Disguised Unemployment: Pengertian, dan Dampaknya yang Ditimbulkannya

Hidden unemployment atau pengangguran tersembunyi adalah seseorang yang kenyataannya menganggur namun tidak tergambarkan pada angka tingkat pengangguran resmi. Hal ini termasuk mereka yang memang berhenti mencari pekerjaan karena sudah tidak semangat dan mereka yang sudah bekerja tapi tidak bisa dimanfaatkan. Istilah ini kerap kali disamakan dengan disguised unemployment atau pengangguran tersamar.

Lantas, apa itu disguised unemployment? Apa dampak dari adanya disguised unemployment? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang disguised unemployment ini hingga selesai.

Apa itu Pengangguran atau Unemployment?

Perkembangan teknologi dan juga pengetahuan yang terjadi saat ini secara langsung berdampak pada perubahan struktur perekonomian yang terjadi di masyarakat.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat secara otomatis akan berdampak pada munculnya berbagai keterampilan baru agar bisa menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Saat ada seseorang yang tidak mampu bersaing, maka efek yang akan terjadi adalah tidak adanya lapangan pekerjaan untuk mereka yang kurang kompeten, sehingga akan terjadi pengangguran.

Pada dasarnya, pengangguran memiliki arti yang sangat luas. Bila umumnya kita menganggap bahwa pengangguran adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan, maka pernyataan tersebut sebenarnya kurang tepat.

Kenapa? karena yang disebut sebagai pengangguran adalah mereka yang sudah tidak termasuk ke dalam angkatan kerja, yakni usia 15 hingga 64 tahun serta tidak memiliki pekerjaan ataupun sedang dalam kondisi mencari pekerjaan.

Secara spesifik, pengertian pengangguran adalah mereka yang sudah masuk dalam usia angkatan kerja yang sedang dalam masa tersebut memang dalam proses mencari kerja atau tidak bekerja, sengaja tidak mencari pekerjaan karena tidak mungkin bisa mendapatkannya, atau mereka yang sebenarnya sudah memiliki pekerjaan namun belum mulai bekerja.

Baca juga: Networking Adalah Hal Penting Dalam Membangun Karir, Ini Penjelasannya!

Lantas, Apa Itu Disguised Unemployment?

Berdasarkan sifatnya, pengangguran bisa kita kelompokkan menjadi beberapa jenis, yakni pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan juga pengangguran terselubung atau yang lebih dikenal dengan disguised unemployment.

Penjelasan tentang disguised unemployment dinilai sangat menarik dan banyak muncul di dalam materi pelajaran siswa hingga di seminar.

Pengertian disguised unemployment adalah pengangguran yang terjadi karena adanya kelebihan tenaga kerja untuk suatu jenis pekerjaan tertentu. Padahal, mengurangi jumlah pekerjaan dalam angka tertentu tidak akan berdampak pada jumlah produksi perusahaan.

Disguised unemployment bisa disebabkan karena terdapat tenaga kerja yang tidak mempunyai keahlian sesuai dengan bidangnya, sehingga tidak bisa bekerja secara optimal.

Agar lebih memudahkan Anda untuk memahami disguised unemployment, berikut ini akan kami berikan beberapa contoh tentang disguised unemployment yang banyak terjadi di berbagai bidang pekerjaan.

1. Bekerja Di Luar Bidang Keilmuan

Contoh pertama dari disguised unemployment adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana hukum yang seharusnya berprofesi sebagai seorang hakim, jaksa, atau berbagai profesi lain yang berkaitan dengan latar belakang pendidikannya, namun ternyata menjadi guru.

Ilmu yang sudah dipelajarinya saat menempuh pendidikan hukum tidak bisa diaplikasikan saat menjadi seorang guru. Nah, kondisi ini bisa kita sebut sebagai disguised unemployment bila produktivitasnya menjadi seorang guru dinilai rendah.

2. Menambah Pekerjaan yang Tidak Perlu

Contoh keduanya adalah dalam pembuatan suatu boneka kayu yang saat ini hanya diperlukan dua orang pekerja saja. Namun karena pemilik usaha tidak tega dengan keponakannya yang menganggur lama, maka pebisnis atau wirausahawan tersebut pun memberikan kesempatan pada keponakannya untuk ikut bekerja menjadi pembuat boneka kayu.

Nah, karena keponakannya tersebut bersifat tenaga kerja tambahan, maka dirinya tidak perlu bekerja secara maksimal, karena pada dasarnya pekerjaan ini bisa diselesaikan oleh dua orang saja. Hal tersebut menjelaskan bahwa keponakan dari pebisnis tersebut adalah seorang disguised unemployment karena tidak mampu memanfaatkan kemampuannya secara maksimal.

3. Kelebihan Jumlah Tenaga Kerja

Contoh yang ketiga adalah suatu tempat usaha makan yang terlalu banyak dalam mempekerjakan pelayan, sehingga sebagian para pelayan yang bekerja di rumah makan tersebut tidak mempunyai pekerjaan untuk melayani pembeli.

Kelebihan pada jumlah pelayan ini akan membuat beberapa pekerja tidak bisa maksimal dalam bekerja. Nah, kondisi ini juga bisa kita sebut sebagai disguised unemployment karena kelebihan jumlah tenaga kerja bisa menyebabkan adanya pengangguran terselubung.

Lantas, Apa Bedanya dengan Pengangguran Struktural

Setiap pekerjaan tentunya membutuhkan keterampilan tertentu, karena setiap individu harus mempunyai standar pendidikan khusus atau minimal sudah pernah lulus pada pelatihan tertentu. Perkembangan dalam dunia ekonomi dan kebutuhan masyarakat umum diikuti oleh perubahan struktur serta corak ekonomi.

Namun, ada kalanya gaya hidup juga mampu menciptakan ide ataupun kreativitas tertentu. Berbagai perubahan ini memerlukan berbagai keterampilan baru untuk bisa menyesuaikan. Pengangguran struktural terjadi saat para tenaga kerja sudah tidak lagi mampu mengikuti tingkat keterampilan yang diminta karena memang adanya perubahan struktur ekonomi yang ada di masyarakat.

Jadi, pengangguran struktural adalah suatu jenis pengangguran yang diakibatkan adanya perubahan struktur ekonomi di dalam suatu negara. Contohnya adalah kegiatan ekonomi yang berubah dari yang awalnya sektor pertanian menjadi sektor industrial.

Setiap masyarakat yang ingin bekerja di dalam sektor industri tentunya akan mengalami kesulitan karena sudah terbiasa bekerja dalam sektor perkebunan. Bila mereka tidak ingin menjadi seorang pengangguran, maka mereka harus bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang ada pada sektor industri.

Jadi, bedanya disguised unemployment dan pengangguran struktural terdapat pada penyebab dan juga karakteristiknya. Pengangguran terselubung tentunya terjadi karena adanya desakan akan kebutuhan, sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja daripada tidak bekerja.

Pengangguran struktural ini sebenarnya jarang terjadi, kecuali karena adanya perubahan suhu politik yang ekstrim pada suatu negara. Selain itu tidak semua pengangguran berarti tidak bekerja karena tidak ada kesempatan.

Ada orang yang masih mencari kesempatan yang lebih baik dan ada yang memutuskan untuk tidak usah bekerja sekalian karena adanya masalah pribadi ataupun sudah tercukupinya seluruh keperluan dirinya.

Dampak-Dampak dari Disguised Unemployment

1. Masalah Psikologis

Disguised unemployment mampu mengakibatkan kesehatan mental dan juga emosional yang buruk, khususnya untuk mereka yang sudah lama menganggur. Mereka akan merasa frustasi saat belum mendapatkan pekerjaan yang mereka benar-benar inginkan. Ditambah lagi dengan gaji yang didapatkan lebih rendah dari apa yang diharapkan.

Mungkin sebagian mereka merasa sudah menyia-nyiakan waktunya untuk bekerja dan mendapatkan upah yang lebih kecil daripada yang seharusnya. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menimbulkan rasa cemas dan stress yang tinggi.

2. Misleading Angka Pengangguran 

Pengangguran yang sudah tidak semangat akan mempunyai efek yang negatif dalam mencerminkan suatu kondisi pengangguran. Karena mereka tidak mencari pekerjaan secara aktif, maka mereka pun dikeluarkan oleh pemerintah dari angkatan kerja.

Kesesatan pun akan muncul, khususnya selama resesi yang parah, karena banyak pekerja yang setelah gagal menemukan pekerjaan sementara menjadi putus asa dan meninggalkan angkatan kerjanya. Sehingga, data tingkat pengangguran pun menjadi kecil.

Selain itu data pengangguran yang resmi juga akan menganggap bahwa pekerja paruh waktu sebagai seorang pekerja penuh. Bahkan, mereka pun sering kali tidak bekerja dalam menghasilkan produk dan bersedia bekerja secara penuh.

Para ahli ekonomi mengklaim mereka sebagai Disguised unemployment dan karena itu harus dikeluarkan dari data tingkat pengangguran.

3. Meningkatkan Pengangguran Struktural

Disguised unemployment akan berdampak pada pengangguran struktural. Mereka yang menganggur tidak lagi bekerja dengan cara menggunakan kemampuan terbaik mereka.

Mereka tidak akan bisa memperbarui keterampilan dan keahlian mereka dengan adanya pelatihan yang sesuai. Tentunya, hal ini akan menghalangi mereka saat ingin melamar kerja dengan jenis yang sesuai dengan kemampuan lamanya tanpa adanya pelatihan.

Secara statistik, hal ini akan mampu mengurangi kemampuan ekonomi untuk bisa menghasilkan produk barang dan jasa.

4. Kemiskinan dan Masalah Sosial

Disguised unemployment juga mampu meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan. Walaupun ada pekerja yang bisa menemukan pekerjaan paruh waktu, namun upah paruh waktu tersebut tidak cukup besar sesuai dengan apa yang mereka ekspektasikan.

Pun sama halnya saat ada orang yang dipaksa untuk mengambil suatu pekerjaan yang sudah tidak lagi sesuai dengan keahlian mereka, tentunya mereka akan menerima penghasilan di bawah gaji reservasi mereka.

Dengan upah yang tidak sesuai, maka pendapatan rumah tangga pun akan rendah. Mereka tidak akan mampu mengkonsumsi barang dan jasa yang cukup banyak dan lebih cenderung ingin menghemat uang. Sehingga, tingkat pengurangan permintaan rumah tangga pun akan menimbulkan perlambatan perkembangan ekonomi dan bisnis.

Baca juga: Masa Probation: Pengertian dan Tips Lulus Masa Probation

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang Disguised unemployment. Jadi, disguised unemployment adalah pengangguran yang terjadi karena adanya kelebihan tenaga kerja untuk suatu jenis pekerjaan tertentu.

Untuk bisa menilai ada atau tidaknya disguised unemployment di perusahaan Anda, maka Anda harus bisa mengelola bisnis Anda lebih optimal dan efisien. Selain itu, Anda juga harus bisa mengelola finansial bisnis Anda secara baik dengan cara membuat laporan keuangan yang akurat dan tepat.

Untuk itu, Accurate Online hadir untuk membantu Anda sebagai software akuntansi dan bisnis yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia.

Dengan Accurate Online, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Selain itu, berbagai fitur dan modul yang ada di dalamnya juga akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Tertarik? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate1

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.