Pengertian Manajemen Risiko, Komponen, Jenis, dan Tujuan Utamanya dalam Bisnis

oleh | Nov 1, 2023

source envato.

Pengertian Manajemen Risiko, Komponen, Jenis, dan Tujuan Utamanya dalam Bisnis

Pengertian manajemen risiko adalah satu teori yang harus diterapkan di dalam membangun bisnis atau usaha. Karena tanpa manajemen yang baik, pengusaha tidak bisa mendeteksi hal-hal buruk yang bisa menimpa perusahaan. Ironisnya perusahaan bisa mengalami penurunan atau kolaps tanpa bisa diketahui apa penyebabnya.

Maka dari itu pengelolaan risiko adalah hal penting selain manajemen pemasaran dan manajemen bisnis selainnya. Sayangnya masih belum banyak yang mengetahui tentang teori manajemen ini. Termasuk pengetahuan terkait pengertian, komponen, jenis dan tujuan manajemen risiko dalam bisnis.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari bersama tentang pengertian manajemen risiko, komponen, jenis, dan tujuannya dalam bisnis.

Pengertian Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Berdasarkan laman Wikipedia, pengertian manajemen risiko adalah proses identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko yang mungkin mempengaruhi pencapaian tujuan suatu organisasi atau individu. Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah atau ancaman, mengevaluasi dampaknya, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi atau mengelola risiko tersebut.

Bisa dibilang juga jenis manajemen ini adalah satu metode untuk mencegah perusahaan mengalami masalah. Seperti kolaps, kerugian yang besar, gulung tikar, dijauhi klien dan semacamnya. Tentu strategi sistematis ini perlu dijalankan terutama untuk pebisnis pemula.

Baca juga: Manajemen Konflik, Tipe, Strategi, dan Fungsinya dalam Bisnis

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Ahli

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Ahli

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Selain pengertian manajemen risiko di atas, ternyata para ahli juga banyak yang mentafsirkan pengertian manajemen risiko secara redaksional. Ini dia beberapa di antaranya:

  • Fahmi (2010)

Menurut Fahmi, pengertian manajemen risiko adalah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang tindakan-tindakan organisasi dalam mengatasi masalah berbasis manajemen yang sistematis dan menyeluruh.

  • Djojo Soedarso (2003)

Djojo Soedarso memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, pengertian manajemen risiko adalah penerapan fungsi manajemen secara umum untuk memetakan masalah dan solusinya yang terjadi di dalam sebuah organisasi perusahaan maupun keluarga dan masyarakat.

  • Tampubulon (2004)

Sedangkan menurut Tampubulon, pengertian manajemen risiko adalah satu proses yang dilakukan untuk mengakomodasi segala kemungkinan buruk dari sebuah transaksi bisnis.

  • Darmawi (2014)

Menurut Darmawi, pengertian manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

  • Bramantyo (2008)

Bramantyo berpendapat bahwa pengertian manajemen risiko adalah proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan resiko.

  • Noshworthy (2000)

Pengertian manajemen risiko Menurut Noshworthy adalah Implementation of measures aimed at reducin the like lihood of those threats occuring and minimissing any damage if they do; Risk analysis and risk control form the basis of risk management where risk control is the application of suitable controls to gain a balance between security, usability and cost.

  • Djohanputro (2008)

Menurut Djohanputro, pengertian manajemen risiko adalah proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko, dan memonitor dan mengendalikan penanganan risiko.

  • Siagian dan Sekarsari (2001)

Pengertian manajemen risiko Menurut Siagian dan Sekarsari adalah pengelolaan risiko luas tidak hanya terfokus pada pembelian asuransi tapi juga harus mengelola keseluruhan risiko-risiko organisasi.

  • Siahaan (2007)

Pengertian manajemen risiko Menurut Siahaan adalah perbuatan (praktik) dengan manajemen risiko, menggunakan metode dan peralatan untuk mengelola risiko sebuah proyek.

  • Smith (1990)

Menurut Smith, pengertian manajemen risiko adalah proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut.

Dari beberpa pengertian manajemen risiko berdasarkan para ahli diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengertian manajemen risiko adalah seuatu proses yang tersetruktur dan sistematis dalam mengindentifikasi, memahami dan mengembangkan alternatif penanganan segala risiko yang dilakukan oleh pelaku bisnis.

Jenis manajemen ini adalah satu strategi bagus untuk membuat perusahaan tetap berkembang. Sekalipun berbagai macam risiko dan hal buruk siap menimpanya.

Baca juga: Manajemen Bisnis : Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Perencanaannya

Komponen Manajemen Risiko

Komponen Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Manajemen risiko memiliki komponen-komponen tertentu yang membedakannya dengan manajemen bisnis lain. Instrumen inilah yang harus ada di dalam manajemen baru proses pelaksanaannya bisa dilakukan dengan maksimal. Ini dia komponen yang dimaksud:

1. Lingkungan Internal

Lingkungan internal maksudnya adalah segala risiko yang kemungkinan terjadi di dalam internal perusahaan. Di dalam komponen ini, tidak ada deteksi terhadap risiko yang terjadi antara perusahaan dengan faktor luar seperti pelanggan, klien dan semacamnya. Sekalipun kadang efek risiko internal ini juga berimbas pada hal tersebut.

