Risiko Keuangan: Pengertian dan Cara Mengelolanya

Pada dasarnya, risiko keuangan adalah bentuk kerugian atau kehilangan uang atau barang berharga lainnya milik perusahaan. Hal ini sangat berhubungan dengan manajemen bisnis, yang mana didalamnya terdapat proses yang disebut dengan perkiraan atau forecasting atas adanya pengambilan keputusan yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang.

Dalam proses pengambilan keputusan tersebut, tentunya terdapat yang hal sifatnya mampu merugikan keuangan bisnis Anda, hal tersebut dikenal dengan risiko keuangan.

Nah dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan lebih dalam tentang risiko keuangan dan cara mengelolanya.

Pengertian Risiko Keuangan

Risiko keuangan atau yang dikenal dengan financial risk adalah berbagai bentuk keputusan yang berhubungan dengan keuangan yang bisa menyebabkan kerugian.

Risiko keuangan akan sangat berhubungan dengan keuangan, seperti dampak transaksi di dalam neraca keuangan, kewajiban kontrak kerja, tanggal jatuh tempo pembayaran utang, risiko likuiditas perusahaan, dan berbagai hal lain yang mampu mengurangi fleksibilitas perusahaan.

Identifikasi dari pengelolaan risiko ini disebut dengan manajemen risiko, yang mana tidak hanya identifikasi saja, melainkan analisa respon risiko secara konsisten, formal dan juga komprehensif, sehingga akan tercipta manfaat yang bisa diraih.

Baca juga: Asset Turnover Ratio: Pengertian, Rumus, dan Manfaat dari Perhitungannya

Langkah dalam Melakukan Manajemen Risiko Keuangan

Adapun berbagai langkah yang bisa dilakukan dalam melakukan manajemen risiko agar risiko keuangan bisa dikelola secara baik adalah sebagai berikut:

1. Mulailah dengan Identifikasi Risiko

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui dan memahami agar bisa menemukan berbagai risiko yang mungkin akan timbul di dalam bisnis Anda.

Anda juga bisa mengetahui gambaran prediksi yang bisa terjadi di masa depan, sehingga proses pengambilan keputusan bisa dilakukan secara cepat dan terarah. Metode dalam mengidentifikasi risiko ini mencakup:

  • Menentukan unit risiko perusahaan
  • Mengetahui proses yang terjadi di dalam bisnis
  • Menentukan barang dan individu yang terlibat di dalam kegiatan tersebut
  • Menentukan kerugian apa saja yang bisa terjadi
  • Menentukan penyebab terjadinya risiko keuangan
  • Dan membuat daftar risiko

2. Membuat Indikator Penilaian dari Setiap Risiko

Anda bisa membuat penilaian indikator tingkat kerugian yang akan terjadi dan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Dalam hal ini, diperlukan tingkat ketelitian yang mendalam untuk memberikan penilaian dari setiap risiko yang sudah diidentifikasi dan pengetahuan yang mendalam pada penilai, sehingga tujuan bisa tercapai dengan baik.

3. Tanggapan Risiko Keuangan

Anda akan diminta untuk bisa memilih dan juga menerapkan berbagai langkah yang tepat dalam mengelola risiko karena suatu tantangan yang besar untuk pebisnis dalam menentukan keputusan strategi yang akan dilakukan dengan berdasarkan respon yang sudah diidentifikasi.

Nah, respon dari risiko tersebut adalah sebagai berikut:

  • Risk Avoidance, mengambil tindakan agar bisa menghentikan kegiatan yang bisa menimbulkan risiko
  • Risk Reduction, mengambil tindakan agar bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko
  • Risk Sharing, mengambil tindakan untuk bisa membagikan beberapa risiko yang ada
  • Risk Acceptance, memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun demi menanggulangi risiko dan menerima risiko tersebut.

4. Buatlah Tabel Rencana Manajemen Risiko

Membuat tabel rencana manajemen risiko akan membantu Anda dalam mengatasi risiko yang terjadi dan juga memberikan gambaran risiko yang nantinya mungkin terjadi. Anda harus meminta respon dan izin dari pimpinan perusahaan terlebih dulu dalam membuat tabel manajemen risiko.

Berikut ini adalah contoh tabel manajemen risiko yang bisa Anda tiru:

manajemen risiko

5. Action Implementation

Dalam proses pelaksanaannya, Anda harus konsisten dalam melakukan metode yang sudah disepakati dan direncanakan sedari awal, sehingga bisa menekan risiko kerugian.

Terlebih lagi terkait pelaksanaannya akan sangat mungkin terjadi kesalahan fatal jika Anda tidak mengerti dan paham dari maksud tujuan dari dilakukannya manajemen risiko. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang sangat mendalam sebelum dilakukannya manajemen risiko.

6. Monitoring, Evaluate dan Review

Monitoring, evaluate dan review adalah langkah akhir dalam melakukan manajemen risiko, sehingga diperlukan sistematik secara struktural dari awal sisi perencanaan, evaluasi, dan memberikan catatan dari risiko yang sudah dicermati.

Bila memang terjadi perubahan rencana manajemen risiko yang sudah dibuat dan direncanakan, maka harus segera dibuat penggantinya secara langsung. Untuk itu, diperlukan perubahan rencana agar bisa mengurangi atau menanggulangi risiko yang nanti mungkin terjadi.

Baca juga: NPL: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Masalah yang Bisa Ditimbulkan

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang risiko keuangan, lengkap dengan pengertian dan cara mengelolanya agar Anda bisa terhindar dari risiko keuangan.

Selain dengan menggunakan cara yang sudah kami jelaskan di atas, Anda juga bisa menerapkan digitalisasi di dalam bisnis Anda, seperti dengan menggunakan sistem POS atau aplikasi kasir digital dari Accurate POS.

Dengan menggunakan Accurate POS, maka proses transaksi di konter kasir akan terjadi lebih cepat dan akan dicatat secara otomatis dan akurat. Anda pun bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara mudah, sehingga bisa semakin menekan risiko keuangan yang mungkin terjadi di konter kasir.

Selain itu, Accurate POS juga akan membantu Anda dalam mengelola pelanggan dan karyawan, mengelola persediaan, membuat program diskon atau potongan harga, dan mengelola cabang toko.

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate POS secara gratis selama 30 hari melalui banner di bawah ini.