Sistem Ekonomi Campuran: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Setiap negara menganut sistem perekonomian yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan, kebijakan, dan badan yang terkait di dalalmnya. Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang pengertian sistem ekonomi campuran, lengkap beserta kelebihan dan kekurangan yang ada didalamnya.

Pengertian Ekonomi Campuran

Pada suatu badan ekonomi, di dalamnya terdapat suatu sistem pasar dari alokasi sumber daya dan perdagangan kebijakan pasar bebas jalan yang bersandingan dengan campur tangan pihak pemerintah. Implikasinya, sistem ekonomi campuran bisa timbul saat pemerintah melakukan intervensi mekanisme pasar bebas dengan menciptakan BUMN, peraturan, subsidi, pajak, dan tarif tertentu.

Pengertian sistem ekonomi campuran lainnya adalah suatu sustem yang mencampurkan karkateristik pasar, kebijakan dan ekonomi tradisional pada tempat tersebut. Sistem ekonomi ini pun memiliki beberapa karakteristik kebijakan ekonomi pada bidang tertentu yang dianggap strategis. Hal ini dilakukan agar pemerintah mampu melindungi rakyat serta mekanisme pasar di dalamnya.

Baca juga: Tinggalkan Mitos Tentang Keuangan ini Sekarang Juga!

Produksi Barang dalam Sistem Ekonomi Campuran

Negara yang menganut ekonomi campuran hampir dipastikan mampu memproduksi semua barang, termasuk kebutuhan makanan, tempat tinggal, atau barang lain yang hanya bisa ditemukan dalam masyarakat kapitalis, seperti mobil mewah yang mahal ataupun perhiasan yang sudah sangat langka.

Di dalamnya juga Anda bisa menemukan berbagai barang yang mungkin hanya bisa ditemukan pada sistem ekonomi sosialis, dimana ada beberapa hal yang memang digunakan hanya untuk kepentingan bersama.

Perbedaan Ekonomi Campuran dan Pasar Bebas

  • Pasar Bebas

Pasar bebas dapat diartikan bahwa terdapat sedikit atau bahkan tidak ada pengaruh pemerintah atas ekonomi atau bisnis milik swasta dan individu yang bergerak di dalamnya. Perusahaan atau instansi tersebut semata-mata bergerak hanya demi keuntungan pribadi, dan harga barang tersebut sudah ditentukan sepenuhnya oleh pihak penawar atau atas dasar permintaan pasar.

Dalam teorinya, tidak ada batas kemampuan bagi perusahaan untuk bisa mencampurkan atau membentuk ekonomi. Di pasar bebas, setiap individu memiliki kendali penuh atas ekonomi di dalamnya tanpa ada campur tangan pemerintah.

  • Sistem Ekonomi Campuran

Disisi lain, dalam sistem ekomoni campuran, pihak pemerintah memiliki peran yang sangat penting. Mereka akan membuat peraturan yang membatasi monopoli atau meminta bisnis untuk bisa melakukan persyaratan keselamatan tertentu terhadap pekerjanya.

Para pebisnis mungkin saja bergerak atas dasar keuntungan pribadinya, namun dalam sistem ekonomi campuran mereka diminta untuk melakukan bisnisnya dalam batasan yang sudah ditentukan dalam undang-undang yang berlaku pada negara tersebut.

Sejarah Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran, dalam sejarahnya diciptakan sebagai produk dari proyek uji coba karena adanya kesengsaraan ekonomi yang panjang, dan sistem ekonomi ini berkembang dari waktu ke waktu.

Contoh awal penegakannya adalah hukum jagung yang berlaku di Inggris pada tahun 1800-an yang di dalamnya mengatur ijin ekspor dan impor biji-bijian. Undang-undang tersebut dibuat untuk melindungi petani lokal terhadap pesaing asing.

Pada awal tahun 1900-an, banyak para ahli ekonomi dan pejabat pemerintah di berbagai negara maju barat mempercayai bahwa pasar bebas merupakan taruhan terbaik untuk bisa memperbaiki kehidupan sosial. Namun akibat adanya depresi hebat, seluruh pasar saham dan ekonomi di dunia runtuh, hal ini sekaligus mengungkap kelemahan atas prinsip-prinsip pasar bebas.

Di Amerika Serikat, “New Deal” dijadikan sebagai salah satu cara besar pemerintah dalam memengaruhi sistem perekonomian dan menyediakan berbagai jaring pengamanan sosial untuk masyarakat Amerika.

Setelahnya, sistem ekonomi campuran ini diterapkan di tempat-temap di mana pihak pemerintah mengendalikan ekonomi secara tradisional. Namun dalam beberapa dekade terakhir,  negara-negara komunis seperti Rusia dan Cina telah melakukan pendekatan yang di dalamnya mengadopsi berbagai prinsip yang nyatanya lebih kapitalis.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang Ekonomi Sirkular

Tujuan Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi campuran, pihak pemerintah selaku pihak pengendali dan pengawasan akan bekerjasama dengan berbagai pihak swasata untuk bisa menjalankan perekonomian, sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa campur tangan pemerintah dalam hal ini memiliki tujuan antara lain:

  • Pemerintah akan cenderung lebih melakukan pengendalian dan pengawasan atas tindakan ekonomi  bisnis warganya. Sehingga, sistem ekonomi ini mampu menghasilkan kestabilan ekonomi yang lebih terjamin, agar bisa lebih fokus dalam meningkatkan kesuksesan UKM.
  • Pemerintah akan memberikan jaminan sosial dan pemerataan pendapatan terhadap warganya. Hal ini dilakukan agar warganya mampu mendapatkan kestabilan ekonomi yang lebih rata.
  • Menghindari terjadinya monopoli, karena pemerintah akan melakukan pengawasan dan juga pengendalian terhadap penetapan harga, walaupun di dalamnya pihak pemerintah melakukan kajian terhadap mekanisme pasar.
  •  Memberikan kebebasan bagi tiap individu untuk lebih kreatif dalam berbisnis, sehingga nantinya akan banyak jenis bisnis dalam pasar bebas, namun tetap dalam kontrol pemerintah.
  • Pihak pemerintah berwenang dalam menciptakan peraturan dan kebijakan fiskal ataupun moneter di dalamnya demi sistem perkonomian bisa berjalan dengan lancar tanpa terjadi masalah ekomoni seperti pengangguran atau penyebab lain yang bisa mengakibatkan inflasi tinggi.

Walaupun sistem pengawasan dan pengendalian ekonomi ini dilakukan oleh pemerintah, namun berbagai kendala dalam pelaksanaannya tetap melibatkan pihak swasta juga, seperti dalam menentukan batasan maksimal tiap warga untuk melakukan kegiatan ekonomi serta sumber produksi yang dilakukan dan diawasi oleh pemerintah.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa sistem ekonomi campuran dibuat demi meningkatkan kemajuan sektor usaha kecil dan menengah, serta memberikan kebebasan pada warganya untuk bisa berbisnis demi mendapatkan profit atau keuntungan.

Ciri-ciri Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi yang sudah dianut oleh suatu negara biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pihak pemerintah dan pihak swasta dituntut untuk berperan aktif dan terus bekerjasama dalam menjalankan segala bentuk kegiatan ekonomi.
  • Pemerintah akan memberi kebebasan kepada pihak swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun tetap dengan memberi batasan dan intervensi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
  • Pemerintah akan melakukan perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang erat kaitannya dengan sistem perekonomian.
  • Persaingan di pasar tetap terjadi namun dalam batasan yang wajar dan bersih karena di dalamnya pemerintah ikut mengawasi dan melakukan intervensi.
  • Mekanisme pasar dapat menentukan berbagai jenis, jumlah barang yang diproduksi, dan harga jual barang tersebut.
  • Pemerintah berhak mengelola dan mengatur seluruh sumber daya penting yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak.
  • Pihak pemerintah dan swasta memiliki peranan yang sama dalam hal kegiatan perekonomian.

Baca juga: Pengertian Pajak Pribadi dan Cara Lapor Pajak Pribadi Secara Online

Kelebihan Ekomoni Campuran

  • Pendistribusian barang dan jasa akan di alokasikan ke tempat yang paling dibutuhkan. Sehingga, hal ini akan membuat harga memengaruhi tingkat penawaran dan permintaan pasar.
  • Mampu memberikan keuntungan kepada pihak produsen yang berhasil menciptakan efisiensi dalam bisnisnya. Hal ini juga berarti pelanggan mampu mendapatkan nilai atau pelayanan terbaik untuk setiap uang yang mereka keluarkan.
  • Mendorong terjadinya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih kreatif, murah dan efisien.
  • Mengalokasikan modal kepada setiap produsen yang paling inovatif dan efisien.
  • Mampu meminimalisir adanya kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan berbagai bidang-bidang seperti bidang pertahanan, teknologi dan kedirgantaraan. Peran pemerintah yang sangat besar ini memungkinkan tejadinya mobilisasi yang cepat ke daerah-daerah yang sudah diprioritaskan.
  • Perkembangan ekonomi dalam negeri akan cenderung bergerak lebih cepat karena adanya persaingan bebas yang selanjutnya akan menciptakan banyak variasi produk yang muncul di pasaran dengan detail produk yang beragam.

Kekurangan Ekomoni Campuran

  • Jika tingkat kebebasan yang terjadi dalam mekanisme pasar terlalu besar, hal tersebut bisa membuat produsen yang kurang kompetitif semakin tertinggal jauh tanpa adanya dukungan pemerintah.
  • Pihak pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta.
  • Perencanaan industri yang terpusat oleh pemerintah pun bisa menciptakan masalah. Misal, industi yang bergerak dibidang pertahanan akan memiliki sifat monopolistik atau oligarki dan disubsidi pemerintah. Hal tersebut akan meningkatkan utang negara dan memperlambat laju ekonomi dalam kurun waktu yang panjang.
  • Pihak swasta tidak mampu memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pihak pemerintah.
  • Walaupun pihak pemerintah berperan aktif dalam hal perekonomian, namun masalah ekonomi yang terjadi di dalamnya seperti inflasi, pengangguran dan lainnya tidak bisa dihindarkan.
  • Pertumbuhan laju ekonomi akan cenderung lebih lambat daripada sistem ekonomi liberal.
  • Pembatasan sumber produksi yang dimiliki oleh pemerintah serta pihak swasta akan susah untuk ditentukan.
  • Pemerataan pendapatan cukup sulit untuk direalisasikan di lapangan.

Baca juga: Sistem Ekonomi Kapitalis: Pengertian dan Perannya

Kesimpulan

Para pembuat kebijakan publik dalam sistem ekonomi campuran harus mampu menyeimbangkan perhatiannya terhadap kebebasan individu dalam berbisnis dengan kebutuhan masyarakat yang adil.

Proses penyeimbangan tersebut harus dilakukan dengan integritas dan hukum prosedural dengan partisipasi dari beragam segmen masyarakat, khususnya untuk para pemilik kepentingan yang secara aktif dan dinamis demi terwujudnya sistem ekonomi yang adil dan sesuai.

Oleh karenanya, keberhasilan dalam sistem ekonomi campuran ini tergantung pada integritas dukungan pihak pemerintah berserta segmen sosial terkait berbagai prinsip etika belas kasih, empati dan rasa hormat terhadap pihak individu dan minoritas.

Tanpa adanya dukungan seperti ini, maka sistem ekonomi campuran bisa bertransformasi menjadi sistem pemerintahan yang kohersif yang bisa dimanipulasi oleh berbagai pihak kepentingan yang telah mendominasi.

Namun, apapun sistem ekonomi yang diterapkan dalam negara, para pengusaha harus tetap mampu berjuang dalam mengatasi berabgai persoalan, baik itu persoalan internal maupun eksternal, seperti persoalan keuangan dan akuntansi perusahaan.

Dalam hal ini, pihak perusahaan harus aktif dalam mengatasi masalah tersebut dan lebih melek teknologi, seperti dengan menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi bisnis Anda secara lebih mudah dan cepat.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1