Apa Itu Digital Immigrant? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Saat ini, teknologi telah berkembang dengan sangat pesat. Segala sesuatu dalam setiap perangkat kehidupan hampir dibantu dengan menggunakan teknologi digital. Bahkan, dunia digital pin memiliki penghuni yang secara umum terbagi menjadi digital native dan digital immigrant.

Lalu, apa itu digital immigrant? Baca terus artikel ini untuk mendapatkan jawabannya.

Pengertian Digital Immigrant

Digital Immigrant adalah suatu istilah untuk penghuni dunia digital yang di dalamnya mengacu pada kelompok orang yang terlahir dan tumbuh dewasa sebelum era digitalisasi muncul. Mereka juga seringkali dikenal dengan generasi X. Namun, digital immigrant juga tidak hanya merujuk pada kalangan Gen X saja, namun juga generasi lain yang lebih tua.

Generasi X dan sebelumnya yang tergolong ke dalam digital immigrant tidak mengalami pertumbuhan dengan internet maupun komputasi, sehingga mereka memerlukan energi yang lebih banyak untuk beradaptasi dengan bahasa baru serta praktek teknologi digital.

Hal tersebut berbeda dengan digital native, yang mana mereka tidak mengenal dunia lain selain dunia yang sudah ditentukan oleh internet dan perangkat pintar lainnya.

Istilah digital native ataupun digital immigrant ini pertama kali diperkenalkan tahun 2001 oleh Marc Prensky. Secara umum, mereka yang lahir sebelum tahun 1985 bisa termasuk kedalam penduduk digital immigrant.

Untuk bisa lebih mengadopsi dan mengenal teknologi, mereka harus terlebih dahulu melakukan adaptasi. Hal ini tentunya berbeda dengan digital native yang sudah tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

Baca juga: Digital Adalah: Ini Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya

Sejarah Munculnya Digital Immigrant

Ide terkait isitilah ini hadir dari adanya permasalahan pada bidang pendidikan, terkait dengan metode serta konsep pembelajaran yang sudah dinilai kuno dan sudah ketinggalan zaman. Setiap guru telah merasa sulit untuk melakukan komunikasi dengan generasi baru karena adanya kesenjangan teknologi.

Disisi lain, para siswa yang merupakan pendidik asli dari dunia digital sudah berbicara menggunakan bahasa yang berbeda dengan gurunya.

Kesenjangan tersebut adalah dampak dari adanya perubahan cara guru dalam menjalin interaksi dengan siswa. Sehingga, siswa merasa media belajar dan metode yang disampaikan oleh gurunya kurang bisa memenuhi harapan mereka di era digital seperti saat ini.

Hadirnya ide ini tentu diwarnai dengan kontroversi. Masalah utamanya berada pada munculnya kesenjangan antar dua generasi yang berbeda.

Istilah ini juga tidak menghitung mereka yang bisa beradaptasi dengan era teknologi digital secara lancar. Selain itu, digital immigrant pun tidak mempertimbangkan semua populasi anak yang tidak mempunyai akses internet serta teknologi umum yang lainnya.

Baca juga: Digital Native: Pengertian, Sejarah, dan Dampaknya Pada Bisnis

Karakteristik Digital Immigrant

Setiap dari kelompok ini akan merasa asing dengan dunia teknologi. Pasalnya, mereka tidak dilahirkan dan dibesarkan dalam dunia digitalisasi. Tapi, bukan berarti mereka dikatakan buta teknologi. Mereka pun bisa saja mengenal dan bahkan memanfaatkan digital bila mampu melakukan adaptasi secara baik.

Dibandingkan dengan digital native, para digital immigrant memang mempunyai kelemahan. Karena, mereka lebih senang berbicara via telepon atau menjalin komunikasi secara langsung. Untuk itu, tidak heran bila mereka lebih menyukai saluran komunikasi yang formal, seperti email, telepon, ataupun komunikasi tatap muka.

Pemahaman dan juga penguasaan pada bahasa gaul ataupun istilah terkenal di internet pun kurang bisa dipahami oleh kelompok ini.

Dalam dunia kerja, mereka juga lebih senang untuk membuat sesuatu daripada bekerja di depan layar komputer. Berkaitan dengan hal tersebut, digital immigrant pun memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu:

1. Menghindari Penggunaan Teknologi Modern

Mereka adalah orang tua yang telah berusia lanjut dan sulit bahkan tidak bisa sama sekali untuk bersentuhan menggunakan teknologi modern.

Semakin dengan semakin menuanya usia manusia, kondisi serta tingkat pemahaman mereka juga akan ikut melemah. Hal tersebutlah yang menjadi alasan bagi mereka untuk sulit beradaptasi dengan teknologi modern.

2. Menggunakan teknologi dengan Enggan

Dalam hal ini, digital immigrant yang dimaksud adalah mereka yang dengan terpaksa mau menggunakan teknologi, namun lebih memilih hard copy karena mereka kurang mempercayai sumber daya elektronik. Mereka juga lebih cenderung enggan dalam mengadopsi teknologi digital.

Mereka bisa saja mengenal dan beradaptasi dengan teknologi digital, namun mereka sangat enggan untuk lebih jauh mempelajarinya. Mereka akan lebih senang dalam memerhatikan budaya digital dari warga lokal, memahami tingkat kesulitannya, dan mempelajari bahasanya.

Mereka juga lebih cenderung menjaga jarak internal dengan teknologi dan hanya menggunakannya saat diperlukan saja.

3. Semangat beradaptasi dengan teknologi

Kelompok digital immigrant pada kategori ini mempunyai semangat untuk ikut terlibat dalam forum diskusi online melalui beragam media sosial. Mereka pun bahkan bisa membuat konten online mereka sendiri, aktif secara online sepanjang hari, menemukan beragam teknologi yang menarik, serta telah mempunyai smartphone.

4. Inovator yang bekerja dengan teknologi

Digital immigrant dengan karakteristik ini adalah mereka yang bekerja sebagai teknisi, programmer, game developer, dll. Mereka membuat aplikasi, membangun website, dan melakukan berbagai fungsi kreasi lainnya pada sesama inovator.

Jadi walaupun mereka tidak bersentuhan dengan teknologi digital sejak lahir, tapi mereka bisa menjadi inovator yang malah mengembangkan teknologi itu sendiri.

Baca juga: Era Digital: Pengertian, Kelebihan dan Dampak dari Adanya Era Digital

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang digital immigrant. Jadi, apakah Anda termasuk pebisnis digital immigrant atau digital native?

Apapun status Anda saat ini, Anda tetap harus menerapkan teknologi digital bila bisnis Anda ingin terus eksis dan berkembang. Nah, Anda bisa mempercayakan hal tersebut dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, melakukan kegiatan penjualan dan pembelian secara lebih mudah, menyelesaikan kegiatan perpajakan bisnis, mengelola persediaan barang di gudang, dan masih banyak lagi.

Sehingga, bisnis Anda akan berjalan jauh lebih efisien dan Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.