Penyebab Kemerosotan Nilai Uang dan Hubungannya Bagi Bisnis Anda

Jika nilai uang mengalami kemerosotan, tentu akan berdampak buruk pada bisnis atau usaha. Bahkan ada pebisnis harus gulung tikar karena tidak mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian finansial.

Karena alasan ini, seorang pebisnis atau pengusaha harus mengetahui penyebab merosotnya nilai uang dalam hal ini adalah rupiah. Selain itu, hubungannya dengan bisnis juga perlu dipahami dengan lengkap.

Penyebab Kemerosotan Nilai Uang

Merosotnya nilai uang adalah masalah yang perlu diatasi secepatnya. Bahkan pemerintah harus melakukan segala daya upaya agar nilai uang utamanya rupiah kembali menguat. Maka dari itu, sebelum melakukannya harus dipahami terlebih dahulu penyebab-penyebab hal itu terjadi. Ini dia penyebab yang dimaksud:

1. Orang Indonesia Lebih Suka Investasi di Luar Negeri

Penyebab merosotnya nilai  uang yang pertama adalah orang Indonesia sendiri lebih senang berinvestasi di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Jika investasi dilakukan di luar negeri, tentu ekonomi di negara tersebut menjadi baik.

Bahkan pendapatan dan daya beli masyarakat di negara pilihan juga akan tinggi. Yang artinya semakin banyak investasi masuk ke luar negeri yang ekonomi di negeri tersebut makmur, tentu keuntungannya lebih besar.

Karena alasan inilah maka banyak orang Indonesia yang menukarkan rupiahnya untuk dollar hanya agar bisa berinvestasi di negara adidaya luar. Karena demi keuntungan mereka rela menukarkan rupiahnya yang membuat nilai rupiah semakin terpuruk.

Baca juga : Pengertian Bilyet Giro, Sifat, Bentuk, Syarat, dan Proses Rekonsiliasinya

2. Perilaku Impor Meningkat

Jika perilaku impor meningkat disertai ekspor yang juga tinggi, mungkin tidak menjadi masalah. Namun, jika perilaku ekspor malah menurun, maka itu juga berpotensi menurunkan nilai uang.

Karena semakin sering impor, semakin sering pula dilakukan penukaran uang rupiah ke dollar.  Karena itu nilai rupiah menjadi lemah bahkan hingga batas krisis. Oleh sebab itu, hal ini menjadi keniscayaan terutama bagi negara-negara berkembang.

Yang mana negara berkembang memang menggantungkan hidupnya pada impor. Sehingga ketergantungan mata uang lokal mereka pada dollar menjadi tidak terelakkan.

3. Utang Luar Negeri Semakin Meningkat

Berhutang adalah salah satu metode untuk mendapatkan kucuran finansial yang sehat. Ini juga dilakukan oleh pemerintah. Yang mana hutangnya pasti pada negara luar dengan tujuan uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan rakyat.

Tentunya jika akan membayar hutang luar negeri, pemerintah harus meng-konversi rupiah menjadi dollar terlebih dahulu. Karena mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran adalah mata uang dari negeri yang menghutangkan.

Jika kurs rupiah ke dollar melemah, maka otomatis beban hutang negara akan semakin berat. Jika pun akan dibayarkan maka uang yang dikeluarkan sangat besar. Ini yang menyebabkan nilai rupiah menjadi anjlok.

Maka dari itu, pengamat menyatakan kalau pemerintah tidak perlu berhutang jika tidak ada hal yang mendesak. Karena masih lebih baik memaksimalkan potensi diri sendiri daripada berhutang ke negara lain.

Baca juga : Uang Kartal : Pengertian Lengkap dan Perbedaanya dengan Uang Giral

4. Adanya Kebijakan Ekonomi Masing-Masing Negara

Adanya kebijakan ekonomi di masing asing negara juga menjadi penyebab anjloknya nilai uang. Apalagi jika kebijakan ini dilakukan oleh Amerika serikat yang menjadi barometer perekonomian di dunia.

Kebijakan yang diambil oleh Amerika serikat tentunya akan berimbas pada nilai uang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Biasanya ini dilakukan dalam rangka untuk menstabilkan keuangan di negara adidaya ini.

Sedangkan pihak yang mengambil kebijakan adalah Bank Central Amerika. Karena bank central rujukan, tentu imbasnya akan mendunia dan global.

5. Perbedaan Inflasi Antar Negara

Perbedaan inflasi antar negara juga penyebab merosotnya nilai uang. Termasuk inflasi di Indonesia.

Sejatinya inflasi memang dibutuhkan untuk kepentingan tertentu. Seperti untuk meningkatkan kualitas produk serta demi tersedianya kebutuhan yang mamang bermutu untuk digunakan oleh masyarakat.

