Uang Elektronik di Indonesia dan Manfaatnya untuk Bisnis

Pada beberapa tahun terakhir ini, perkembangan alat pembayaran elektronik semakin beragam. Seluruh sistem pembayaran yang ada saat ini sudah terintegrasi dengan kehadiran uang elektronik di Indonesia. Kehadiran valuta asing dan uang kartal dalam bentuk fisik pun perlahan-lahan mulai tergantikan lewat kepraktisan penggunaan uang elektronik.

Manfaat yang paling terasa dengan adanya uang elektronik adanya tidak lagi harus menyiapkan uang tunai di dompet dan menjadi lebih paperless.

Pengertian Uang Elektronik

Secara sederhana, uang elektronik adalah suatu alat pembayaran pilihan dalam bentuk elektronik. Nominal uang yang ada di dalamnya juga tersedia dalam media elektronik.

Selain itu, uang elektronik adalah salah satu jenis kartu yang menggunakan chip sebagai suatu media penyimpanannya. Server akan digunakan sebagai media penyimpanan uang yang kegiatan transaksinya bisa dilakukan secara online.

Penggunaan terkait uang elektronik di Indonesia ini sudah dilindungi oleh dasar hukum yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, lebih tepatnya diatur di dalam Peraturan BI nomor 11/12/PBI/2009 terkait uang digital.

Berbagai jenis uang elektronik di Indonesia dibedakan berdasarkan identitas penggunanya. Uang digital yang identitas penggunanya terdaftar pada penerbit dikenal dengan uang elektronik registered. Bila data dari pengguna tidak terdaftar, maka uang elektroniknya disebut dengan uang elektronik unregistered.

Baca juga: Serba-Serbi Penggunaan Uang Kertas dan Uang Logam di Indonesia

Contoh Uang Elektronik yang Banyak Digunakan

Saat ini, pihak penyelenggara uang digital yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia telah mencapai 38 perusahaan. Dengan adanya lonjakan pengguna, kegiatan transaksi uang elektronik Bank Indonesia di bulan Juni 2019 tercatat mengalami peningkatan sebesar 242% daripada periode sebelumnya.

Dari sekian banyaknya penerbit uang elektronik di Indonesia, terdapat lima contoh yang banyak digunakan oleh masyarakat, yaitu:

1. Gopay

Gopay adalah uang elektronik di Indonesia besutan Gojek. Awalnya, uang ini ditujukan untuk layanan Gojek saja. Tapi saat ini, beragam merchant dan toko sudah bisa menerima pembayaran melalui Gopay.

Bahkan, Gopay mampu menawarkan berbagai promo yang menarik pada penggunanya, contohnya seperti cashback belanja online, diskon merchant offline hingga 50%, dan cashback top up Google Play dan juga Mobile Legend.

2. Ovo

Aplikasi ini sangat populer digunakan di berbagai merchant yang besar seperti Grab. Uang elektronik dalam bentuk server ini menawarkan banyak keuntungan tambahan lain selain untuk bertransaksi, yakni pemberian poin setelah berbelanja dalam bentuk Ovo points.

Jika Ovo points telah terkumpul, maka poinnya bisa digunakan untuk melakukan perbelanjaan tanpa mengurangi saldo Ovo Cash.

3. Link Aja

Pada dasarnya, Link Aja adalah produk Financial Technology yang dirilis oleh Telkomsel, yang mana mereka berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan pihak Pertamina.

Pada bulan Ramadhan lalu, Link Aja mengeluarkan fitur Link Aja Syariah. Fitur ini menghadirkan beberapa layanan, diantaranya adalah mengumpulkan dan menyalurkan zakat infaq, program pemberdayaan ekonomi dengan berbasis masjid, investasi dan asuransi berbasis Syariah, digitalisasi pesantren, serta pembayaran haji atau umroh.

4. Flazz BCA

Flazz BCA adalah salah satu bentuk uang elektronik di Indonesia dengan wujud kartu. Di dalamnya terdapat suatu chip yang digunakan untuk melakukan transaksi secara cepat tanpa perlu mengeluarkan uang tunai.

Kartu ini bisa digunakan oleh semua orang, bahkan oleh pengguna selain nasabah bank BCA. Biasanya, kartu ini dapat digunakan untuk membayar tiket MRT, tol, sampai berbelanja di minimarket.

5. E-money Mandiri

Bank Mandiri pun turut mengeluarkan uang digital dalam bentuk kartu untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran, seperti membayar e-Tol, SPBU, transjakarta, transaksi digital, tiket MRT, dan lain sebagainya.

E-money Mandiri ini bisa digunakan oleh nasabah ataupun bukan nasabah dari Bank Mandiri, cukup men-tap kartu E-money Mandiri saja.

Baca juga: Uang Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Mata Uang

Manfaat Uang Elektronik Bagi Bisnis

Manfaat uang paling terasa dari menggunakan uang elektronik di Indonesia untuk bisnis adalah tidak lagi perlu mempersiapkan uang tunai di dompet dan jadi lebih paperless.

Dengan adanya uang digital maka transaksi akan dibayar sesuai dengan nominal barang. Selain itu, banyaknya promo yang ditawarkan pada uang digital pun akan membantu penjual dalam mempromosikan usahanya.

Lebih dari itu, penjual pun tidak perlu lagi khawatir dengan uang palsu. Jenis uang ini dijamin aman dan nyaman, tanpa perlu lagi menunggu kembalian. Lebih dari itu, penjual pun tidak lagi perlu mencatat setiap transaksi secara manual, cukup dengan tap QRIS yang ada atau kartu, maka transaksi yang dilakukan secara digital pun akan tercatat ke dalam database.

Baca juga: Alat Pembayaran Tunai dan Non Tunai, Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangannya?

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang uang elektronik di Indonesia, lengkap dengan pengertian, contoh dan manfaatnya untuk bisnis.

Salah satu manfaat dari uang elektronik adalah tidak lagi perlu mencatat transaksi secara manual. Tapi bila Anda juga menyediakan pembayaran menggunakan uang kertas, maka Anda pun harus tetap mencatat kegiatan transaksi tersebut.

Nah, saat ini pencatatan kegiatan transaksi sudah bisa dilakukan secara mudah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Seluruh kegiatan transaksi Anda akan tercatat secara otomatis dan Anda tidak perlu lagi membuat laporan keuangan secara manual karena Accurate Online akan menyajikannya secara akurat untuk Anda.

Selain itu, aplikasi ini juga akan memudahkan Anda untuk mengelola persediaan bahan baku di gudang, menyelesaikan penjualan dan pembelian secara mudah, mengurus administrasi perpajakan di Indonesia, dan masih banyak lagi.

Jadi, ayo segera coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia