Price Skimming: Strategi, Contoh, Kelebihan, Kekurangan

Diterbitkan: 04 Feb 2021 | Diperbarui: 23 Des 2025 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail
Price Skimming: Strategi, Contoh, Kelebihan, Kekurangan

Pernah mendengar strategi penetapan harga price skimming? Dalam dunia bisnis, strategi harga tidak bisa ditentukan sembarangan, karena kesalahan dalam menetapkan harga berpotensi berdampak serius, bahkan merugikan keberlangsungan usaha.

Harga produk bukan sekadar angka, tetapi juga mencerminkan tujuan dan positioning bisnis di mata pasar.

Secara tidak langsung, strategi harga memengaruhi persepsi konsumen terhadap nilai dan kualitas sebuah produk.

Di antara berbagai strategi penetapan harga yang ada, price skimming menjadi salah satu pendekatan yang cukup penting.

Strategi ini bahkan dapat saling melengkapi dengan strategi harga lainnya jika diterapkan secara tepat.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan strategi penetapan harga price skimming? Mari kita bahas lebih lanjut secara mendalam dalam artikel ini!

Apa itu price skimming?

Price skimming adalah strategi penetapan harga di mana bisnis cenderung menaikkan harga awal produk ke tingkat yang jauh lebih tinggi dan perlahan-lahan menurunkannya seiring berjalannya waktu.

Sederhananya, bisnis menetapkan harga tertinggi saat awal peluncuran produk di pasar, lalu menurunkan harga seiring waktu.

Price skimming digunakan oleh bisnis jika mereka memenuhi salah satu atau semua situasi berikut:

  • Bisnis sudah memiliki merek dan basis pengguna yang mapan
  • Produk/layanan baru atau revolusioner di pasar
  • Tidak ada pesaing yang berarti
  • Jumlah calon konsumen yang tinggi untuk produk tersebut

Penetapan harga skimming cocok untuk industri tertentu seperti perusahaan teknologi yang biasanya cocok untuk menggunakan strategi penetapan harga price skimming.

Hal ini karena produk yang baru diluncurkan biasanya tidak memiliki persaingan atau mereknya sudah mapan di benak para penggunanya, sehingga hal tersebut dapat menjamin banyak pembeli potensial untuk itu.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga: Cara, Metode, Dan Fungsinya

Bagaimana cara kerja price skimming?

Strategi price skimming bekerja dengan menyasar segmen pelanggan yang memiliki pola pikir “harus dimiliki”.

Kelompok ini umumnya memiliki daya beli tinggi dan keinginan kuat untuk segera mendapatkan versi terbaru dari suatu produk atau layanan begitu diluncurkan ke pasar.

Sederhananya, price skimming memanfaatkan antusiasme pelanggan yang tidak ingin ketinggalan tren dan bersedia membayar lebih mahal demi menjadi yang pertama memilikinya.

price skimming-gambar

Sumber gambar

Pada dasarnya, strategi penetapan harga ini dimulai dari harga tinggi, lalu secara bertahap diturunkan seiring waktu.

Tujuan utamanya adalah menangkap surplus konsumen sebesar mungkin, yaitu dengan menetapkan harga setinggi yang masih dapat diterima pasar tanpa merusak citra merek atau reputasi perusahaan.

Baca juga: Pengertian Harga Jual dan 7 Strategi Ampuh Mengoptimalkannya

Kelebihan penetapan harga price skimming

1. Mendapatkan BEP lebih cepat

Harga awal yang tinggi membantu bisnis lebih cepat menutup biaya riset, pengembangan, serta biaya pemasaran.

Dengan begitu, titik impas (break even point) bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat.

2. Segmentasi yang tepat

Price skimming secara alami membagi pasar menjadi beberapa segmen, seperti early adopter, pelanggan loyal, dan konsumen umum.

Hal ini memudahkan bisnis dalam mengelola stok sekaligus menguji respons pasar terhadap produk baru.

3. Margin keuntungan lebih tinggi

Menjual produk di harga maksimal pada fase awal memungkinkan perusahaan memperoleh margin yang lebih besar.

Setelah itu, harga dapat diturunkan secara bertahap untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

4. Pengujian produk lebih cepat

Early adopter dan penggemar berat biasanya bersedia membeli di harga tinggi dan memberikan masukan.

Hal ini membantu bisnis mendapatkan feedback nyata untuk menyempurnakan produk ke depannya.

5. Menciptakan buzz dan citra premium

Harga tinggi sering menarik perhatian media dan konsumen, sehingga memicu hype.

Jika diterapkan dengan tepat, strategi ini juga memperkuat persepsi produk sebagai barang eksklusif atau premium.

6. Fleksibilitas penetapan harga

Price skimming memberi ruang bagi bisnis untuk menyesuaikan harga berdasarkan kondisi pasar, respons pelanggan, dan tingkat persaingan.

Baca juga: Diskriminasi Harga: Pengertian, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kekurangan penetapan harga price skimming

1. Efektif dalam jangka pendek

Keuntungan tinggi biasanya hanya terjadi di awal. Seiring munculnya pesaing, harga sulit dipertahankan dan potensi penurunan penjualan bisa terjadi jika nilai produk tidak lagi sebanding.

2. Membutuhkan perencanaan yang matang

Strategi ini tidak bisa diterapkan sembarangan. Tanpa riset pasar dan pemahaman perilaku konsumen yang baik, price skimming justru dapat merusak citra merek.

3. Tidak cocok untuk semua produk

Price skimming paling efektif untuk produk dengan permintaan yang tidak sensitif terhadap harga.

Jika permintaan mudah berubah karena harga, strategi ini akan sulit dijalankan.

4. Rentan terhadap persaingan

Jika pasar memiliki banyak pesaing, penurunan harga dari kompetitor dapat membuat strategi price skimming kurang efektif dan menekan penjualan.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Jual Paling Mudah, Pasti Untung!

Contoh price skimming

Untuk memahami penerapan strategi ini secara lebih jelas, mari kita bahas beberapa contoh price skimming berikut:

Contoh price skimming iPhone

Apple dikenal konsisten menerapkan strategi price skimming, khususnya pada lini produk iPhone.

Setiap kali Apple merilis model iPhone terbaru, produk tersebut selalu diperkenalkan dengan harga yang relatif tinggi, bahkan sering kali lebih mahal dibandingkan smartphone dari merek pesaing.

Harga premium ini menyasar konsumen yang ingin selalu menggunakan teknologi terbaru dan tidak keberatan membayar lebih.

Sementara itu, model iPhone generasi sebelumnya biasanya mengalami penurunan harga setelah versi terbaru dirilis, karena tidak lagi dianggap sebagai teknologi paling mutakhir.

Apple mampu menjalankan strategi ini karena beberapa alasan:

  • Selalu ada segmen konsumen yang ingin menjadi pengguna pertama teknologi terbaru.
  • Harga tinggi tidak merusak citra merek, justru memperkuat kesan eksklusif.
  • Strategi ini membantu Apple mempertahankan posisinya sebagai merek premium dan mewah.

Contoh price skimming PS Sony

Selain Apple, Sony juga menerapkan strategi price skimming, terutama pada produk konsol game. Salah satu contoh klasiknya adalah PlayStation 3 (PS3).

Saat pertama kali diluncurkan, PS3 dibanderol dengan harga sekitar $599.

Harga ini terbilang tinggi karena pada saat itu Sony hampir tidak memiliki pesaing sebanding, serta didukung oleh kesuksesan besar PlayStation 2 di generasi sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya persaingan, harga PS3 secara bertahap diturunkan hingga akhirnya mencapai sekitar $299 menjelang akhir masa produksinya.

Penurunan harga ini memungkinkan Sony menjangkau segmen pasar yang lebih luas setelah berhasil memaksimalkan keuntungan dari pembeli awal.

Contoh price skimming lini smartphone Samsung

Samsung juga kerap menerapkan strategi price skimming pada seri flagship Samsung Galaxy S dan Galaxy Z (Fold & Flip).

Saat pertama kali diluncurkan, perangkat ini hadir dengan harga yang cukup tinggi karena membawa inovasi terbaru, seperti layar lipat, kamera canggih, dan teknologi prosesor terkini.

Beberapa bulan setelah peluncuran, harga perangkat tersebut biasanya mulai turun, baik melalui potongan resmi maupun promo dari distributor.

Strategi ini memungkinkan Samsung memaksimalkan keuntungan dari konsumen early adopter, lalu memperluas pasar ke segmen yang lebih sensitif terhadap harga.

Contoh price skimming industri mobil

Di luar industri elektronik konsumen, Tesla juga menerapkan strategi price skimming pada kendaraan listriknya.

Model-model terbaru Tesla umumnya diluncurkan dengan harga tinggi, menyasar konsumen yang ingin teknologi kendaraan listrik paling mutakhir.

Seiring peningkatan kapasitas produksi dan adopsi pasar yang lebih luas, harga beberapa model Tesla kemudian diturunkan untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih besar.

Baca juga: Pengertian Price to Sales Ratio dan Cara Mudah Menghitungnya

Kesimpulan

Price skimming adalah strategi penetapan harga yang relatif mudah dipahami, tetapi cukup berisiko jika diterapkan tanpa perhitungan matang.

Dibutuhkan riset pasar dan analisis yang kuat agar strategi ini berjalan efektif. Jika tidak diterapkan secara halus, price skimming justru bisa merusak persepsi pasar.

Strategi ini juga tidak cocok untuk semua industri. Pada sektor B2B atau bisnis berbasis kontrak, price skimming umumnya kurang memberikan manfaat. Sebaliknya, strategi ini terbukti efektif di industri seperti teknologi, otomotif, dan fashion.

Selain memilih strategi harga yang tepat, pemilik bisnis juga perlu memahami total biaya produksi, mulai dari pemasaran, distribusi, hingga biaya operasional lainnya. Tanpa pencatatan yang rapi, penetapan harga bisa menjadi tidak akurat.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan software akuntansi Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang telah digunakan oleh lebih dari ratusan ribu bisnis di Indonesia, dengan fitur lengkap seperti pencatatan keuangan, pengelolaan stok dan aset, perpajakan, hingga pembuatan faktur otomatis.

Jika tertarik, Anda dapat mencoba Accurate Online gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini!

ekonomi-keuanganfooter-copy

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi
artikel-sidebar

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait