Mengenal Profesi Interpreter dan Bedanya dengan Translator

Dalam suatu acara internasional, penyelenggara biasanya menyiapkan profesional yang bertugas menerjemahkan topik pembicaraan secara langsung di tempat. Sebagian besar menyebut profesi ini sebagai translator. Padahal, sebutan yang benar bagi profesi ini ialah interpreter atau dalam bahasa indonesia dikenal juga sebagai juru bahasa.

Mengutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), kebutuhan Indonesia akan juru bahasa profesional terus meningkat. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya acara internasional yang digelar di Indonesia.

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia kebahasaan, profesi ini bisa Anda pertimbangkan untuk dijadikan sebagai karir kedepannya. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai tanggung jawab dan skill yang dibutuhkan oleh seorang interpreter, serta perbedaannya dengan translator.

Apa Itu Interpreter?

Melansir dari laman Language Scientific, interpreter adalah seseorang yang menerjemahkan sesuatu secara dua arah di tempat (on the spot) tanpa menggunakan kamus atau bahan referensi lainnya. Dengan kata lain, profesi ini merupakan jembatan bagi dua pihak dengan bahasa berbeda yang dilakukan secara real-time.

Sesuatu yang diterjemahkannya bisa berupa pembicaraan di acara-acara resmi dan formal, seperti seminar, konferensi, dan pengadilan yang menggunakan dua bahasa. Bisa juga berupa pembicaraan di acara yang lebih kasual seperti kunjungan tempat wisata atau konser musik.

Secara keseluruhan, interpreter terbagi menjadi dua macam, yakni interpreter konsekutif dan interpreter simultan. Interpreter konsekutif menerjemahkan sesuatu yang diungkapkan secara lisan dengan jeda waktu tertentu. Ia akan mencatat hal-hal penting terlebih dahulu, baru kemudian menerjemahkan apa yang disampaikan pembicara.

Sementara itu, interpreter simultan bekerja dengan langsung menerjemahkan secara spontan. Sesudah mendengar apa yang diucapkan pembicara, ia langsung menerjemahkannya dalam maksimal 5-10 detik setelahnya.

Adapun seorang interpreter umumnya bekerja secara freelance. Namun, tidak menutup kemungkinan juga mereka dipekerjakan secara khusus di suatu lembaga atau perusahaan.

Baca juga: Translator Adalah Salah Satu Profesi Pilihan Dengan Gaji Lumayan, Ini Penjelasannya!

Peran dan Tanggung Jawab

Seorang juru bahasa setidaknya memiliki tiga tanggung jawab utama dalam menjalankan tugasnya, yakni:

1. Memahami Tema yang Dibicarakan

Sebagai seseorang yang akan menyampaikan sebuah pesan ke orang lain, juru bahasa harus memahami tema yang akan dibicarakan lebih dahulu. Ia juga harus memahami poin-poin yang akan disampaikan oleh pembaca.

2. Menerjemahkan Apa yang Disampaikan Pembicara ke Bahasa Audiens

Biasanya, pembicara menggunakan bahasa yang tidak dikuasai oleh audiens. Oleh karena itu, seorang juru bahasa setidaknya harus menguasai dua bahasa, yaitu bahasa yang digunakan pembicara dan bahasa yang digunakan audiens.

3. Menyampaikan Tanpa Mengubah Makna

Meski tahu bahwa audiens tidak memahami apa yang disampaikan oleh pembicara secara langsung, juru bahasa harus menyampaikan semua yang dikatakan tanpa mengubah makna. Mereka tidak boleh menambahkan atau mengurangi hal-hal yang disampaikan pembicara. Cukup menerjemahkan dan menyampaikan pesan apa adanya.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Profesi Akuntan Secara Lengkap di Indonesia

Skill yang Dibutuhkan

Adapun beberapa skill di bawah ini perlu dimiliki oleh seorang juru bahasa, yang meliputi:

1. Bahasa Asing

Penguasaan bahasa asing adalah skill utama yang dibutuhkan oleh seorang juru bahasa. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk memiliki skill bahasa asing yang baik dalam membaca, menulis, mendengar, berbicara, dan kosa kata.

Meski umumnya hanya menerjemahkan satu hingga dua bahasa, akan lebih baik jika Anda bisa menguasai banyak bahasa.

2. Komunikasi Verbal

Kemampuan berkomunikasi dibutuhkan agar bisa menyampaikan pesan yang mudah diterima oleh audiens. Sebab, Anda berperan sebagai perantara dari pembicara dengan audiensnya.

3. Kemampuan Mendengarkan

Profesi ini mengharuskan Anda agar jeli mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara. Hal ini juga perlu dilatih karena tidak jarang native speaker atau penutur asli bahasa menggunakan logat bahasa yang kental.

4. Berpikir Cepat

Profesi ini juga menuntut Anda untuk bisa berpikir cepat dalam mengolah terjemahan dari apa yang disampaikan oleh pembicara, yang hanya dalam hitungan detik. Apalagi, kata yang diterjemahkan bukan satu per satu. Melainkan sekaligus melihat konteks secara keseluruhan agar tidak mengubah makna aslinya.

Baca juga: Apa Itu Konsultan? Kenali 5 Profesi Konsultan Ini Beserta Tugasnya!

Perbedaannya dengan Translator

Apabila interpreter menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lain secara lisan, maka translator atau penerjemah menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain secara tertulis. Dimana proyek yang dikerjakan menjadi berbeda, juru bahasa lebih kepada konferensi dan rapat, sementara translator lebih kepada buku, dokumen, dan subtitle.

Juru bahasa melakukan penerjemahan secara langsung atau real-time, sementara translator atau penerjemah memiliki deadline yang ditentukan oleh klien. Karena waktu penerjemahan ini, juru bahasa tidak membutuhkan peralatan khusus, dimana hanya memerlukan headphone, microphone, catatan kecil, dan alat tulis. Di sisi lain, penerjemah bisa menggunakan kamus, komputer, dan CAT (Computer Aided Translation).

Bahasa yang diterjemahkan oleh seorang juru bahasa juga biasanya bersifat dua arah atau dari bahasa satu ke bahasa lainnya dan sebaliknya, sementara penerjemah hanya menerjemahkan ke satu bahasa saja.

Adapun perbedaan skill yang diperlukan oleh seorang penerjemah berbeda dengan juru bahasa, yakni kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Terlebih karena akurasi penerjemahan sangat tinggi karena memiliki lebih banyak waktu mengerjakan.

Baca juga: Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kenali Latar Belakang dan Manfaat Dibuatnya BNSP

Kesimpulan

Interpreter merupakan salah satu profesi yang bisa dipertimbangkan apabila Anda memiliki minat di bidang bahasa. Terutama jika Anda memiliki kemampuan mendengarkan, berpikir cepat, dan berkomunikasi secara lisan yang baik. Anda bisa mendalami dan menguasai setidaknya dua bahasa untuk dapat berprofesi sebagai juru bahasa, meski tentu lebih baik apabila menguasai lebih dari itu.

Adapun interpreter seringkali disamakan dengan translator. Meski serupa, keduanya tidaklah sama. Fungsi dan penerapan keduanya sangatlah berbeda. Begitu pun dengan sistem pembayaran di antara keduanya, dimana juru bahasa umumnya dibayar per acara atau per hari, sementara penerjemah dibayar per kata atau per dokumen yang diterjemahkan.

Meski begitu, baik juru bahasa maupun penerjemah harus memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Selain metode konvensional, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan metode yang lebih modern seperti penggunaan software semacam Accurate Online.

Accurate Online merupakan software akuntansi dan bisnis yang menawarkan pengelolaan dan pencatatan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang terbukti membantu pebisnis mencapai kesuksesannya.

Berbagai fitur dan keunggulan juga tersedia di dalamnya, yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik banner di bawah ini.accurate fokus pengembangan

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.