Akan tetapi jika inflasi yang terjadi terlalu berlebihan, maka otomatis produk tidak akan terbeli. Karena daya beli masyarakat akan menurun, jika harga produk melambung tinggi.

Karena itulah, masyarakat malas untuk mengeluarkan uangnya untuk membeli produk. Sehingga rupiah menjadi mata uang tidak berharga. Implikasinya jelas, nilai mata uang kebanggaan ini akan menurun dengan drastis.

6. Bunga yang Dikeluarkan oleh Bank

Bunga bank juga penyebab merosotnya nilai mata uang rupiah. Salah satu teorinya adalah semakin lama bank menaikkan suku bunga, maka progres pertukaran uang di bank tersebut semakin besar. Secara otomatis keuntungan bank juga meningkat.

Investor juga mengambil keuntungan dalam hal ini. Maka dari itu, jika suku bunga di Amerika Serikat meningkat, maka mereka berbondong untuk melakukan investasi di sana. Akan tetapi jika mengalami penurunan, maka mereka pun menarik diri.

Jika ada pemangkasan suku bunga, maka nilai tukar negara yang berkiblat juga mengalami kenaikan kurs termasuk rupiah. Yang mana akibat pemangkasan suku bunga Amerika, kurs rupiah terhadap dollar melemah.

Dampaknya adalah banyak orang menukarkan uang rupiahnya ke mata ulang dollar. Yang terjadi adalah, nilai mata uang rupiah anjlok dan terkesan tidak berharga.

Baca juga : Jenis Pelaku Ekonomi dalam Suatu Sistem Perekonomian Negara

7. Pengaruh Politik Terhadap Pertukaran Mata Uang

Jika terjadi politik yang tidak menentu, apalagi jika mengarah pada politik identitas di dalam suatu negara, biasanya investor asing malas untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Artinya mereka enggan menukarkan uang dollar-nya ke rupiah. Padahal itu syarat nilai mata uang rupiah meningkat.

Akan tetapi karena terjadi kekisruhan politik, ini tidak dilakukan. Jika progres tidak juga membaik, maka tentu nilai mata uang rupiah akan semakin tenggelam.

Baca juga : Pengertian Kebijakan Moneter dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis Anda

Hubungan Kemerosotan Nilai Uang Dengan Bisnis

Jika nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan luar biasa, pasti akan berdampak buruk pada bisnis. Bahkan seperti sudah dijelaskan di atas, kalau dampak terburuk adalah perusahaan akan gulung tikar. Ini dia dampak yang lebih lengkap yang darinya bisa ditarik satu hubungan yang penting:

1. Bisnis Menjadi Lesu

Jika mata uang mengalami kemerosotan tentu bisnis akan lesu. Bahkan, produk yang biasanya dihasilkan dengan jumlah tertentu akan dikurangi. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang mahal tetapi tidak disertai dengan daya beli konsumen yang tinggi.

Tentu menambah biaya produksi dan menaikkan harga produk bukan langkah yang tepat. Justru masyarakat lebih selektif untuk membeli produk tersebut dan pada akhirnya perusahaan mengalami kerugian.

2. Finansial Usaha Menjadi Tidak Sehat

Yang kedua adalah finansial usaha menjadi tidak sehat. Karena sudah tidak ada lagi suntikan dana dari investor asing. Yang mana mereka mulai menarik modalnya karena sudah tidak mendapatkan keuntungan yang memuaskan.

Bagi bisnis sendiri, ini bisa menjadi kemunduran. Karena tanpa adanya dana dari investor, tentu modal usaha sangat minim. Ini yang berpotensi membuat pabrik bangkrut atau PHK besar-besaran.

Baca juga : Mengembangkan Cara Berpikir Kreatif dalam Strategi Pemasaran

3. Usaha Akan Merugi

Dampak yang selanjutnya adalah usaha akan merugi. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang sudah dikeluarkan mahal, tetapi pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk malah di bawah target.

Jika ini berjalan pada waktu yang lama tentu merupakan kerugian yang besar bagi pebisnis. Apalagi biaya produksi dijalankan terus menerus, sedangkan produknya lebih banyak mangkrak di gudang.

Nah jika ditarik dari dampak-dampak di atas, maka sudah jelas hubungan nilai mata uang yang merosot dengan bisnis adalah nilai mata uang yang rendah, membuat bisnis menjadi tidak berkembang. Bahkan perusahaan akan gulung tikar dan PHK besar-besaran akan terjadi.

Untuk meminimalisir kerugian akibat kemerosotan nilai mata uang pada bisnis, Anda bisa melakukan pembukuan dengan nilai mata uang yang berbeda yang dipakai untuk proses transaksi bisnis Anda. Bagi bisnis yang kseulitan melakukan pembukuan dengan multi mata uang, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur tersebut seperti Accurate Online.

Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan di bawah ini :

accurate 200 ribu perbulan

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia