke atas untuk melakukan investasi reksadana menunjukan bahwa risiko kerugian di dalamnya tergolong minim.

4 Langkah Melakukan Investasi Reksadana

Berikut ini adalah 4 langkah penting dalam melakukan reksadana, yaitu:

1. Lakukanlah Transaksi Pada Hari Bursa

Cara pertama adalah mendaftarkan diri Anda seperti membuka rekening bank, nantinya Anda akan diminta untuk mengisi formulir dan menandatanganinya, menyiapkan berbagai persyaratan fotokopi dokumen yang sudah ditetapkan, dan terakhir Anda harus menyiapkan sejumlah dana yang akan digunakan untuk keperluan investasi.

2. Nilai Aktiva Bersih (NAB) Sebagai dasar Transaksi

NAB atau Nilai Aktiva Bersih adalah suatu nilai yang merepresentasikan kekayaan total reksadana Anda setiap hari. NAB dipengaruhi oleh harga pasar dari aset reksadana serta kekuatan permintaan dan penawaran para investor. Nantinya, harga reksadana akan diterbitkan pada media surat kabar ataupun online sebanyak satu kali dalam sehari.

3. Perhatikan Batas Waktu (Cut-Off Time)

Batas waktu tersebut akan berlangsung dari jam 12 hingga jam 1 siang. Bila Anda membeli reksadana sebelum batas waktu tersebut, maka Anda akan mendapatkan harga NAB pada tanggal transaksi. Sedangkan jika Anda melakukan pembelian yang melewati batas waktu tersebut, maka Anda akan mengikuti harga NAB di hari selanjutnya dari tanggal pembelian reksadana Anda.

4. Dapatkan Surat Konfirmasi Transaksi Pembelian Reksadana

Bila Anda sudah menyelesaikan transaksi, nantinya Anda akan dikirimkan surat konfirmasi pembelian transaksi reksadana yang sudah diterbitkan oleh bank kustodian setempat. Anda juga nantinya akan mendapatkan laporan perkembangan dana investasi setiap bulan.

Laporan ini ada baiknya Anda simpan dengan baik sebagai suatu bukti kepemilikan reksadana Anda. Jika Anda tidak mendapatkan laporan tersebut, maka Anda wajib memintanya pada bank penjual atau pada manajer investasi Anda.

Baca juga: Ingin Investasi Online? Pahami Dulu 10 Hal Berikut

Penutup

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian reksadana beserta manfaat, jenis, karakteristik, dan cara membuka rekening reksadana. Untuk itu, cobalah untuk lebih teliti sebelum melakukan investasi reksadana. Selain melakukan investasi reksadana, Anda juga sangat bisa untuk melakukan investasi dalam jangka panjang dengan memanfaatkan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi ini, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan berbagai proses akuntansi, mulai dari laporan arus kas hingga laporan keuangan. Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Jadi, Anda bisa mencatat seluruh transaksi laporan keuangan Anda dengan cepat.

Selain itu, anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan. Accurate Online juga mampu memudahkan Anda dalam memantau keuangan Anda kapanpun dan dimanapun secara cepat dan mudah. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait