Apa itu Storytelling? Ini Pengertian dan Perannya dalam Marketing!

Dewasa ini, storytelling menjadi salah satu komponen penting yang ada dalam melakukan strategi pemasaran atau marketing. Pada dasarnya, storytelling adalah kemampuan seseorang dalam menceritakan sesuatu kepada para pendengarnya.

Salah satu komponen penting ini selain bisa Anda lakukan untuk membawakan cerita pada orang-orang, juga sangat mampu membantu Anda untuk memikat para konsumen atau pelanggan terkait produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Oleh karena itu, cara ini juga sering kali dimanfaatkan oleh para content writer, copywriter, bahkan product manager dalam menceritakan produk atau jasanya.

Lantas, apa itu storytelling? Apa saja manfaatnya dalam aktivitas pemasaran di era sekarang? Temukan jawabannya pada artikel ini.

Apa itu Storytelling?

Pada dasarnya, storytelling lebih dari Anda menceritakan atau mendongengkan suatu kisah, tapi juga menjadi suatu alat yang sangat penting untuk para pemasar dalam memikat hati para konsumen atau pelanggannya.

Dikutip langsung dari laman Hubspot, storytelling adalah suatu upaya dalam menghimpun data dan juga cerita agar bisa disampaikan pada para pembaca untuk membuat mereka tertarik dengan apa yang sedang Anda tawarkan.

Cara ini bisa Anda gunakan saat ingin menawarkan atau mengiklankan suatu produk barang atau jasa dengan kata-kata atau cerita. Contoh sederhananya adalah Anda seorang copywriter pada suatu perusahan yang ingin menjelaskan suatu produk.

Nah, dalam hal ini teknik storytelling bisa Anda gunakan sebagai pelengkap dari penjelasan produk Anda agar mampu menciptakan suatu hubungan yang manis antara Anda dengan para pelanggan atau konsumen.

Selain dengan kata-kata, Anda juga bisa menggunakan teknik ini saat Anda sedang ingin bercerita kepada klien Anda terkait produk yang Anda promosikan.

Saat Anda bisa bercerita dengan baik, maka hampir bisa dipastikan klien Anda menjadi sangat bersemangat menjelaskan penjelasan Anda. Karena, bercerita adalah salah satu bahasa universal yang mampu diterima oleh banyak orang.

Dalam teknik yang lebih luas lagi, storytelling pun bisa digunakan oleh para designer dalam membuat suatu karya desain, dll.

Baca juga: Promosi Penjualan: Dasar, Jenis dan Strategi untuk Promosi yang Sukses

Peran Penting Storytelling

Terdapat beberapa peran penting storytelling dalam melakukan strategi pemasaran, yaitu:

1. Membangun Koneksi dengan Audiens

Dilansir dari laman resmi Forbes, storytelling adalah skill dari setiap manusia yang mampu menyatukan dan juga membangun koneksi yang kuat dengan orang lain.

Setiap cerita yang Anda bangun dalam proses pemasaran, akan secara tidak langsung membangun koneksi dengan para audiens secara lebih dalam.

Contoh sederhannya jika Anda ingin mengiklankan suatu pakaian, maka Anda bisa membuat serangkaian cerita terkait seorang ayah yang rela menyisihkan uangnya untuk membeli pakaian pada anaknya, dst.

Sehingga, di dalam proses pemasaran Anda akan ada rasa cinta dan juga kasih sayang, sehingga akan lebih mendekatkan para pengguna.

2. Metode yang Kuat Untuk Belajar

Selain mampu membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, teknik storytelling juga menjadi salah satu cara yang kuat untuk belajar sebagai seorang pemasar.

Agar bisa membuat suatu storytelling yang menarik, maka Anda harus mencari tahu terkait kehidupan setiap konsumen Anda, brand yang sedang Anda iklankan, dan tren yang kala itu sedang terjadi di masyarakat.

Dengan begitu, Anda akan bisa terus belajar secara konsisten agar bisa menghasilkan suatu karya storytelling yang baik. Sehingga, Anda akan mampu memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh pasar.

3. Membantu Closing Ketika Menawarkan Barang

Ketika terjadi suatu kondisi yang mengharuskan Anda untuk mempresentasikan ide Anda kepada klien dengan harapan mereka mau mendengarkan apa yang Anda ceritakan. Maka akan ada perbedaan yang bisa Anda rasakan saat klien mendengarkan presentasi Anda dengan angka di dalam label, dengan presentasi yang menyisipkan angka di dalam cerita.

Dengan bercerita, maka klien Anda tidak akan bosan dan akan lebih tertarik ketika Anda menjelaskan sesuatu.

4. Membantu Seorang Pemuda “Berbahasa Sama” dengan Seniornya

Hadirnya kesenjangan yang terjadi dikalangan anak muda dengan mereka yang berusia jauh diatasnya seringkali terjadi, sehingga membuat adanya jarak diantara mereka.

Nah, dengan menggunakan teknik bercerita ketika memberikan suatu penjelasan, maka akan membuat pembicara dan para audiens menjadi lebih dekat secara emosional. Pun sama halnya dengan kondisi di atas, kesenjangan yang terjadi antara para senior dengan pemuda akan menjadi sama rata.

5. Membantu Mengelola Sebuah Pelajaran Terkait Keuangan

Beberapa dari kita pasti akan terasa membosankan mendengarkan penyampaian informasi berupa angka. Namun, informasi tersebut akan berubah menjadi lebih seru saat dibalut dengan suatu cerita.