Komponen lingkungan internal dalam manajemen risiko terkait dengan kedisiplinan karyawan, etika bekerja, Kompetensi pegawai, tingkat kesejahteraan bawahan dan selainnya. Ini perlu juga dilakukan deteksi manajemen untuk mencegah munculnya risiko dari kriteria tersebut.

2. Penentuan Sasaran

Penentuan sasaran maksudnya adalah pihak perusahaan harus memasukkan sasaran risiko yang jelas yang akan coba diselesaikan melalui sistem manajemen. Di dalamnya biasanya tercakup dua hal yaitu risiko yang muncul dari statemen visi dan misi usaha serta sasaran risiko yang datang dari kegiatan teknis atau operasional.

Tidak dimungkiri setiap perusahaan pasti memiliki visi dan misi usaha. Namun terkadang apa yang diidamkan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Nah dengan adanya komponen ini, bisa dijelaskan apa penyebab masalah tersebut dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Begitu juga yang terkait dengan kegiatan teknis atau operasional. Tidak bisa dibantah kalau visi dan misinya bagus,  tetapi ketika sudah dilaksanakan malah menjadi buruk. Hal ini bisa terkait dengan kompetensi pekerja atau kepatuhan pada planning yang masih kurang.

3. Identifikasi Peristiwa

Komponen manajemen risiko yang ketiga adalah identifikasi peristiwa. Maksudnya adalah tidak disebutkan manajemen risiko jika pihak perusahaan tidak memiliki data detail hasil identifikasi peristiwa. Seharusnya ini memang sudah didapatkan sebelum usaha mulai dijalankan.

Untuk komponen ini boleh tidak meng-akomodir semua risiko. Tetapi minimal kegiatan yang potensial saja dengan berbagai pertimbangan masalah yang muncul jauh lebih besar. Sekalipun demikian, tidak semua peristiwa bisnis teridentifikasi merugikan. Oleh sebab itu, silakan dipilah mana peristiwa yang bernilai positif mana yang negatif.

4. Penilaian Risiko

Memungkinkan sebuah organisasi perusahaan ataupun bisnis untuk menilai sebuah kejadian atau keadaan dan kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan atau bisnis tersebut.Manajemen perlu melakukan analisis mengenai dampak yang mungkin terjadi akibat resiko dengan 2 perspektif, yaitu : Likelihood (kecenderungan/ peluang) dan Impact/consequence (besaran dari realisasi risiko).

5. Tanggapan Risiko

Selain melakukan penilaian terhadap risiko, juga menentukan tanggapan atau respon terhadap risiko tersebut. Respon dari manajemen tergantung risiko apa yang dihadapi. Respon atau tanggapan tersebut bisa dalam bentuk :

  • Menghindari risiko (avoidance)
  • Mengurangi risiko (reduction)
  • Memindahkan risiko (sharing)
  • Menerima risiko (acceptance)

6. Aktivitas Pengendalian

Setelah diberikan tanggapan, selajutnya yaitu penyusunan prosedur dan kebijakan yang membantu memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih memadai dan terlaksana dengan baik. Aktivitas pengendalaian risiko ini antara lain :

  • Pembuatan kebijakan dan prosedur
  • Delegasi wewenang
  • Pengamanan kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi

7. Informasi dan komunikasi

Aktivitas ini berfous pada identifikasi informasi dan menyampaikannya kepada pihak terkait melalui media komunikasi. Informasi yang relevan diidentifikasi, diperoleh, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang tepat agar personil dapat melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

8. Pemantauan (Monitoring)

Monitoring adalah komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan dilakukan secara terus menerus untuk memastikan setiap komponen lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring adalah pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

Baca juga: Apa Itu Manajemen? Berikut Pengertian, Fungsi, Unsur, Gaya, Jenis, Dan Karakteristiknya

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Selain memiliki komponen-komponen khusus,pengelolaan risiko juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Di antaranya adalah:

1. Manajemen Risiko Operasional

Manajemen Risiko operasional adalah manajemen risiko yang disasarkan pada terjadinya permasalahan-permasalahan usaha yang muncul akibat faktor internal. Seperti kinerja pegawai yang rendah, sumber daya yang kurang berkualitas, terjadinya bencana, modal tidak sehat dan selainnya.

Pada umumnya cakupan sasaran untuk manajemen risiko jenis ini adalah faktor manusia, sistem, proses serta permasalahan eksternal tetapi yang tidak terkait dengan pelanggan melainkan muncul dengan sendirinya seperti musibah. Ini yang menjadi bidang penyelesaian untuk manajemen risiko operasional.

2. Manajemen Hazard

Manajemen Hazard adalah jenis manajemen risiko yang fokusnya pada masalah yang potensial membuat perusahaan gulung tikar. Biasanya problem usaha yang dideteksi adalah masalah-masalah yang besar dan berbahaya.

Ada tiga unsur yang diprioritaskan di dalam manajemen jenis ini. Yaitu masalah hukum, bahaya fisik serta penurunan moral. Ketiga hal inilah yang harus diantisipasi jika kemungkinan muncul bahaya potensial di sana.

3. Manajemen Resiko Strategis

Manajemen ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Resiko yang biasanya muncul adalah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti resiko operasi, resiko asset impairment, resiko kompetitif atau bahkan resiko frenchise (bila ada). Dalam majemen ini ada beberapa hal yang dapat anda lalukan di majaemen risiko strategis ini.  Anda bisa membuat beberapa daftar berikut ini:

  • Daftar resiko
  • Penilaian resiko tersebut sesuai dengan kecenderungannya dan juga dampaknya
  • Penilaian pada kondisi saat ini yang sedang terjadi
  • Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar muncul

4. Manajemen Risiko Finansial

Sesuai dengan namanya tentu sudah dipahami kalau manajemen risiko finansial adalah manajemen yang fokusnya pada keuangan perusahaan. Deteksinya diarahkan bagaimana sebisa mungkin agar perusahaan tidak kolaps hanya karena dana, modal, laba dan selainnya.

Dengan adanya manajemen ini, tentu pihak perusahaan akan memberikan perlindungan terhadap segala aset perusahaan. Tujuannya tidak lain supaya keuangan tetap sehat sehingga bisa dikontribusikan untuk perkembangan usaha ke depan.

Baca juga: Pengertian Manajemen Operasional, Tujuan, Ciri Dan Fungsinya pada Bisnis

Tujuan Manajemen Risiko Dalam Bisnis

Tujuan Manajemen Risiko Dalam Bisnis

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Manajemen Risiko dijalankan semata untuk tujuan-tujuan tertentu. Luar biasanya tujuan-tujuan ini berpotensi merusak perusahaan jika tidak segera dicapai. Ini dia tujuan-tujuan yang dimaksud: Untuk Melindungi Perusahaan

Tujuan yang pertama adalah untuk melindungi perusahaan dari risiko bisnis yang berbahaya. Sehinga badan usaha tetap berdiri sekalipun diterpa berbagai macam masalah dan hal yang negatif. Melindungi perusahaan dengan manajemen risiko lebih berhasil dibandingkan yang tidak. Karena sebelum terjadi masalah, jenis problemnya sudah terdeteksi lebih dahulu.

1. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja

Dengan adanya manajemen risiko tentu solusi atas masalah perusahaan bisa ditemukan. Nah, untuk aktualisasinya tinggal dibuat saja kerangka kerja yang sesuai dengan solusi tersebut. Ini alasan mengapa manajemen kerja bisa membantu pembuatan kerangka kerja. Dengan alasan ini pula kebijakan yang menyertainya juga bisa diputuskan dengan segera.

2. Sebagai Peringatan Kewaspadaan

Dengan dilakukannya manajemen risiko tentu segala hal buruk yang bakal muncul akan terdeteksi. Maka dari itu, ini bisa dijadikan bahan untuk tetap waspada dan hati-hati dalam mengelolanya. Bisa dibayangkan jika tidak ada manajemen risiko, tentu hal buruk akan terjadi begitu saja. Karena tidak ada kehati-hatian dalam bekerja dan semua karyawan bekerja tanpa memperhitungkan risiko yang ada di dalamnya.

3. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Membantu meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan informasi tingkat risiko yang disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga berguna dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.

4. Sosialisasi Manajemen Risiko

Membangun kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang risiko dan pentingnya risk management.

5. Mendorong Manajemen Agar Proaktif

Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

Itulah penjelasan lengkap tentang manajemen risiko. Sekadar saran silakan pelajari bab ini jika Anda ingin membuka usaha dalam bentuk perusahaan. Dijamin Anda lebih siap tanding dibandingkan yang tidak menjalankannya.

Baca juga: Manajemen Strategis: Pengertian, Tujuan, Proses, Fungsi, dan Manfaatnya Dalam Bisnis

Kesimpulan

Setelah Anda mengetahui pengertian manajemen risiko secara mendalam, sekarang waktunya Anda mengaplikasikannya. Pengelolaan risiko pada suatu usaha adalah suatu keharusan, terutama di zaman sekaran disaat semua berubah dengan cepat. Jika Anda tidak bisa mengelola risiko dengan benar, bisa dipastikan bahwa bisnis Anda dalam bahaya.

Menjadi adaptif terhadap perubahan juga merupakan salah satu solusi terhadap perubahan yang terjadi, dan ini yang akan membedakan Anda, apakah perubahan berdampak negatif atau postif pada bisnis Anda.

Pada pembukuan misalnya, saat dulu pembukuan dilakukan secara manual yang memakan waktu dan rentan terjadi kesalahan, pada saat ini sudah sangat banyak software akuntansi yang mudah digunakan dan praktis seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja yang bisa memberikan Anda informasi keuangan secara real time secara faktual. Dengan Accurate Online, Anda bisa dengan mudah mencatat seluruh transaksi dengan mudah, membuat laporan keuangan secara instan, dan masih banyak lagi fitur yang berguna yang akan memudahkan bisnis Anda.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakannya secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini:

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait