Contoh Budaya Organisasi yang Ada Di Sekitar Kita

Dunia industri yang terus mengalami perkembangan hingga saat ini memberikan pada kita banyak sekali contoh budaya organisasi. Terdapat beberapa jenis perusahaan dengan tujuannya masing-masing, namun secara umum budaya organisasi yang dianut memiliki satu tujuan yang sama.

Setelah perusahaan melakukan merger pun tujuannya akan tetap sama, yakni mengembangkan dan memberikan manfaat yang banyak untuk semua orang.

Di era yang sudah modern seperti saat ini, kita bisa dengan mudah menjumpai contoh budaya organisasi, beberapa contohnya adalah CSR atau Corporate Social Responsibility yang turut berpartisipasi dalam pelestarian alam dan lingkungan sekitar.

Setiap kalangan akan sangat memuji contoh budaya organisasi seperti ini. Bahkan, sampai tingkat bernegara pun sudah mulai menerapkan contoh budaya organisasi di atas.

Lantas apakah ada contoh budaya organisasi yang lain? Ada, baca terus artikel tentang contoh budaya organisasi di bawah ini hingga selesai.

Contoh Budaya Organisasi

Berikut ini adalah beberapa contoh budaya organisasi yang bisa kita jumpai secara mudah di industri perusahaan saat ini.

1. Netflix

Setiap generasi milenial pasti sudah akrab dengan Netflix. Perusahaan yang bergerak di industri hiburan ini sukses di dunia maya sejak 1998 dan konsisten dalam menyediakan berbagai film serta serial berkualitas yang bisa ditonton dengan cara berlangganan. Perusahaan ini memiliki nilai perusahaan sampai USD 7 miliar dan memberikan kebebasan pada karyawannya untuk bekerja dengan jam yang fleksibel.

Netflix memberikan contoh budaya organisasi jam kerja karyawan yang fleksibel demi meningkatkan produktivitas karyawan dan memberikan pada penghargaan pada setiap karyawan yang berprestasi.

2. Google

Google memberikan contoh budaya organisasi perusahaan yang bisa ditiru oleh perusahaan lain. Raksasa dalam bidang teknologi ini memberikan budaya organisasi dalam bentuk makanan gratis, kantor ramah peliharaan, tempat olahraga, dan taman.

Terlebih lagi bonus finansial dan interior kantor yang sangat nyaman. Mereka sangat memerhatikan kesejahteraan karyawannya, sehingga karyawan pun akan sangat peduli dengan kemajuan perusahaan.

3. Zappos

Perusahaan pakaian olahraga dan sepatu olahraga ini memberikan contoh budaya organisasi dalam bentuk penawaran harga tertinggi pada setiap karyawan yang mampu menyelesaikan pelatihan selama 7 hari pertama.

Zappos mampu menanamkan berbagai nilai perusahaan untuk setiap karyawan, sehingga karyawan pun akan menjadi sangat bahagia dan sejahtera. Pelanggan pun bisa mendapatkan layanan prima dan menginformasikan pada kerabatnya tentang hebatnya budaya kerja pada perusahaan ini.

4. Twitter

Twitter mampu memberikan lingkungan kerja yang lebih berorientasi pada budaya kerja yang sangat disukai karyawan. Twitter memberikan berbagai kenyamanan, seperti tempat berolahraga, pendidikan lanjutan, hingga meeting di roof-top.

Lingkungan yang sangat bersahabat juga sangat mendukung budaya kerja perusahaan ini. Tapi, yang membuat perusahaan ini dijadikan contoh budaya organisasi adalah karyawannya yang mau bekerja secara produktif dan percaya dengan perusahaan.

Baca juga: Training Kerja: Ini Peran Pentingnya Untuk Perusahaan dan Karyawan

Jenis Budaya Organisasi

Budaya kerja terdiri dari dua jenis, yakni budaya kerja terbuka dan partisipatif, serta budaya kerja tertutup dan otokratis. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Budaya Kinerja Terbuka Dan Partisipatif

Jenis budaya kerja ini menampilkan adanya kerja sama dan saling berkomunikasi antar tiap departemen ataupun tim kerja. Manajer ataupun pemimpin akan memberikan kesempatan yang besar pada tiap tim agar bisa memberikan pendapat, masukan, atau idenya.

Sebesar apapun tantangan kerja yang dihadapi oleh perusahaan, maka budaya kerja yang terbuka dan partisipatif bisa lebih mudah untuk dilewati, karena setiap pihak akan berpartisipasi dan saling mendukung.

2. Budaya Kinerja Tertutup dan Otokratis

Walaupun memang terkesan kurang nyaman dan menakutkan, namun masih ada beberapa perusahaan yang menerapkan budaya kerja yang tertutup dan otokratis. Dalam jenis budaya perusahaan yang satu ini, setiap orang wajib memenuhi otoritas dari pemimpin.

Baca juga: Surat Pemutusan Kontrak: Pengertian dan Komponen di Dalamnya

Karakteristik Budaya Organisasi

Beberapa karakteristik dari budaya organisasi adalah sebagai berikut:

  • Mau terus melakukan inovasi dan berani mengambil resiko.
  • Cermat dan detail dalam memperhatikan beragam hal, termasuk laporan proyek, analisa swot, dan hasil kerja karyawan.
  • Lebih berorientasi pada hasil akhir yang baik.
  • Berorientasi pada setiap anggota tim dan melibatkan karyawan agar mau semakin produktif.
  • Lebih berorientasi pada anggota tim atau tim kerja untuk saring berkolaborasi agar setiap pekerjaan bisa lebih mudah untuk diselesaikan.
  • Agresivitas agar setiap anggota tim bisa bekerja lebih keras, efisien terhadap waktu, efektif, dan juga kompetitif.
  • Stabilitas dalam budaya kerja yang lebih berkomitmen dan konsisten agar mengembangkan kemajuan perusahaan.

Baca juga: Onboarding Karyawan, Hal Ini yang Harus Dipahami

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang beberapa contoh budaya organisasi yang mungkin bisa menginspirasi Anda dalam mengembankan perusahaan. Apapun jenis bisnis yang Anda jalankan, budaya kerja yang efisien dan efektif harus bisa diwujudkan. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Fitur yang lengkap dan luar biasa di dalam aplikasi berbasis cloud ini mampu membantu Anda dalam mengelola perusahaan dan meningkatkan efisiensi perusahaan, seperti fitur persediaan, perpajakan, manufaktur, penjualan, pembelian, dan masih banyak lagi.

Selain itu, di dalamnya juga Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat, bahkan Anda bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan.

Seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu sebesar 200 ribuan rupiah saja perbulannya. Bahkan, Anda bisa mencobanya lebih dulu secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.