Oleh karena itu, penyampaian berbagai hal yang berhubungan dengan angka dalam suatu bisnis akan lebih mudah untuk disalurkan dengan cara bercerita. Sehingga, para pembicara akan lebih mudah dalam menciptakan suatu komunikasi secara lebih efektif.

6. Membuat Kaya

Para audiens tentunya akan lebih menyukai pembicara yang baik. Ketika seseorang bisa merangkai suatu informasi kedalam suatu cerita, maka orang tersebut akan lebih mudah untuk memengaruhi orang lain.

Saat Anda memberikan pengaruh pada orang lain dengan bercerita, maka Anda akan lebih mudah memengaruhi audiens untuk kelancaran bisnis Anda, dan kelancaran bisnis Anda akan memberikan dampak yang positif untuk pemasukan Anda.

7. Membuat Audiens Fokus

Seorang pembicara yang baik harus mampu membuat setiap audiens lebih fokus dalam memusatkan seluruh perhatiannya kepada apa yang sedang pembicara tersebut utarakan.

Mereka yang menjelaskan suatu produk dengan teknik bercerita akan membuat para audiens menghasilkan suatu hormon yang disebut dengan hormon kortisol, fungsinya adalah untuk membuat orang menjadi lebih fokus.

8. Memberikan Nilai Lebih Pekerjaan dari Sekadar Gaji

Tujuan setiap orang dalam berbisnis sudah pasti ingin mendapatkan keuntungan material yang besar. Tapi, dalam menjalankan bisnis, maka orang tersebut harus mampu memikirkan sesuatu selain penghasilan ataupun gaji yang ia berikan pada karyawannya.

Nah, sesuatu yang mempunyai nilai yang jauh lebih besar daripada uang adalah cerita.

Kenapa? karena ketika seseorang mendengarkan suatu cerita, maka orang tersebut akan melepaskan hormon oksitosin yang mampu membuat seseorang tersebut mau bekerja dengan sepenuh hati.

9. Meningkatkan Produktivitas

Seperti yang sudah kita bahas bersama sebelumnya, cerita mampu melahirkan perasaan semangat dan orak yang lebih fokus. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan produktivitas seseorang. Dengan bercerita, karyawan atau pelanggan pun akan mempunyai perasaan yang lebih positif.

10. Memajukan Diri Sendiri dan Orang Lain

Bercerita mampu membantu meningkatkan motivasi para audiens dan juga pembicara. Dengan bercerita, maka pembicara akan terpengaruh dengan apa yang dibicarakan pada audiens, sehingga akan membuat mereka lebih semangat untuk lebih sukses.

Sedangkan orang lain yang mendengarkan akan memiliki perasaan serupa, sehingga akan membuatnya merasa lebih baik daripada sebelumnya.

Proses Storytelling

  • Kenali Audiens

Agar bisa menghasilkan suatu storytelling yang baik, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengenali audiens Anda.

Dikutip langsung dari laman Hubspot,  Anda harus melakukan riset target pasar dan menentukan buyer persona untuk mengetahui audiens Anda.

Sehingga, Anda akan lebih mengetahui siapa saja yang nantinya bersedia mendengarkan cerita Anda agar bisa menemukan gaya bahasa yang tepat.

  • Tentukan Pesan Inti

Pesan inti ini harus Anda tentukan dan Anda sisipkan ke dalam cerita Anda. kenapa? karena, cerita yang terlalu panjang juga akan membuat audiens menjadi bosan. Untuk itu, disarankan untuk mempersingkat waktu dan kata-kata, lalu tentukanlah pesan inti yang benar-benar ingin Anda sampaikan.

  • Tentukan Call To Action (CTA)

Jika Anda sudah menentukan pesan inti, maka hal selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam storytelling adalah membuat call to action atau CTA.

Dalam hal ini, Anda harus mengetahui apa yang Anda inginkan dari para pembaca, berlangganan newsletter email? Atau hal lainnya.

Cobalah untuk menggunakan kalimat CTA yang lebih halus namun tetap persuasif, agar para pembaca tertarik untuk melakukan hal tersebut.

  • Tulis dan Bagikan

Setelah Anda merancang seluruh hal tersebut dengan baik, maka Anda bisa langsung menulis cerita yang ingin Anda sampaikan. Setelah itu, bagikanlah ke media sosial Anda.

Baca juga: AIDA adalah Strategi Pemasaran yang Ampuh Untuk Tingkatkan Penjualan, Ini Penjelasannya!

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang storytelling. Hal ini perlu Anda ketahui dan ketahui lebih dalam, karena saat ini storytelling akan selalu lekat di dunia digital marketing.

Dengan membuat suatu storytelling yang berbeda dan menarik, tentunya akan membuat para pembaca tertarik pada Anda. Sehingga, akan mendatangkan banyak pembeli atau pelanggan dan meningkatkan keuntungan usaha Anda.

Tapi, pihak Anda juga harus mampu menghitung laba dan rugi secara tepat untuk memastikan keuntungan perusahaan.

Untuk lebih memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan tersebut, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi yang disediakan oleh Accurate Online.

Accurate online adalah aplikasi akuntansi yang memiliki tampilan sederhana sehingga akan memudahkan Anda dalam membuat berbagai laporan keuangan perusahaan, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki latar belakang akuntansi sekalipun.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.