Apa itu Tenor Pinjaman? Apa Saja Jenis-jenisnya?

Pada dasarnya, tenor pinjaman adalah suatu istilah yang sering digunakan dalam pengajuan pinjaman dan sejenisnya. Secara umum, tenor bisa kita artikan sebagai durasi angsuran yang telah disepakati antara pihak peminjam dan pihak yang meminjam.

Tenor pinjaman ini memiliki hubungan yang erat dengan nominal bunga dan angsuran yang harus Anda bayar. Nah, pada kesempatan kali ini mari kita bahas secara singkat tentang tenor pinjaman.

Apa itu Tenor Pinjaman?

Tenor pinjaman adalah jangka waktu yang dipilih untuk mengangsur sampai lunasnya suatu pinjaman. Kurun waktu tenor pinjaman ini berbeda-beda, tergantung dari apa yang diajukan. Contohnya, seperti tenor pinjaman untuk angsuran rumah tentunya berbeda dengan angsuran sepeda motor.

Jangka waktu dari pinjaman ini akan sangat berdampak pada nominal cicilan yang harus dibayar dan bunga yang ditanggung. Semakin lama jangka waktu pinjamannya, maka akan semakin tinggi juga bunganya. Umumnya, seseorang akan memilih jangka waktu pinjaman yang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.

Bila waktu jangka waktu pinjaman ini sudah ditentukan, maka nominal angsuran yang harus dibayar pun bisa dihitung.

Baca juga: Beban Bunga: Jenis Perlakuan dan Cara Pencatatannya

Jenis Tenor Berdasarkan Tipe Kredit

Berdasarkan jenis pinjaman yang diajukan, tenor pinjaman ini terbagi menjadi sebagai berikut:

1. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah jenis kredit yang bisa Anda ambil bila Anda ingin membeli rumah melalui sistem cicilan. Dalam hal ini, Anda pun harus menanggung beban bunga KPR. Bunga KPR ini pun terbagi menjadi dua jenis suku bunga, yaitu suku bunga mengambang atau floating rate dan suku bunga tetap atau fixed rate.

Suku bunga mengambang memiliki nominal bunga yang selalu mengalami perubahan dan akan disesuaikan. Sedangkan suku bunga tetap tidak akan mengalami perubahan selama masa angsuran sampai dengan lunas.

Masa tenor dari pinjaman KPR ini umumnya berlangsung mulai dari 5 tahun sampai 20 tahun. Bunga dan uang muka yang harus ditanggung pun berbeda-beda, tergantung dari durasi pinjaman yang diinginkan. Semakin pendek jangka waktu pinjaman, maka akan semakin besar juga uang muka yang nantinya harus dibayar, namun bunganya pun akan semakin rendah.

Sebaliknya, bila jangka waktu pinjamannya panjang, maka uang muka akan semakin rendah, tapi suku bunganya akan semakin tinggi.

2. KTA (Kredit Tanpa Agunan)

Kredit Tanpa Agunan atau KTA adalah jenis tenor selanjutnya. Dewasa ini, KTA sudah sangat dikenal masyarakat karena memiliki persyaratan yang mudah dan tidak memerlukan jaminan.

Tenor KTA ini bisa berlangsung dari mulai 1 tahun sampai 5 tahun. Tapi, tenornya bisa lebih lama lagi, tergantung dari kebijakan debitur dan kesepakatan yang telah dijalin dengan kreditur.

3. Kredit Dengan Agunan

Lain halnya dengan KTA, jenis kredit ini mewajibkan debitur untuk memberikan agunan. Bentuk agunan yang bisa diserahkan adalah surat tanah, rumah, dan properti lainnya. Tenor pinjamannya pun sangat bervariasi, mulai dari 3 tahun sampai 5 tahun, dengan nominal bunga yang telah disesuaikan.

Baca juga: LTV adalah Rasio Pinjaman Terhadap Nilai, Seperti Apakah Perhitungannya?

Jenis Tenor Berdasarkan Lamanya Waktu Pinjaman

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kurun waktu dari jangka waktu ini bervariasi, tergantung dari kesepakatan yang telah dijalin antar kreditur dan debitur, serta dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Nah, berikut ini adalah jenis tenor berdasarkan durasi waktu peminjamannya.

1. Tenor Panjang

Tenor panjang adalah durasi waktu pinjaman yang memerlukan waktu bertahun-tahun, umumnya mulai dari 3 hingga 30 tahun. Biasanya, tenor ini diterapkan jika ada orang yang mengajukan angsuran barang dengan nilai yang cukup besar, seperti rumah, kendaraan mewah, atau bangunan lain.

Kelebihan dari tenor panjang ini adalah nilai cicilannya yang lebih rendah dan cenderung tidak membebani peminjam. Tapi, karena waktunya cukup lama, maka nilai bunganya pun akan cenderung lebih besar.

2. Tenor Pendek

Biasanya, tenor pendek ini berlangsung mulai dari 1 bulan hingga 3 tahun. Biasanya, tenor ini diberlakukan untuk angsuran barang yang tidak terlalu mahal, atau nilainya tidak terlalu besar. Beberapa barang yang tergolong tenor pinjaman pendek ini adalah furnitur, barang elektronik, dan lain sebagainya.

Baca juga: Apa Itu Bridge Loan? Apa Bedanya dengan Traditional Loan?

Manfaat Tenor Pinjaman

Kehadiran tenor pinjaman ini mampu memberikan manfaat untuk kredit maupun debitur. Nah, beberapa manfaat dari tenor pinjaman antara lain adalah sebagai berikut:

1. Meringankan Beban Cicilan

Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka cicilannya pun akan semakin kecil. Walaupun begitu, bunganya akan semakin besar. Untuk mereka yang memiliki penghasilan rendah, tenor ini mampu meringankan beban bulanannya.

2. Melindungi kreditur dan debitur

Pada proses kredit hingga berlangsungnya masa pinjaman, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Kesepakatan yang telah dijalin oleh debitur dan kreditur melalui tenor pinjaman ini mampu melindungi setiap pihak, sehingga tidak akan ada yang diragukan lagi hingga proses ansuran benar-benar selesai.

3. Membangun Skor Kredit Bagi Peminjam

Untuk beberapa orang, mereka menilai skor kredit sangatlah penting. Tujuannya adalah agar mereka lebih mudah dalam mengajukan pinjaman ataupun angsuran lain di masa depan nanti. Cicilan dengan tenor akan mampu membantu mereka dalam menciptakan kredit skor yang baik bila dibayar secara tepat waktu hingga angsuran selesai.

Baca juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Kredit yang Sudah Terdaftar dan Diawasi OJK

Faktor Penentu Tenor Pinjaman

Setiap orang memiliki jangka waktu pinjaman yang berbeda-beda, dan hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Nah, beberapa faktor yang bisa menentukan waktu tenor pinjaman adalah kendaraan, penghasilan, kepemilikan rumah atau aset lain, serta jumlah tanggungan dalam keluarga.

Baca juga: Ingin Pinjam Modal Usaha? Ini 10 Hal yang Harus Anda Perhatikan

Penutup

Demikianlah pembahasan dari kami tentang tenor pinjaman, lengkap dengan manfaat, jenis, dan faktor yang bisa menentukan lamanya tenor pinjaman. Jadi bila nanti Anda ingin mengajukan pinjaman, Anda bisa memilih jangka tenor yang sesuai dengan kemampuan dan konsekuensi yang harus Anda tanggung.

Nah dalam hal ini, pengelolaan keuangan yang baik akan sangat diperlukan agar bisa membayar angsuran secara tepat waktu dan tidak terkena sanksi denda yang berat. Untuk itu, Anda memerlukan suatu sistem yaitu, aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan sangat penting sekali untuk mengelola keuangan.

Selain itu, aplikasi ini juga akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang digudang, menyelesaikan proses administrasi pajak, dan lain sebagainya.

Masih ragu dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya terlebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia