Risiko Spekulatif yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi

Di dalam dunia investasi, terdapat istilah yang dikenal dengan risiko investasi. Nah, risiko investasi pun terbagi menjadi dua, yakni risiko spekulatif dan risiko murni. Tentunya kedua risiko ini memiliki perbedaan.

Lalu, apa itu risiko spekulatif? Apa bedanya risiko spekulatif dan risiko murni? Dapatkan jawaban dan informasi menarik dari keduanya dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Risiko

Pada dasarnya, risiko adalah suatu ketidakpastian yang memungkinkan timbulnya kerugian. Selain itu, risiko juga bisa kita artikan sebagai adanya penyimpangan dari suatu hasil yang diperoleh atas hasil yang diharapkan.

Itu artinya, pengertian risiko pada kegiatan bisnis ataupun investasi adalah ketika pihak yang terlibat tidak memperoleh hasil yang sesuai dengan target sebelumnya. Selain itu, kemungkinan akan ada juga kendala yang cukup merugikan dalam periode waktu tertentu.

Umumnya, risiko ini bisa disebabkan karena tiga faktor, yakni ketidakpastian karena adanya perilaku manusia, ketidakpastian kondisi ekonomi, dan ketidakpastian akan kondisi alam yang terus berubah.

Baca juga: Rekomendasi Tepat Investasi untuk Pemula dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Pengertian Risiko Murni dan Risiko Spekulatif

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, risiko terbagi menjadi dua jenis, yaitu risiko spekulatif dan risiko murni. Berikut ini adalah penjelasan dari kedua risiko tersebut:

1. Risiko Murni

Risiko murni atau pure risk adalah suatu jenis risiko yang memang tidak bisa dikendalikan, yang mana jika risiko tersebut terjadi, maka akan bisa menyebabkan kerugian untuk pihak yang bersangkutan. Sebaliknya, bila tidak terjadi maka tidak akan menyebabkan kerugian. Di dalamnya tidak terdapat kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sedikitpun.

2. Risiko Spekulatif

Berbanding terbalik dengan risiko murni, speculative risk atau yang banyak dikenal dengan risiko spekulatif adalah suatu jenis risiko yang terjadi dari adanya pengambilan dari suatu keputusan yang jika risiko tersebut terjadi, maka bisa menyebabkan kerugian. Tapi jika risiko tersebut terjadi, maka bisa menyebabkan keuntungan.

Nah, bila kita melihat penjelasan di atas, maka hampir semua kegiatan investasi mempunyai risiko spekulatif. Dalam kegiatan investasi dan juga trading, biasanya akan diterapkan konsep high risk high return, yang mana jumlah pengembalian akan cenderung sama dengan tingkat risikonya.

Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Risiko, dan Jenis-Jenisnya

Contoh Risiko Spekulatif dan Risiko Murni

Agar bisa memahami pengertian risiko murni dan risiko spekulatif secara mendalam, kami akan memberikan contoh sederhana nya di bawah ini untuk Anda.

1. Contoh Risiko Spekulatif

Contoh risiko spekulatif yang bisa ditemukan secara mudah adalah di dalam dunia trading.

Katakanlah Alina membeli saham perusahaan ABC dengan harga 50 ribu rupiah dengan harapan harga saham perusahaan tersebut bisa meningkat hingga 70 ribu rupiah. Tapi ternyata, harga saham dari perusahaan ABC anjlok hingga 40 ribu rupiah.

Nah, kondisi tersebut adalah salah satu contoh risiko spekulatif yang terjadi saat prediksi keuntungan dari seorang trader ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya terjadi.

Dalam kondisi yang lain, bisa juga harga saham dari perusahaan ABC meningkat hingga menyentuh angka 70 ribu rupiah, sehingga risiko dari Alina bisa dihindari dan Alina bisa mendapatkan keuntungan dari adanya selisih penjualan saham perusahaan tersebut.

2. Contoh Risiko Murni

Sama seperti namanya, risiko murni adalah berbagai hal yang berada di luar kendali manusia, contohnya seperti kecelakaan, bencana alam, pencurian, kebakaran, dan lain sebagainya.

Berbagai faktor tersebut bisa menyebabkan terjadinya risiko murni, karena perusahaan atau investor berpotensi kehilangan asetnya. Bahkan, mereka harus siap mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk proses pemulihan.

Contoh sederhananya, saat suatu rumah makan mengalami kebakaran, maka pemilik usaha tersebut tentu akan mengalami kerugian yang sangat besar. Karena, semua aset yang dimilikinya akan habis terbakar. Dari adanya kejadian tersebut, terdapat dua kemungkinan akibat yang muncul.

kemungkinan akibat yang pertama adalah rumah makan harus sementara ditutup untuk pemulihan dan perbaikan. Sedangkan kemungkinan akibat yang kedua adalah rumah makan harus ditutup secara permanen karena mengalami kebangkrutan.

Lain halnya dengan risiko spekulatif, biasanya risiko murni hanya menimbulkan kerugian untuk pihak yang menanggung resiko tanpa adanya kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan sedikit pun.

Baca juga: Aplikasi Investasi: Pengertian, Keuntungan dan Aplikasi Investasi yang Diawasi OJK

Perbedaan Risiko Spekulatif dan Risiko Murni

Agar bisa lebih memahami penjelasan di atas, berikut ini adalah perbedaan risiko spekulatif dan risiko murni:

1. Risiko Spekulatif

  • Ada kemungkinan untuk mendapatkan profit, mengalami kerugian, atau tidak mengalami keduanya.
  • Tidak bisa mengasuransikan aset, di dalamnya hanya bisa diminimalisir dengan cara melakukan diversifikasi atau derivatif.
  • Risiko bisa diambil secara sadar oleh investor atau pemilik bisnis demi mendapatkan keuntungan yang sudah ditargetkan.

2. Risiko Murni

  • Kemungkinan besar mengalami kerugian atau tidak mengalami kerugian ataupun keuntungan
  • Risiko bisa diasuransikan pada pihak tertentu
  • Risiko tidak bisa dikontrol

Baca juga: High Risk High Return: Ini Pengertiannya di Dalam Dunia Investasi

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang risiko spekulatif dan risiko murni, lengkap dengan contoh dan perbedaannya.

Nah, dalam melakukan kegiatan investasi ini, terdapat beberapa hal yang wajib untuk Anda perhatikan, salah satunya adalah mengelola keuangan.

Kegiatan mengelola keuangan ini harus dilakukan oleh individu, investor dan juga perusahaan. Nah, saat ini mengelola keuangan bisa dilakukan secara cepat dan mudah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan juga akurat.

Di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan fitur dan modul yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi bisnis Anda secara signifikan.

Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia